Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Silaturahim Bareng Rekan SMP

Sore itu, saya dan istri serta dua anakku berangkat ke rumah Anisya. Ya, sore itu kami mengagendakan tuk hadir dalam acara buka puasa bersama rekan-rekan alumni kelas 3-2 SMPN 115 Jakarta tahun 1994-1997. Buka puasa bersama yang sekaligus temu kangen serta arisan kali ini masing-masing membawa makanan tuk hidangan bersama tak terkecuali tuan rumah.

Tercatat ada 11 member yang hadir pada acara hari itu. Yaitu saya plus istri & 2 anak, Anisya & anaknya sebagai tuan rumah, Dimas, Henny, Enti plus suami & 1 anak, Ajie & Dewi, Agus, Arief plus istri & 2 anak, Wawang plus istri & 1 anak, serta Susan plus calon suaminya. Tercatat banyak hidangan yang tersaji, yaitu es buah, teh manis hangat, serabi, martabak manis, martabak telor, pastel, nasi, ayam bakar, sate bandeng, mie goreng, cap-cay, buah anggur & salak, serta tak lupa sop tomyam buatan istriku. hehee, narsis :p

Kurang lebih 15 tahun yang lalu kami berpisah selepas lulus SMP, pertemuan kali ini bagiku terasa cukup menyenangkan. Ya, karena pertemuan kali ini relatif cukup banyak yang hadir di acara keluarga alumni ini khususnya pada 3 tahun belakangan ini. Walau waktunya mepet, setidaknya banyak manfaat yang saya dapat dipertemuan itu.

Walau mepet, kami masih bisa menyempatkan tuk Shalat Maghrib & Isya berjama'ah. Setelah Isya kami berkumpul melingkar. Giliran aku yang mengajak semua teman-teman tuk sedikit bermain. Siapa yang hafal semua nama lengkap teman-teman yang hadir. Ya, nama lengkap yahh. Bukan sekedar nama panggilan. Sebagian besar sihh pada hafal, walau ada beberapa yang agak bingung bin ragu dengan beberapa nama lengkap temannya.

Setelah nama lengkap sudah terjawab semua, lalu giliran kami masing-masing memperkenalkan diri ulang. Di moment inilah kami jadi tau ohhh ternyata si dia tinggal disitu tohh sekarang. Owhh ternyata ia itu kerja disana tohhh. Owhh ternyata bisnis itu milik dia tohhh. Dan disini pulalah kami jadi tau proses Ajie & Dewi yang sama-sama alumni teman sekelas di SMP dulu bisa menjadi pasangan suami-istri. heheee, emang gimana sihh ceritanya? :))

Ehmmm, jam sudah menunjukan pukul 20:00. Karena anak-anak ikut hadir dan sebagian teman anaknya ditinggal dirumah, maka acara kita sepakati ditutup saja. Makanan yang berlimpah sudah siap dibungkus oleh team ibu-ibu. Dan kami akhiri pertemuan malam itu dengan berfoto-bersama.
Ehmm, fotonya keren juga yahh. Berkat inisiatif tuan rumah yang menyarankan tuk menggunakan dresscode Putih-Jeans, maka fotonya terlihat kompak khann. Semoga pertemuan kali itu penuh keberkahan. Dan semoga pertemuan berikutnya bisa dihadiri lebih banyak lagi rekan-rekan yang lain. Aamiin...

*Yusuf Erlangga


Selasa, 10 Juli 2012

Sehat Ceria bersama TDA Bekasi



Ahad 8 Juli 2012, sekitar 35 keluarga berkumpul di pendopo Walikota Bekasi. Ya, mereka berkumpul pagi itu dalam rangka mengikuti acara jalan sehat "Bisnis Jalan, Pengusaha Jalan-Jalan". Acara yg dimotori oleh komunitas TDA Bekasi ini ternyata tak hanya dihadiri oleh membernya saja, namun juga dihadiri oleh beberapa member Bloger Bekasi (BeBlog) dan anak-anak sekolah (SMK). Tak tanggung-tanggung, ketua BeBlog kebagian tugas sebagai eMCe acara, dan aku bangga bisa menjadi eMCe pendampingnya.

Sekitar 90 peserta yang hadir berkumpul melingkar tuk pemanasan. Tak hanya orang dewasa saja yang serius ikut pemanasan, tapi anak-anakpun ikutan juga. Ya, karena acara hari itu bukan hanya diperuntukan tuk membernya saja, namun pasangan (istri/suami) serta anak-anak diikut sertakan. Acara yang diselenggarakan dari member untuk member ini diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahim antar member. Tak ada yang merasa senior, semua sama berbaur. Bang Aji yang merupakan salah satu member baru di TDA Bekasi-pun tak segan-segan saat aku "tembak" tuk memimpin senam saat itu.

Jalan sehat melintasai jalan Ahmad Yani kota Bekasi dijalani oleh semua peserta. Rombongan membawa spanduk, yang berisi tentang kalimat-kalimat yang bertemakan tentang kewirausahaan. Tak ayal, warga di jalur Car Free Day itu ikut senyam-senyum saat membaca kata-kata pada spanduk yang dibawa rombongan ini. Diantaranya...
"Gelar Sarjana Penting, Gelar DAGANGAN Jauh Lebih Penting"
"Dagang Mulia, Hidup Taqwa, Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Masuk SURGA"
"Hari Boleh Libur, Semangat Jangan Kendur, Agar Usaha Terukur, Rajin-Rajin BERSYUKUR".

Setelah melewati perjalanan sekitar 2,5 km, rombonganpun tiba kembali di Pendopo. Disini seluruh peserta istirahat sambil menyantap sarapan yang sudah disediakan panitia. Sambil sarapan, pak Eko SHP sebagai eMCe memeriahkan suasana dengan mulai membagikan beberapa hadiah/doorprize. Tercatat ada 23 hadiah yang disiapkan baik tuk orang tua, maupun para anak-anak yang hadir.

Acara dilanjutkan oleh sambutan pak Barra sebagai Ketua TDA Bekasi. Disini pak Barra mengajak seluruh member tuk tak segan-segan aktif dalam kegiatan TDA. Karena TDA itu hadir dari member tuk member. Walau merasa member baru, gak usah sungkan tuk ikut aktif dalam kepanitiaan acara. Ya, karena ini bagian dari regenerasi.

Pak Badroni Yuzirman sebagai founder komunitas TDA ikut hadir di acara itu. Beliau bercerita awal mulanya berdiri TDA pada 2006 lalu. Saat itu, dihadirkan pula pak Hantiar sebagai salah satu saksi hidup saat itu. Ya, beliau merupakan salah satu member TDA yang berkesempatan mendapat sewa tempat gratis di Mangga Dua tuk berdagang yang diberikan oleh pak Haji Alay (penasehat TDA) saat awal berdirinya TDA 2006 lalu. Banyak kisah lucu & inspiratif dari kisah naik-turunnya usaha pak Roni & pak Hantiar tadi. Hal ini sangat menginspiratif bagi peserta yang hadir, karena sebagian besar peserta yang hadir adalah orang-orang yang baru mendengar kisah itu. Yaitu para member baru TDA, para member BeBlog, serta keluarga (istri/suami) yang turut hadir.

Anak-anak yang hadir, turut larut gembira. Ya, karena mereka menanti tuk mendapat hadiah. Pak Eko SHP sempat berbisik padaku, hadiahnya beri saja kepada anak-anak yang mau maju tuk dapat hadiah. Yang berani maju, beri aja hadiahnya. Eng ing engg, wowww ternyata diluar dugaan kita. Semua anak-anak maju kedepan. Alhasil giliran kita yang bingung, anak-anak yang maju ada sekitar 20an, sedangkan hadiahnya hanya ada 10, hehee. Ternyata anak-anak member TDA inisiatifnya tinggi dan berani tampil semua lhoo... Siapa dulu bapak-ibunya... :p
Alhamdulillah, kak Beky sebagai pembina TDA Kampus yang jauh-jauh datang dari Depok ke Bekasi dengan sangat terampil mengajak anak-anak bermain & belajar. Sehingga anak-anak pada saat itu gembira dan mendapat ilmu.

