Senin, 04 Oktober 2010

Trik Meramaikan Usaha Yang Sepi


Sebagai wirausahawan yang juga berstatus karyawan, hari libur adalah saat yang tepat untuk terjun langsung menjalankan usaha keluarga kami. Karena masih berstatus sebagai karyawan, tak selamanya hari libur dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seperti pada hari sabtu ini, saya harus masuk kerja di kantor karena adanya pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai yang diperintahkan oleh pimpinan di kantor.

Layaknya pada hari kerja pada umumnya, sekitar jam 12 siang kami memanfaatkan waktu untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan makan siang. Karena situasi relatif lebih santai dibanding hari kerja, kami yang masuk pada hari ini sepakat untuk makan siang bersama-sama. Setelah sempat berdiskusi yang cukup seru untuk menentukan tempat makan, Plaza JB di Cikarang-lah yang kami pilih sebagai tempat untuk makan siang hari ini. Karena secara pribadi saya jarang hunting makan siang saat istirahat kantor, maka saya yang kebetulan saat itu menyetir mobil yang kami gunakan langsung menuruti dan mengarahkan mobil kearah tujuan.

Sesampai tujuan, ada pemandangan yang cukup mengagetkan bagi saya saat memasuki pintu masuk plaza itu. Walau disebut plaza, sebenarnya tempat itu tidak terlalu luas, ramai, serta mewah layaknya sebuah Plaza atau Mall. Sebenarnya saya sudah pernah ketempat tersebut, tapi sangat jarang bahkan yang terakhir kalinya aja sudah sekitar 8 bulan yang lalu. Namun bukan hal itu yang mengagetkan bagi saya, suasana yang cukup ramailah (tidak seperti 8 bulan yang lalu) yang membuat saya kaget. Selain pengunjung yang cukup ramai, ternyata toko/kios yang ada disana penuh terisi oleh para pedagang.

Usai makan siang di food court yang ada di plaza tersebut, saya sempatkan untuk mengobrol dengan seorang pedagang yang ada di plaza tersebut termasuk seorang karyawan ditempat kami makan. Dari pembicaraan tersebut, ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil mengenai mengapa plaza itu dapat bangkit kembali sehingga ramai kembali dikunjungi oleh para pembeli. Dari sekian info yang saya dengar, dapat saya simpulkan bahwa yang menyebabkan plaza itu ramai kembali adalah berasal dari manajemen / pengelola plaza itu sendiri.

Manajemen plaza tersebut telah berpikir dan bekerja "kreatif" serta berani mengeluarkan biaya (cost) lebih untuk biaya promosi dan pemeliharaan gedung (maintenance). Biaya promosi yang ada digunakan dengan cara mengadakan beberapa kegiatan seperti panggung hiburan, lomba-lomba, pameran, dll dengan mengundang artis untuk menarik pengunjung. Sedangkan biaya maintenance digunakan untuk mendesain suasana interior plaza sesuai dengan tema terkini / trend yang selalu berubah-ubah setiap saat seperti Idul Fitri, Natal, 17 Agustus-an, tahun baru, dll.

Dua hal itulah yang menurut saya menjadi point utama penggerak bangkitnya kembali plaza yang mulai sepi tersebut. Hal itu pula dapat menjadi pelajaran bagi kita semua yang terjun dalam dunia usaha.

*Yusuf Erlangga

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template