Tampilkan postingan dengan label adegan kekerasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adegan kekerasan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Anak Suka Memukul, Karena "Tak Sadar"



Apakah boleh anak saya kembali menonton film Ultraman?
Selama ini ia sudah tidak suka memukul-mukul lagi. Saat ia berjanji tidak akan suka mukul-mukul lagi dan izin tuk nonton film itu lagi, apakah sebagai orang tua perlu mengizinkannya?
Ya, itulah sebuah pertanyaan yang diutarakan oleh seorang ibu kepada ayah Edy di sebuah radio.

Ayah Edy sebagai praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning, dengan lembut namun tegas menjelaskan pertanyaan ibu tadi diacara talkshow yang diudarakan oleh radio Smart FM. Ayah Edy menjelaskan bahwa janji anak tersebut adalah diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan saat anak tersebut suka mukul-memukul adalah dalam keadaan dibawah alam sadar.

Ya, sayapun langsung teringat bahwa saat menonton TV siapapun manusia mengalami keadaan "dibawah alam sadar" yang paling maksimal. Jadi, tak heran jika banyak hal-hal yang kita tonton di TV itu akan sangat mudah terekan dalam otak kita. Jadi tak heran jugalah, jika anak yang suka menonton "adegan kekerasan" di TV akan sangat mudah mengikuti di kehidupan sehari-harinya.

Jadi, ikuti saja saran ayah Edy tadi. Sangat jelas dan tegas bahwa kita sebagai orang tua tidaklah perlu mengizinkan anak-anak tuk menonton film-film yang berisi adegan kekerasan. Ya, walaupun sianak sudah berjanji. Ingat, janjinya itu diutarakan dalam keadaan "sadar" lhoo. Sedangkan saat menonton akan ada proses "merekam", dan dilain waktu dalam keadaan "dibawah alam sadar" akan diikuti/dipraktekan.

So, solusinya gimana dong?
Dikit aja deghh nontonnya film Ultramannya... Sekali-kali aja deghh nonton film Power Rangernya... Sebentar aja deghh nonton film Kamen Ridernya...
TIDAK!!! Sekali jangan, tetap jangan...
Ganti aja dengan film-film lain yang lebih mendidik... Mudah khann??? Heheee...
Anak pertama kami yang berumur hampir empat tahun juga suka nonton film-film seperti itu lhooo. Setelah diberi pengertian dan juga ketegasan dari kami orang tuanya, Alhamdulillah, lambat laun ia mulai mengerti. Dan sudah mulai mau tidak menonton film-film seperti itu tadi. Hufhhhh, Alhamdulillah, senangnya.... ^_^

*Yusuf Erlangga

Minggu, 29 Agustus 2010

Edukasi Adegan Kekerasan Di Televisi



Saat melihat beberapa "adegan kekerasan" di Televisi, secara otomatis sebagian besar orang tua meminta chanel TV itu diganti atau langsung mengganti sendiri dengan cepat menggunakan remote TV. Lhooo koq bisa? Iya karena kebetulan saat menonton TV, saat itu sedang ada anaknya (anak yg masih kecil) yang juga sedang menonton TV. Lhoo koq begitu sih??? Iya, karena sang orang tua tidak ingin sang buah hatinya melihat, lalu mengetahuinya, bahkan sampai meniru "adegan kekerasan" itu.

"Adegan kekerasan" itu apa aja sihh???
Saat di TV ada berita tentang seorang pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh massa, ada adegan tembak-tembakan antara polisi dan penjahat dalam sebuah film laga, ada adegan seseorang yg sedang dipukul dan ditendang dalam sebuah sinetron, ada sebuah pertunjukan ketahanan fisik (spt debus, sulap, dll) di sebuah acara TV Show, atau ada juga siaran olah raga adu fisik seperti tinju, gulat, dll.
Sesaat melihat adegan itulah, sang ibu cepat2 mengganti chanelnya.

Apakah hal tersebut sudah tepat? Ya, niatnya sudah benar. Tapi masih banyak yang keliru, yaitu sebagaian besar sang orang tua cepat-cepat mengganti chanel TVnya dengan maksud si anak tidak melihat. Namun sayangnya tanpa terlebih dulu memberi tahu apa yang tadi telah terjadi. Lalu, gimana dong baiknya?

Disinilah saatnya kita sebagai orang tua, memberi edukasi tentang apa yang telah terjadi didunia nyata (walau hanya dilihat dari TV).
Pada contoh kasus pencuri yang dipukuli massa tadi kita bisa banyak memberi edukasi. Sang anak bisa dijelaskan tentang dilarangnya mencuri, yaitu sesuai ajaran Agama, dapat merugikan orang lain (korban merugi hartanya yang dicuri), serta juga membahayakan bagi yang mencuri itu sendiri (dipukuli massa saat tertangkap). Disinilah pembelajaran moral dan akhlaq bagi anak dilakukan.

Tapi ingat, setiap "adegan kekerasan" di TV itu harus ada kita sebagai orang tua yang harus sigap dan cerdas memberi edukasi kepada anak-anak itu.

*Yusuf Erlangga
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template