Setelah hadiah telah dibagiakan semua, para peserta berklumpul bersama tuk foto serta dilanjutkan bersalaman sebelum bubar pulang. Alhamdulillah, sehatnya dapat, ilmunya dapat, silaturahim/networkingnya dapat, anak-anakpun ikut gembira. Sampai jumpa diacara berikutnya... ^-^

Nb. foto bersama pak Eko SHP (http://eshape.wordpress.com)

*Yusuf Erlangga








Kamis, 19 April 2012

Anak Suka Memukul, Karena "Tak Sadar"



Apakah boleh anak saya kembali menonton film Ultraman?
Selama ini ia sudah tidak suka memukul-mukul lagi. Saat ia berjanji tidak akan suka mukul-mukul lagi dan izin tuk nonton film itu lagi, apakah sebagai orang tua perlu mengizinkannya?
Ya, itulah sebuah pertanyaan yang diutarakan oleh seorang ibu kepada ayah Edy di sebuah radio.

Ayah Edy sebagai praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning, dengan lembut namun tegas menjelaskan pertanyaan ibu tadi diacara talkshow yang diudarakan oleh radio Smart FM. Ayah Edy menjelaskan bahwa janji anak tersebut adalah diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan saat anak tersebut suka mukul-memukul adalah dalam keadaan dibawah alam sadar.

Ya, sayapun langsung teringat bahwa saat menonton TV siapapun manusia mengalami keadaan "dibawah alam sadar" yang paling maksimal. Jadi, tak heran jika banyak hal-hal yang kita tonton di TV itu akan sangat mudah terekan dalam otak kita. Jadi tak heran jugalah, jika anak yang suka menonton "adegan kekerasan" di TV akan sangat mudah mengikuti di kehidupan sehari-harinya.

Jadi, ikuti saja saran ayah Edy tadi. Sangat jelas dan tegas bahwa kita sebagai orang tua tidaklah perlu mengizinkan anak-anak tuk menonton film-film yang berisi adegan kekerasan. Ya, walaupun sianak sudah berjanji. Ingat, janjinya itu diutarakan dalam keadaan "sadar" lhoo. Sedangkan saat menonton akan ada proses "merekam", dan dilain waktu dalam keadaan "dibawah alam sadar" akan diikuti/dipraktekan.

So, solusinya gimana dong?
Dikit aja deghh nontonnya film Ultramannya... Sekali-kali aja deghh nonton film Power Rangernya... Sebentar aja deghh nonton film Kamen Ridernya...
TIDAK!!! Sekali jangan, tetap jangan...
Ganti aja dengan film-film lain yang lebih mendidik... Mudah khann??? Heheee...
Anak pertama kami yang berumur hampir empat tahun juga suka nonton film-film seperti itu lhooo. Setelah diberi pengertian dan juga ketegasan dari kami orang tuanya, Alhamdulillah, lambat laun ia mulai mengerti. Dan sudah mulai mau tidak menonton film-film seperti itu tadi. Hufhhhh, Alhamdulillah, senangnya.... ^_^

*Yusuf Erlangga

Jumat, 21 Oktober 2011

Sebab Bayi Tersenyum atau Tertawa



Melihat balita yang tertawa atau tersenyum membuat kita para orang tua pasti gembira bahkan akan ikut tersenyum juga. Hal inilah yang membuat saya penasaran, apa saja sihh yang biasanya membuat anak kami yang kecil itu tertawa atau sekedar tersenyum. Dan berikut ini adalah beberapa hal penyebab yang biasanya membuat anak-anak balita akan tertawa atau tersenyum:

1. Cii..Lukk..Baa..
Ini adalah hal yang paling sederhana yang hampir setiap bayi suka. Ya, layaknya mengagetkan & bermain petak umpet. Yaitu menyembunyikan wajah kita menggunakan tangan, atau dengan benda seperti selimut, bantal, dll.

2. Memainkan muka lucu
Bayi sangat suka melihat muka kita yang mendadak berubah menjadi lucu, bahkan terkadang bergaya memalukan karena bersikap konyol. Bahkan saat kita bersin, iapun bisa jadi tersenum.

3. Tiup bagian tubuhnya
Saat perut atau bagian tubuhnya seperti tangan/kaki kita tiup, ia akan geli dan akan tertawa. Tiupan angin yang menyentuh kulitnya itulah yang akan meresponnya.

4. Mainan bergerak & bersuara
Saat ada mainan yang bergerak didepannya ia akan senang, dan tak jarang langsung diambil tuk ia mainkan sambil ia tesenyum. Khususnya bila mainan tersebut mengeluarkan suara atau gerakan yang lucu.

5. Suara musik & lagu
Tak jarang saat sekecil mendengar sebuah lagu, tubuhnya akan bergoyang sambil ia tersenyum. Sebagian balita bahkan memiliki lagu favorit yang jika ia tiba-tiba mendengarnya (dari TV/Radio), otomatis akan tersenyum.

6. Melihat anggota keluarga
Biasanya ada orang-orang tertentu yang jika ia melihatnya, ia akan tersenyum. Orang yang dimaksud, bisa omnya, neneknya, kakaknya, atau tetangga. Biasanya orang yang dimaksud tersebut ada dalam memori sianak yang pernah membuatnya tertawa.

7. Melihat binatang
Selain mainan, binatang dapat membuatnya tersenyum. Tak harus binatang peliharaan yang lucu, binatang yang sering ada dirumah seperti semut, kecoa, cicak, dll pun dapat membuatnya tersenyum.

8. Suara mulut
Suara dengan karakter tertentu yang kita buat dari mulut kita dapat membuatnya tertawa. Seperti menirukan suara-suara hewan atau suara alat musik. Bahkan suara semburan mulut kitapun bisa. Dan tak jarang sikecil akan menirukan suara kita.

9. Dikelitikin
Dikelitikin ini adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan agar sikecil tersenyum atau tertawa. Tentu dengan disesuaikan dengan kondisi sikecil dan dibarengi pula dengan gerakan atau suara-suara lucu.

Itulah beberapa poin yang biasanya dapat membuat anak kami tertawa atau tersenyum, tentu juga pada anak-anak balita pada umunya.

*Yusuf Erlangga

Senin, 10 Oktober 2011

Manfaat Anak Bermain



Tidak bisa dipungkiri, bermain adalah fitrahnya dari anak-anak. Dan ternyata bermain itu memiliki banyak manfaat lhooo. Ya, berikut ini adalah aneka manfaat dari bermain bagi anak-anak yang dirangkum dari berbagai sumber dan pernah dipublish dalam akun twitter @ecokiddy dengan handstag #ManfaatAnakBermain:

- melatih fungsi fisik anak
- menumbuhkan daya saing dan kemampuan bersaing secara sehat
- penting untuk pengembangan daya kreatifitas anak
- belajar mengembangkan keterampilan bergaul atau keterampilan bersosialisasi
- belajar memahami keinginan orang lain dan belajar juga menaati peraturan yang ada di lingkungan sekitar
- menciptakan suatu keadaan di mana anak belajar menerima kekalahan tanpa merasa kalah atau tanpa merasa bersalah
- dapat menghilangkan stres anak, yaitu melepaskan ketegangan pada anak dengan sehat
- sangat penting bagi pertumbuhan intelektual anak
- belajar untuk memecahkan masalah seefisien dan secepat mungkin
- latihan merangsang anak untuk berpikir secara tepat dan cermat
- latihan melatih konsentrasi berpikir dan bertindak bagi anak
- melatih kemampuan bekerjasama dalam tim atau kelompok
- mengajarkan anak berempati dan belajar mengatur emosinya
- melatih tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga
- anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain
- melatih belajar logika berpikir dan bertindak
- belajar memahami dunia dengan meniru dan mencoba segala macam interaksi yang kompleks
- menguatkan rasa percaya diri yang berefek tuk masa yang akan datang pula
belajar mandiri dan bertanggung jawab
- permainan luar tidak hanya sehat tetapi juga memberi kesempatan penting untuk menjelajahi dunia

Wowww, ternyata #ManfaatAnakBermain itu ada banyak yahhh. Tapi ingat ya ayah bunda, walau #ManfaatAnakBermain itu ada banyak, aktivitasnya tetap harus dikontrol lhhhoo...

*Yusuf Erlangga

Selasa, 02 Agustus 2011

Anak dan Ayah Bekerja


Abi, abi...,
Abi gak usah kerja yahh. Temenin aku dirumah dong, soalnya aku lemes nihh puasa. Kalo ada abi dirumah, khan aku gak perlu main panas2an diluar rumah. Tapi kalo gak bisa, gakpapa deghh, soalnya abi kan harus kerja nyari uang yahhh. :(

Ayah, ayah...,
Ayah nanti kerjanya pulang malam lagi ya? Bisa gak pulang dari kantornya sore aja, biar aku bisa buka puasa bareng ayah nihh. Tapi kalopun gak boleh sama Bossnya ayah dikantor, gakpapa degh. :(

Papah, papah...,
Papah pulang dinas keluar kotanya sampai kapan sihh? Cepet pulang dong pah, kan enak nihhh kalo bisa shalat teraweh di masjid bareng papah. Ohya papah itu sedang tugas negara yahh, kalo gitu aku ditemenin sama Mamah aja deghh dirumah. :(


Disuatu malam, si anak menulis selembar surat dan menyerahkan ke orang tuanya tsb;

Ayahku sayang, maaf ya aku nulis surat tuk ayah. Soalnya kalo aku ngomong langsung takutnya ayah gak mau, jangan2 malah marah kayak waktu itu. Soalnya ayah capek khan pulang kerja.

Ayah, mulai tahun ini kalo aku bisa full puasa gak usah dibeliin hadiah mainan deghh. Terus nanti pas lebaran juga gak usah beli baju baru yang bagus. Khan mainan & baju-baju aku masih ada koq. Sekalian nanti pas aku ulang tahun atau kenaikan kelas disekolah juga gak perlu beli hadiah dan mainan lagi yahhh.

Uangnya ayah tabung aja, nanti kalo tabungan ayah udah banyak khan ayah gak usah capek-capek kerja ke kantor lagi tuhh... Gakpapa kok gak dapat baju baru dan mainan baru. Khan lebih asyik kalo sering main sama ayah.

Udah dulu ya ayahku sayang, aku ngantuk nihh besok khan kita mau sahur. Apalagi ayah khan besok pagi-pagi harus sudah berangkat kerja lagi.
I Love You, Ayah....



Terkadang uang dan semangat bekerja sebagai karyawan mengalahkan semuanya dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup keluarga...
Padahal saat kita pensiun atau meninggal, perusahaan tempat kita bekerja memiliki ratusan bahkan ribuan orang untuk menggantikan kita lhoo...

Tapi sadarkah kita, tidak ada satupun orang yang bisa menggantikan kita sebagai orang tua di hati, pikiran, dan ingatan anak-anak kita tercinta...
Saat waktu sudah berlalu, maka kita tidak memiliki mesin waktu tuk kembali ke saat anak-anak kita membutuhkan kita untuk bermanja-manja..

Berwirausaha tidak menjamin kita bisa lebih santai daripada jadi karyawan.
Berwirausaha tidak menjamin kita bisa lebih banyak waktu bersama anak-anak kita daripada jadi karyawan.
Tapi dengan berwirausaha, kemungkinan itu lebih terbuka daripada hanya sekedar menjadi karyawan.

*Yusuf Erlangga

Senin, 29 November 2010

Medela Mini Electric Breastpump rusak? Tidak lagi...

Seperti disebutkan dalam tulisan bunda mengenai Pompa ASI Pilihan, bunda sesekali menemui kerusakan-kerusakan kecil selama menggunakan Breastpump Medela. Berdasarkan pengalaman bunda selama ini, biasanya kalau medela mogok kerja, masalahnya seputar 3 hal berikut :

1. Membran-nya melar atau retak/bolong.

2. Valve-nya pecah. Terutama dibagian tempat membran menempel.

3. Breastshield-nya pecah/retak.

Solusinya untuk ketiga masalah tersebut, biasanya bunda menggantinya dengan yang baru. Ini nih enaknya Medela, menjual sparepart secara terpisah. Khusus buat braeastshield kalo retaknya masih terjangkau oleh penggunaan lakban, masih bisa dipake. Lumayan masih bisa dijadikan cadangan. Intinya usahakan tidak ada udara dari luar yang masuk.

Nah, beberapa hari lalu, ketiga hal tersebut tidak terjadi pada Medela bunda, tapi koq tetep pompa ga bisa nyedot ya. Huhuhuuuu.... Sedih, apalagi sebentar lagi masuk kerja nih :(

Akhirnya browsing cari pasaran harga medela mini electric saat ini, sekaligus nyari tempat yang jual dengan best price (hihihi... teteeup ya bun). Lagi asyik browsing, kepikiran ada ga ya pengalaman yang pernah rusak juga pompanya dengan kasus serupa dengan bunda. Habis tiba-tiba sih rusaknya. Ternyata di suatu milis sudah pernah dibahas. Sebagian besar menyarankan untuk dibawa ke service center-nya Medela di Kelapa Gading (samping Lottemart Kelapa Gading). Ini alamat lengkap service centernya barang kali ada yang perlu (belum pernah coba menghubungi sih) :

MEDELA
Service Center
Phone : 021 - 9453 5569, 9459 5525
Jl. Kelapa nias XI, Kelapa Gading Permai
Jakarta Utara 14240

Tapi ada yang cerita, dengan kasus yang sama dengan bunda, katanya ditempat servicenya cuma ditangani beberapa menit, langsung oke lagi BP-nya. Disana cuma dicuci sebentar. Tapi bukan dicuci dengan dicelup secara keseluruhannya (hehehe... bisa kornslet ya). Pasti hanya bagian tertentu aja. Bunda nekat langsung nyobain sendiri, toh sudah rusak juga. Mencoba dengan sedikit meraba2 maksud/cerita pengalaman bunda yang pernah pergi ke SC Medela tersebut. Kira-kira seperti ini step by step-nya:
1. Cari wadah kecil untuk menampung air. kalo bisa ceper dan tidak tinggi pinggirannya. Bunda pake tutup-nya mangkok lulur.
2. Isi wadah kecil tadi dengan air.
3. Buka penutup mesin medela (penutup batere).
4. Celupkan bagian permukaan yang ada lingkaran hitamnya, dekat tempat lubang keluarnya hisapan mesin, ke dalam air. celup cukup hingga terkena permukaan air saja.
5. Nyalakan mesin (jangan lupa pasang kabel-nya ^^). Nanti akan ada air yang terhisap ke dalam mesin dan keluar melalui lubang kecil disamping tempat kabel berada. Ini nih yang dimaksud dicuci. Hidupkan mesin kira-kira 10-15 detik aja.
6. Lakukan pencucian beberapa kali (waktu itu bunda lakukan 3x)
7. Langsung dicoba untuk memerah ASI. Alhamdulillah sukses !!


Waktu itu senang bangeeeettt..... keinginan coba-cobanya membuahkan hasil. Ga perlu BP baru deh ^_^ (ini yang terpenting, hihihi...). Menurut cerita, teknisinya bilang kalau mesin berhenti menyedot dikarenakan adanya sumbatan ASI di dalam mesin. Sehingga pompa perlu dicuci. Dan disarankan untuk sesekali dicuci dan jangan memerah hingga botol penuh, sehingga menyebabkan ASI masuk ke dalam mesin. Catet ya bun... ^_^

Semoga bermanfaat

* Erlin Karlina

Kamis, 25 November 2010

Pompa ASI Pilihan

Sejak kelahiran Fathan, anak pertama kami, bunda amat sangat terbantu dengan yang namanya Breast Pump (BP) atau alat pompa ASI. Hal ini dikarenakan hingga saat ini pun ketika anak sudah 2, bunda belum bisa juga perah ASI secara manual dengan tangan. Apalagi sebagai ibu bekerja, alat pompa ASI pun benar-benar jadi andalan.

Mulanya BP yang bunda beli adalah merk Medela tipe Harmony. Setelah searching informasi sana-sini tipe dan merk ini termasuk yang paling direkomendasikan. Sebelum Fathan lahir, pompa ASI ini sudah ditangan. Sangat membantu sekali saat Fathan lahir. Karena fathan langsung dirawat di Perina Room, sementara bunda belum bisa jalan pasca kelahiran, otomatis ASI belum bisa diberikan secara langsung. Pompa inilah yang membantu, sehingga ASI segar dapat segera didistribusikan. (Loh... kayak ransum aja nih ^^)

Medela Harmony

Alhamdulillah, pompa jenis ini termasuk dapat dihandalkan. Sekali pompa bisa penuh botol berkapasitas 150 ml ini. Untuk hari-hari pertama memang tidak banyak hasilnya, tetapi lama-lama mengikuti kebutuhan anak juga. Sesuai prinsip produksi ASI yang berdasarkan demand. Nyaman digunakan, harga menengah, makanya langsung jadi pilihan. Kelemahannya : pegel banget, karena gerakan tangan harus seperti memeras (ada yang bilang juga seperti menembak). Semakin cepat dan lama memompa, semakin banyak hasil yang diperoleh. Nah, kalo sudah pegal, hasil jadi ga maksimal. Selain itu kedua tangan harus fokus dialat pompa juga, sehingga tidak dapat melakukan aktifitas lainnya.

Beberapa waktu setelah masuk kerja, akhirnya muncul keinginan untuk mengganti dengan tipe electric untuk mempercepat proses pemerahan. Tapi harganya itu buuun.... 2x lipat Harmony. Pas jalan-jalan ke Babyshop, iseng nanya electric breastpump dan ditawari merk IQ-Baby. Harganya dibawah Medela Harmony. Ragu juga sih, sama kualitas n harganya saat itu. Tapi karena terbuai sama testimoni n tawaran si Koko, akhirnya beli juga ^_^

IQ Baby

Sampai dirumah langsung dicobain... Memang benar kata orang, ada rupa ada harga. Masih lebih enak pake Medela Harmony. Pernah lihat beberapa review orang di internet, ada sih yang bilang puas dan nyaman pake merk ini, murah pula untuk ukuran electric. Beda-beda ya tiap orang... Akhirnya langsung diniatkan untuk beli Medela Mini Electric aja, ini nih penampakannya :

Medela Mini Electric

Sama, sampai dirumah langsung dicoba. Dan hasilnya.... MEMUASKAN!
Wah, kalo tau seperti ini nikmatnya. Dari awal harusnya investasi ke jenis ini aja. Nyaman banget dipake, hisapan mesinnya lembut, hasil yang diperoleh banyak dan super cepat. Saat mompa dikantor pun jadi lebih singkat waktu yang diperlukan. Satu lagi yang menyenangkan, dengan Mini Electric ini satu tangan lainnya bisa bebas beraktivitas. Very Recommended!!

Tentang keawetannya, jangan ditanya. Fathan lulus ASI hingga "S2" dibantu dengan alat ini. Sekarang saat adiknya hadir, yang berarti pompa ini sudah berumur 2 tahun, medela masih dapat digunakan dengan baik. Wah, kayak marketingnya Medela aja nih jadinya. Biar objektif, kekurangan tipe ini adalah dari suaranya yang agak berisik, tapi ga ada apa-apanyalah dibanding manfaatnya. Selain itu, sesekali memang suka ada kerusakan kecil, tetapi tenang... semua ada sparepartnya. Setelah ini deh, bunda akan tulis pengalaman mengatasi kerusakan-kerusakan kecil medela.

* Erlin Karlina

Rabu, 17 November 2010

Persiapan Melahirkan Anak Kedua Kami

Beberapa hari menjelang kelahiran putra kedua kami, bunda sempatkan waktu untuk googling mengenai pengalaman melahirkan para bunda lainnya. Tak lupa membaca kembali tulisan bunda sendiri di blog ini tentang pengalaman melahirkan Fathan Hamasi, putra pertama kami.

Saat itu sungguh bunda merasa dikuatkan setelah membaca berbagai pengalaman menegangkan para bunda tangguh. Mungkin bagi sebagian orang membaca tulisan2 tersebut hanya akan menciutkan nyali mereka kedepan dalam menghadapi persalinannya. Tidak bagi bunda, justru itu akan menjadi modal bagi bunda untuk mempersiapkan segala sesuatunya, terutama dari segi kesiapan mental. Bunda merasa tulisan2 tersebut amat bermanfaat bagi bunda untuk menghadapi halang rintangan pada medan perjuangan sesungguhya kelak (hihihi... Bahasanya seram ya. Makanya dibikin ringan ahh, takut ada bumil yg ikutan baca :) nanti jadi sutris lagi...).

Oleh sebab itu, di tengah kemalasan bunda untuk blogging beberapa waktu terakhir ini, bunda paksakan betul untuk menuliskan pengalaman persalinan putra kedua kami, Hanan Zaidan. Siapa tahu akan bermanfaat bagi bunda-bunda yang akan melahirkan, atau bagi suami-suami yang istrinya akan melahirkan. Dan siapa tahu akan bermanfaat kelak ketika bunda akan menghadapi persalinan anak ketiga kami nanti (ya ampyuuun... Sudah kepikiran anak ketiga aja?? Hihihi...)

Satu hal yang paling bunda ingat menjelang kelahiran bayi kami adalah satu hari sebelumnya kami sempatkan mengajak anak pertama kami, Fathan untuk berwisata ke Stadion Bekasi. Ya wisata! karena disana Fathan yang menyukai bermain bola ini benar-benar menikmati pemandangan para pemain sepakbola profesional kota Bekasi yang sedang berlatih (bagi orang Bekasi yang kepingin ngajak putranya nonton latihan bola, bisa dateng setiap hari sabtu pagi ya...). Fathan juga menikmati betul wahana2 permainan murmer ala pasar malam. Ini nih foto2nya :




Kami sengajakan mengajak Fathan jalan2 kesana untuk menghibur Fathan yang kemungkinan akan agak berubah waktu bermainnya bersama kami di beberapa minggu awal pasca kelahiran adiknya. Selain itu juga untuk merangsang sang baby di perut untuk segera lahir karena memang sudah masuk waktunya (39 minggu). Sementara Fathan asyik menonton latihan para pemain Persipasi (klub bola asal Bekasi) dari pinggir lapangan bersama abinya, bunda khusyu' jalan bolak-balik didekat bangku penonton (tribun). Alhamdulillah keringetan juga... ^_^

Siang hari, pulang pasca dari Stadion Bekasi, bunda keluar flek. Sore harinya mulai ada tanda2 kontraksi, perut mulai terasa mules2 mau haid. Jaraknya masih dalam rentang waktu agak jauh, tapi sudah mulai beraturan (mungkin sekitar 15-30 menit sekali). Wahh... waspada nih... dalam hati kecil bunda (Ga gunung merapi aja yang ada status "waspada"-nya ^_^).

Alhamdulillah sudah menyiapkan segala keperluan kelahiran dalam 1 tas sejak kandungan berumur 36 minggu... (hheehehe... kecepetan yaa? buat jaga2 aja). Semakin malam intensitasnya semakin sering dan beraturan. Kalo anak pertama, abi rajin catetin intensitas kontraksi bunda melalui buku catatan kecil milik bunda, untuk anak kedua kali ini, abi rajin catetin di smartphone-nya.

Di malam harinya, kontraksi sudah mulai 5-7 menit sekali, flek juga terus terlihat setiap kali buang air kecil. Praktis malam itu bunda tidak bisa tidur, abi setia menemani, walau bunda sudah katakan belum perlu. Pertengahan malam, sudah benar2 teratur 5 menit sekali. Tanda harus segera ke RS... Tapi bunda sendiri masih merasa ragu dan ingin menunda saja berharap sampai di RS pembukaan sudah besar. Jam 2 dini hari, rasa-rasanya sudah mulai tak sanggup. Tapi tetap kami putuskan ba'da sholat subuh saja berangkat ke RS-nya.

Sekitar pukul 5.30 kami tiba di RSIA Anna Pekayon. Sudah ada Nenek dan Om Erlan yang sudah datang lebih dahulu. Tak lama, bunda masuk ruang observasi. Dipasanglah alat CTG diatas perut untuk memeriksa detak jantung bayi dan kontraksi rahim. Hasilnya: kontraksi bagus, sudah 5 menit sekali. Namun bayi nampaknya kurang oksigen. Bunda pun di beri oksigen tambahan. Pemeriksaan dalam dilakukan, ternyata baru pembukaan 2. Kaget juga, karena mulasnya yang sudah luar biasa itu dan sudah beraturan 5 menit sekali dari semalam, ternyata baru pembukaan awal. Tapi tetap, Alhamdulillah...

Oleh suster disarankan untuk jalan-jalan keliling RS dulu untuk merangsang kontraksi dan mempercepat pembukaan. Setelah sebelumnya diberi masukan untuk optimis dan kuat dalam menjalani proses ini. Jangan cengeng, hadapi dengan tegar setiap merasakan sakit. Jika sakit, segera tarik nafas dalam2 dan buang dengan perlahan. Jika kita tenang, insyaallah semuanya mudah dilewati. Jika dirasa-rasa malah akan semakin terasa sakit. Ditanya juga apakah bunda mengkonsumsi rumput Fatimah, bunda jawab tidak. Ternyata menurut keterangan suster, rumput Fatimah memiliki kandungan yang kurang lebih sama dengan yang terkandung dalam cairan induksi. Bedanya jika diinduksi, paramedis mengetahui dosis yang digunakan, sedang pada rumput Fatimah tidak demikian. Berpotensi over dosis dan sangat berbahaya. Suster menganjurkan untuk minum sari kurma aja. Alhamdulillah bunda sudah rutin minum sari kurma… Sungguh suster yang bantu observasi ini TOP markotop deh, ngasih masukan dan pengetahuan yang bermanfaat. Gayanya dalam menyampaikan pun layaknya motivator. Pelajaran banget buat bunda.

Pukul 11.00 bunda diperiksa lagi, baru pembukaan 3. Alhamdulillah. Lalu diperiksa lagi melalui CTG apakah ada perubahan, ternyata belum. Pemberian oksigen dilanjutkan. Sementara catatan mengenai kontraksi rahim justru hasilnya lebih buruk, intensitasnya menurun. Infus pun mulai diberikan untuk memberikan kekuatan dalam proses persalinan kelak.

Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik kami menanti… Ba’da maghrib rasa mulas sudah mulai tak tertahankan, tapi pembukaan belum juga sempurna (Lupa euy tepatnya pembukaan berapa, yang jelas baru sekitar jam 20.00 pembukaan 9). Dorongan kuat dari dalam seperti tak tertahankan, rasa ingin mengejan yang teramat sangat, tapi tetap diperintahkan untuk ditahan oleh suster. Rasa-rasa sudah mau keluar bayi ini, tapi tetap tidak boleh mengejan, selain itu dokter pun belum juga tiba. Subhanallah…

Pukul 21.00 diperiksa kembali, masih pembukaan 9. Huhuhuuu…. :( Suster masih menahan juga. Bunda diminta untuk berbaring menyamping saja. Tidak beberapa lama (mungkin hanya 5 menit) dokter pun tiba dan langsung mengajak memulai proses persalinan, tanpa mengecek terlebih dulu apakah sudah sempurna pembukaan…???

Sejak usia kehamilan 7 bulan sudah diprediksi bayi akan besar. Bahkan dua minggu menjelang kelahiran berat bayi sudah 3,5 kg. Melihat prediksi besarnya bayi, maka ada kemungkinan melahirkan secara Caesar. Satu hal yang bunda takuti. Menghantui hingga detik-detik menjelang kelahiran. Apakah bisa bayi bunda dilahirkan secara normal, karena mungkin saat itu sudah 3,8 kg berat perkiraannya (karena menurut informasi dari buku, berat bayi naik100-200gr/minggu pada minggu2 terakhir). Dari awal sejak observasi di pagi hari – hingga malam hari, bunda terus bertanya kepada suster yang berbeda2 apakah bunda bisa melahirkan normal jika berat bayi sekitar 3,8 kg. Sama seperti dokter, semua menjawab bisa. Dokter bilang “ibu tinggi, insyaallah dibawah 4kg masih bisa normal”, suster bilang “ insyaallah bisa bu, tapi mungkin hanya agak lama saja prosesnya”.

Dimulailah proses menegangkan itu akhirnya. Mengejan pertama belum bisa, kedua belum sukses, ketiga belum berhasil juga. Sempat nengok ke suami dan bilang “ bi, bunda ga bisa…” sambil berlinang airmata. Huhuhuuuu… melankolis banget yak :) (yang kebayang saat itu bayinya besar banget nih, jangan2 memang harus melalui operasi). Tapi Alhamdulillah disemangatin terus sama suster dan bidan. Sementara dokter focus ngasih arahan. Akhirnya dicoba lagi dengan menarik nafas panjang, kepala diangkat melihat ke arah perut, geraham dipertemukan serapat mungkin, mengejan sekuat-kuatnya, barulah si dede lahir juga. Subhanallah walhamdulillah…

Bahagianya luar biasaaaa. Lahir putra kedua kami dengan PB 49 cm dan BB 3,45 kg (Wow… beda banget dengan prediksinya ya, pelajaran lagi buat bunda, jangan terlalu yakin dengan hasil USG). Ga kepikiran lagi proses panjang menjelang kelahiran tadi. Inget banget bunda, saat itu sementara bunda menahan sakit kontraksi, dokter, bidan n suster asyik nonton IMB (Indonesia Mencari Bakat) di TV, setelah sebelumnya mama n ibu asyik nonton Ketika Cinta Bertasbih episode terakhir. Hihihii… sekarang sih ketawa-ketiwi kalo inget. Waktu itu sih bingung juga… weleh2 pada nonton TV, cucunya mau lahir nih… Paramedis apalagi santainya, mungkin karena setiap hari menjalani hal ini. Atau mungkin trik mereka juga biar bunda ga stress kali ya ^_^

Segitu dulu deh ceritanya, karena ternyata cerita pengalaman pasca melahirkan justru lebih mengharu-biru.

*Erlin Karlina

Jumat, 22 Oktober 2010

Perceraian Menular dan Infotainment


Secara biologis, perceraian emang tidak bisa dikatakan menular. Namun secara hubungan sosial, ternyata di Amerika sana seorang peneliti dari California menyatakan cerai itu emang bisa menular. Cerai yang berarti berpisah antara pasangan suami istri yang telah menikah dalam Islam emang tidak dilarang, namun perbuatan itu sungguh tidak disukai Allah. Sehingga tak heran bila dilingkungan kita, kita temui banyak pasangan keluarga yang telah menikah harus berujung diperceraian bahkan ada yang telah menikah selama puluhan tahun.

Menurut penelitian tadi bahwa bilamana ada keluarga atau teman dekat dilingkungan kita bercerai, maka pasangan lain yang ada didekatnya itu akan mengalami kemungkinan 150% lebih mungkin untuk bercerai juga. Hal tersebut hampir mirip dengan kemungkinan menularnya kebiasaan merokok dan minum minuman keras. Dalam sebuah kasus di California tadi, ada seorang pasangan yang sudah 22 tahun menikah harus bercerai yang ternyata anak perempuan pertamanya juga baru saja bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun sebelumnya. Dan beberapa tahun kemudian, adik yang termudanya juga mengalami perceraian.

Dalam kasus tadi menggambarkan, saat ada masalah dalam sebuah keluarga ia akan melihat lingkungan keluarga terdekatnya yang bercerai ternyata hidupnya menjadi lebih baik dan nyaman. Sehingga mereka yang sedang ada masalah itu ikut memutuskan bercerai sebagai solusi dalam rumah tangganya. Ingat itu semua karena pengaruh lingkungan terdekatnya. Lingkungan terdekat itu bisa berasal dari saudara kandung, sepupu, orang tua, atau bahkan sahabatnya. Semakin dekat hubungannya maka semakin besar kemungkinannya untuk meniru.

Lalu bagaimana dengan pengaruh publik figur alias artis yang bercerai dan sering kita lihat di TV khususnya tayangan gosip infotainment? Bukan tidak mungkin, karena terus menerus kita lihat tayangannya dan sang artis tersebut tetap bahagia setelah bercerai, maka masyarakat yang sering menontonlah yang akan menjadi korbannya. Ehmmm, pantesan banyak tokoh yang menyarankan tuk melarang bahkan mengharamkan kita menonton acara infotainment. Infotainment yang merupakan turunan dari gosip itu dalam Islam bisa masuk kategori ghibah (membicarakan keburukan orang lain) yang memang dilarang dalam agama. Jadi masih mau nonton infotainment niyyy? ^_^

*Yusuf Erlangga

Senin, 11 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Manfaat ASI #6

Sambungan dari kisah sebelumnya
#5 Perkembangan Sibaby dan Aqiqah

Dihari pertama (25/09) sibaby menikmati ASI dari sang bunda (tepat dihari ketujuh kelahirannya), ia hanya mendapatkan asupan ASI 5cc per 3 jam sekali itupun menggunakan selang yang masuk lewat mulutnya dan langsung menuju lambungnya. Ternyata menurut perawat disana, idealnya baby yang baru lahir itu akan minta minum (ASI) setiap 3 jam sekali. Dan setiap minumnya itu, ia akan menikmati ASI sebanyak 50-60cc. Lhooo kalau begitu kenapa sibaby hanya mendapat 5cc saja? Iya, karena setelah berpuasa tuk minum secara langsung (sebelumnya hanya lewat infus), maka sibaby dilatih minum dikit demi sedikit. Dan setiap harinya akan terus ditambah, hingga 50-60cc dan infusnya benar-benar dihentikan.

Tepat seharian sibaby menikmati ASI pertamanya (8 x 5cc), Alhamdulillah pernapasan sibaby semakin membaik. Yang sebelumnya masih menggunakan selang oksigen dihidungnya, pada hari itu sudah mulai dilepas. Berarti pernapasannya sudah full tanpa alat bantu. Dan ASInya pun terus diberikan dan terus ditambah. Dan pada esok harinya, kadar bilirubinnya sudah kembali normal sehingga penyinarannyapun dihentikan.

Tepat 3 hari setelah ASI pertamanya tadi, perkembangan sibaby semakin meningkat. Setelah mendapat perawatan ekstra di ruang NICU selama 7 hari, akhirnya sibaby sudah dapat pindah perawatan di ruang Perina. Yang selama ini menggunakan inkubator tertutup, sehari di ruang Perina sibaby sudah dicoba menggunakan inkubator yang semi terbuka. Yaitu tempat tidurnya bayi yang memiliki mengatur suhu, namun ada bagian yang terbuka sehingga bercampur dengan suhu kamar.

Tepat dihari kesepuluh kelahirannya (29/09), hasil kultur-nya dinyatakan negatif. Sehingga dipastikan tidak ada bakteri, dll dalam tubuh sibaby. Sehingga infus (makanan) serta antibiotik yang selama ini tersambung melalui selang ditubuh sibaby sudah dapat dilepas. Dan pada hari itu sang bunda sudah dapat menggendong sibaby tuk pertama kalinya.

Sehari setelah itu (30/09), sibaby sudah dapat dipindah ke box baby terbuka walau masih diruang Perina. Dan sang bunda sudah dapat memberikan ASI secara langsung kepada sibaby. Lhoo koq baru sekarang ya? Iya, karena pada hari sebelumnya sibaby sudah bisa minum ASI 50-60cc per 3 jam. Sehingga latihan minum yang secara bertahap pasca berpuasa selama 1 minggu sudah dinyatakan lulus. Dan pada hari itulah sibaby sudah dapat secara leluasa minum ASI secara langsung (02/10).

Tepat sehari setelah kontak langsung antara sang bunda dan sibaby saat memberi ASI, sang dokter sudah menyatakan bahwa pada hari kemudiannya itu (03/10) sibaby sudah dinyatakan sehat dan dapat diizinkan untuk kembali pulang kerumah. Alhamdulillah...

Tamat (kisah #1 s/d #6)

*Yusuf Erlangga

Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Hikmah Aqiqah #5

Sambungan dari kisah sebelumnya
#4 Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet

Besok adalah tepat hari ke-tujuh kelahiran sibaby. Wahhh, hari ini (24/09) berarti harus mencari kambing tuk aqiqah niyyy. Alhamdulillah, walau dalam kondisi sibaby yang masih belum sehat, kami masih diberi kekuatan tuk mempersiapkan aqiqah anak kami tersebut. Dengan kemudahan yang ada, kita tinggal menghubungi usaha aqiqah yang cukup banyak diperkotaan seperti di Bekasi tempat tinggal kami.

Sikecil kan masih belom pulang dari RS, kenapa buru-buru sihhh? Tanya beberapa orang kepada kami. Emang sih Aqiqah itu hukumnya sunah. Dan ada beberapa pendapat, bahwa pelaksanaannya bisa dihari ke-7, ke-14, atau ke-21. Jadi kenapa harus buru-buru katanya. Namun kami berusaha untuk bisa melaksanakannya sesuai Hadist Nabi yang kami pahami.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya."
[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasai 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]


Berbekal ilmu itulah kami harus mempersiapkan Aqiqah bagi sibaby. Karena saya sempat teringat perkataan seorang Ibu yang menegor anaknya yang baru aja melahirkan bayi. Saat itu si anak yang baru melahirkan tersebut tidak menyegerakan tuk melaksanakan Aqiqah. Walau akhirnya dilaksanakan aqiqah juga sebulan kemudiannya. Saat itu ia beralasan sedang tidak punya uang. Padahal kata sang ibu tadi, gak punya uang gimana? Handphone aja dua. Kemana-mana pake mobil. Masak tuk membeli kambing aja tidak mampu. Kalau emang niat, beberapa harta benda miliknya kan bisa dijual dulu.
Wuihhh, bener juga tuhhh si Ibu. Oleh sebab itu, saya berusaha tuk tidak menunda-nunda walau kondisinya sesempit apapun.

Tepat pada hari ke-tujuh itu 2 ekor kambing yang sudah dipotong dan dimasak kami distribusikan ke beberapa tetangga serta yayasan panti yatim piatu dekat tempat tinggal kami. Pada hari itu pula, Hanan Zaidan resmi dilaunching sebagai nama putra kedua kami.

Dan saat kembali ke Rumah Sakit pada hari itu, kami mendapat kabar gembira bahwa baby Hanan sudah dilepas ventilatornya. Sehingga napasnya sudah tanpa bantuan mesin lagi. Karena kondisi sudah cukup membaik, kamipun berkesempatan untuk mencukur rambut baby Hanan. Karena kondisi tidak memungkinkan, alhasil hanya sebagian rambut saja yang dapat tercukur.

Selain sudah dilepas ventilatornya, dan pada malam itu sibaby sudah diizinkan tuk mencoba minum ASI. Subhanallah, tepat dihari ketujuh ini sibaby sudah mulai minum setelah sebelumnya harus berpuasa. Karena masih belajar, minum ASInya masih menggunakan selang yang langsung masuk kebagian lambungnya dan susunya hanya diberikan 5cc per 3 jam.

Ya, hari ini adalah titik balik perkembangan kesehatan yang positif bagi sibaby. Dan kami meyakini ini sebagai tanda kebesaran Allah pada hambanya. Setelah Aqiqah dilaksanakan, pada hari itu juga "perkembangan" sibaby semakin baik. Wallahu'alam...

*Yusuf Erlangga

Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet #4

Sambungan dari kisah sebelumnya
#3 Sibaby dan Ruang NICU

Setelah 3 hari dirawat pasca persalinan, Alhamdulillah pada siang itu (22/09) sang bunda sudah diizinkan untuk pulang dari RSIA Anna Bekasi. Ada persaan sedih saat itu, karena bayi yang telah dinanti selama 9 bulan lebih dikandungan tidak dapat ikut serta siang itu. Untuk mengurangi rasa sedih itu, saya mengajak sang bunda menuju RS Hermina Bekasi tuk menemui sibaby yang sehari sebelumnya telah dialih rawat ke ruang NICU rumah sakit itu.

Alih-alih agar senang, justru diruang NICU itu saya melihat sang bunda yang semakin sedih karena melihat kondisi sibaby secara jelas didepan matanya. Sibaby yang ada didalam inkubator itu harus menerima suntikan infus sebagai pengganti makannya (saat itu masih puasa) dan dimulutnya terdapat selang yang terhubung dengan ventilator (mesin bantu pernapasan). Ohya, saat itu adalah tuk pertama kalinya sang bunda dapat melihat dengan jelas sibaby dari dekat.

Perawatan khusus terus dijalankan, sibaby pernapasannya full menggunakan mesin. Kondisi belum membaik, justru pada pagi keesokan harinya (23/09) didapati kadar bilirubinnya diatas normal, yaitu 19 (kalo gak salah normalnya sekitar 12,5). Alhasil harus dilakukan penyinaran. Bahkan setelah seharian mendapatkan penyinaran, justru pada keesokan harinya (24/09) kadar bilirubinnya malah meningkat menjadi 20,4. Wahhh, bahaya itu kata sang perawat. Karena jika sudah melebihi angka 21 biasanya harus ada darah sibaby yang harus dikeluarkan (tranfusi tukar darah). Sehingga diputuskan untuk melakukan penyinaran double.

Pada hari itu Alhamdulillah pernapasan sibaby sudah ada kemajuan. Walau masih harus menggunakan ventilator, namun sang dokter sudah mencoba beberapa kali tuk melepas mesin itu. Jadi saat itu pernapasannya setengah dibantu dengan mesin, setengahnya lagi alami (walau masih ditambah dengan selang oksigen dihidungnya). Sang dokter menyatakan bahwa sibaby dasarnya memiliki "fisik" yang kuat, sehingga perkembangannya cukup membahagiakan. Terbukti, saat di inkubator tersebut, sibaby sering kali atau bahkan banyak bergerak. Agar tidak mengganggu alat-alat yang menempel ditubuhnya (infus, ventilator, dll), terpaksa tangan dan kaki sibaby harus diikat tuk mengurangi pergerakan.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sibaby dan Ruang NICU #3

Sambungan dari kisah sebelumnya
#2 Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina

Setelah 2 x 24 jam kondisi tidak membaik, dokter yang menangani anak kami (dr Ngakan Putu) menyarankan untuk konsul ke salah satu dokter ahli perinatologi, yaitu yang ahli menangani anak-anak berumur dibawah 1 bulan. Akhirnya pada Selasa siang (21/09) sibaby jalan-jalan menggunakan ambulan menemui dr Idham Amir (dokter sub spesialis) yang ada di RS Hermina Bekasi. Saat konsul tersebut, sang dokter menyatakan kondisi sibaby cukup sangat tidak baik alias "berat". Sesak napasnya cukup berat. Setelah mengisi jawaban rujukan dengan mengisi kondisi sibaby terkini beserta saran-saran tindakan, akhirnya kami (saya dan sibaby) kembali lagi ke RS Anna Bekasi. Menunggu beberapa jam, ternyata kondisi sibaby juga belum membaik. Sekitar jam 7 malam itu, sibaby diputuskan oleh dr Ngakan Putu (dokter yang di RS Anna Bekasi) untuk dilakukan alih rawat ke RS Hermina Bekasi dan agar ditangani langsung oleh dr Idham Amir tadi.

Sesampai di RS Hermina Bekasi malam itu, sibaby langsung mendapat penanganan awal di ruang IGD. Setelah sejam lebih di ruang IGD itu, kondisi sibaby semakin mengkhawatirkan, sehingga harus dilanjutkan untuk masuk ke ruang NICU (ruang perawatan khusus, levelnya diatas ruang perina karena lebih lengkap peralatannya). Sekali lagi alhamdulillah saya masih bisa terus mengikuti perkembangannya dengan melihat langsung proses penanganannya baik saat di IGD maupun saat di NICU.
huhfhhhh, sedih niyyy kalo mengingat saat-saat proses penanganannya... :((

Karena kondisinya semakin kurang baik, akhirnya malam itu sibaby diputuskan untuk menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan). Setelah sebelumnya hanya menggunakan selang oksigen. Jadi saat itu napasnya full dibantu oleh "mesin", sekali lagi saya melihat proses pemakaian alat tersebut yang dilakukan oleh 5 orang perawat. huhhfff, jd sedih lagi niyyy mengingatnya :((

Wowww, harus diruang NICU yahh? Kenapa gak diruang Perina aja ya? Bedanya apa sihh???
Intinya sihhh hampir sama, yaitu dimana ruang tersebut adalah tempat dimana bayi-bayi yang berusia sampai dengan 1 bulan perlu mendapat perawatan khusus. Ruang NICU yang artinya Neonatal Intensive Care Unit atau yang sering disebut juga dengan ICU-nya untuk bayi memiliki alat-alat yang lebih lengkap. Selain itu, diruangan ini perawat yang jaga disana selalu standby dengan selalu mengisi status perkembangan sibaby yang perlu diisi setiap beberapa menit sekali (tergantung kasusnya). Dan perlu diketahui, ternyata tidak semua Rumah Sakit memiliki ruangan ini bahkan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sekaligus.

*Yusuf Erlangga

Jumat, 08 Oktober 2010

Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina #2

Lanjutan dari kisah sebelumnya
#1 Persalinan Bunda dan CTG

Setelah menunggu hampir 15 jam di RS, "pembukaan sepuluh" akhirnya datang juga. Proses persalinan siap dimulai. Dengan waktu 1 jam lebih, Alhamdulillah jam 22:12 seorang bayi laki-laki lahir kedunia. Proses kelahirannya normal spontan (tanpa alat bantu vakum/dll, apalagi operasi cesar). Alhamdulillah saya berkesempatan "nonton" proses persalinan tersebut. Sesaat dilahirkan tersebut, ternyata kondisi sibaby kurang baik (setelah dicek langsung oleh dokter anak yang standby di ruang persalinan). Sibaby tidak langsung menangis, ternyata sibaby agak banyak menghirup air ketuban. Dan yang jadi agak sedikit masalahnya air ketuban tersebut sudah berwarna agak hijau. Secara fisik, dari luar juga terlihat napasnya agak berat (terlihat gerakan didadanya yang seperti sesak napas).

Pertolongan pertama langsung dilakukan. Dilakukan penyedotan menggunakan selang melalui hidung dan mulut (klo gak salah yang saya liat), sibaby dibolak-balik, ditepok-tepok, digosok-gosok, dll (maap kalo agak lebay, tapi itulah pertolongan pertama). Setelah dilakukan bersih-bersih dan cek fisik diruang persalinan itu, akhirnya sibaby selanjutnya harus di rawat diruang perina (ruang perawatan khsusus), kalo normal biasanya hanya dibawa ke ruang perawatan bayi biasa.

Karena kondisi belum membaik (nafasnya masih agak berat), pada pagi harinya (20/09) dilakukanlah cek lab dan rotgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya cairan yang cukup banyak di sekitar paru-paru sibaby. Hal itulah yang menyebabkan napas sibaby menjadi agak berat. Perawatan di ruang perina dilanjutkan. Sibaby diharuskan puasa (karena jika minum ASI, ditakutkan akan mengganggu pernapasannya, bisa keselek, dan justru "berbahaya" baginya). Makannya lewat infus, hidungnya pake selang oksigen, dll. hikhikksss, sedih melihatnya... :((

Selama itulah sang baby mendapat perawatan khusus di ruang Perina. Apa sih ruang Perina itu???
Ruang Perina atau yang juga sering disebut dengan ruang Perinatologi adalah sebuah unit pelayanan khusus bagi bayi-bayi baru lahir yang mempunyai masalah atau sakit sampai usia satu bulan. Seperti telah diketahui bersama, bahwa keadaan bayi baru lahir itu dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu sejak didalam kandungan bundanya, selama proses persalinan, ataupun setelah kelahiran. Beberapa masalah bisa terjadi pada bayi baru lahir, sehingga memerlukan penanganan dan perawatan khusus agar bayi dapat diselamatkan dan mempunyai kualitas hidup yang baik dikemudian harinya.

Lalu, kasus apa saja yang biasa ditangani di ruang Perina itu?
Yaitu bayi baru lahir dengan risiko tinggi, misalnya bayi dengan gawat napas, lahir prematur, berat lahir amat sangat rendah, infeksi berat, kelainan bawaan (jantung, dll), termasuk yang memerlukan tindakan pembedahan. Karena kondisi seperti itulah, sehingga di ruang perina memiliki alat-alat yang lebih lengkap dari pada ruang perawatan bayi normal.

*Yusuf Erlangga

Persalinan Bunda dan CTG #1

Setelah ditunggu-tunggu, alhamdulillah istriku mulai mules-mules tanda kontraksi menuju persalinan di Sabtu malam (18/09). Dan sebenarnya, pada sore itu sudah tampak ada tanda-tanda flek. Hari Ahad pagi kami meluncur ke RSIA Anna Bekasi tempat selama ini kami kontrol kehamilan serta rencana kami untuk proses persalinan. Sekitar jam 7 pagi dilakukan proses observasi untuk mengecek kondisi sang bunda dan si baby yang ada diperutnya. Melalui alat CTG, ternyata mules-mules (kontraksi)nya sudah bagus (salah satu tandanya yaitu dalam interval 10 menit ada mules 3 kali). Masih melalui alat tersebut diketahui kondisi bayi ada yang kurang normal (gak tau persis apanya, kemungkinan sihh denyut jantungnya), sehingga sang bunda selama menunggu persalinan menggunakan oksigen tambahan dengan harapan berpengaruh bagi sibaby. Ohya, pada observasi awal ini ternyata sang bunda sudah masuk "pembukaan dua". Setelah itulah sang dokter menyatakan bahwa sang bunda siap untuk bersalin hari itu juga, dan saya langsung diarahkan tuk melakukan pendaftaran administrasi di Rumah Sakit itu.

Beberapa jam kemudian, dilakukan observasi kedua masih menggunakan alat CTG. Dan pada kali itu sudah ada sedikit kemajuan, namun blom begitu sempurna (normal). Alhasil, sang bunda mendapatkan oksigen tambahan lagi sampai pembukaannya sempurna. Setelah beberapa jam menggunakan oksigen tambahan pasca observasi yang kedua itu, dilakukan cek CTG lagi. Alhamdulillah, kondisi janin maupun kontraksi sang bunda sudah baik.

Wowww, berarti dilakukan obsevasi menggunakan alat CTG hingga tiga kali tuhh. Emang CTG itu apa yahhh??? Setelah tanya sana sini dan searching sana sini, akhirnya saya jadi tau apa itu CTG nihhh.
CTG yang berarti CARDIOTOCOGRAPHY adalah suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim yaitu dengan cara merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim. Cara penggunaan alat CTG yaitu dengan cara menempelkan dua komponen alat pada perut bunda. Komponen yang satu untuk mendeteksi denyut jantung janin, dan yang satu lagi untuk mendeteksi kontraksi bunda. Alat ini ditempelkan dibagian perut bunda selama kurang lebih 10-15 menit. Lebih lengkapnya bisa di cek di wikipedia yahhh.

*Yusuf Erlangga

Minggu, 29 Agustus 2010

Edukasi Adegan Kekerasan Di Televisi



Saat melihat beberapa "adegan kekerasan" di Televisi, secara otomatis sebagian besar orang tua meminta chanel TV itu diganti atau langsung mengganti sendiri dengan cepat menggunakan remote TV. Lhooo koq bisa? Iya karena kebetulan saat menonton TV, saat itu sedang ada anaknya (anak yg masih kecil) yang juga sedang menonton TV. Lhoo koq begitu sih??? Iya, karena sang orang tua tidak ingin sang buah hatinya melihat, lalu mengetahuinya, bahkan sampai meniru "adegan kekerasan" itu.

"Adegan kekerasan" itu apa aja sihh???
Saat di TV ada berita tentang seorang pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh massa, ada adegan tembak-tembakan antara polisi dan penjahat dalam sebuah film laga, ada adegan seseorang yg sedang dipukul dan ditendang dalam sebuah sinetron, ada sebuah pertunjukan ketahanan fisik (spt debus, sulap, dll) di sebuah acara TV Show, atau ada juga siaran olah raga adu fisik seperti tinju, gulat, dll.
Sesaat melihat adegan itulah, sang ibu cepat2 mengganti chanelnya.

Apakah hal tersebut sudah tepat? Ya, niatnya sudah benar. Tapi masih banyak yang keliru, yaitu sebagaian besar sang orang tua cepat-cepat mengganti chanel TVnya dengan maksud si anak tidak melihat. Namun sayangnya tanpa terlebih dulu memberi tahu apa yang tadi telah terjadi. Lalu, gimana dong baiknya?

Disinilah saatnya kita sebagai orang tua, memberi edukasi tentang apa yang telah terjadi didunia nyata (walau hanya dilihat dari TV).
Pada contoh kasus pencuri yang dipukuli massa tadi kita bisa banyak memberi edukasi. Sang anak bisa dijelaskan tentang dilarangnya mencuri, yaitu sesuai ajaran Agama, dapat merugikan orang lain (korban merugi hartanya yang dicuri), serta juga membahayakan bagi yang mencuri itu sendiri (dipukuli massa saat tertangkap). Disinilah pembelajaran moral dan akhlaq bagi anak dilakukan.

Tapi ingat, setiap "adegan kekerasan" di TV itu harus ada kita sebagai orang tua yang harus sigap dan cerdas memberi edukasi kepada anak-anak itu.

*Yusuf Erlangga

Rabu, 30 Juni 2010

Baik Buruknya Anak Tergantung "Cetakan"nya

Baik buruk prilaku seorang anak tergantung "cetakan" yg disediakan oleh orang tuanya, begitulah apa yg dikatakan oleh Mario Teguh menjawab pertanyaan seorang penonton dlm sebuah acara di televisi swasta. Ia mencontohkan buah melon akan berbentuk kotak jika saat buah itu masih kecil (bibit) diletakan dlm sebuah wadah kotak, maka saat membesar buah melon itu akan mensesaki wadah kotak dan saat dibuka dari wadahnya maka buah melon tsb tdk berbentuk bulat, namun akan berbentuk kotak.


Jadi teringat dengan fathan anak kami yg saat ini usianya belum genap dua tahun namun kosakata yg keluar dr mulutnya makin beragam. Saat pekan lalu kami pergi ke Blok A Tanah Abang, disetiap tanjakan menuju tempat parkir kami mengajarkannya tuk ber-takbir. Alhasil setiap kami mengajaknya tuk bertakbir, iapun mengikutinya dengan semangat bahkan ikut2an takbir sambil mengepal telapak tangan dgn (ghiroh) semangat tinggi.


Dan dilain kesempatan, kami mendengar ia yg hobi bermain bola berteriak "gilaaaa" sesaat setelah ia menendang bola. Waduh, dapat dari mana nihhh kata "gila" tersebut??? Usut punya usut, ternyata ia meniru sebuah iklan provider Handphone dg tema "gila bola".

Emang benar yahh, baik buruk anak kita tergantung "cetakan" yg ada disekitarnya tuhhh.
Wallahu'alam.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 01 Juni 2010

Pelatihan Membuat Mie

Tepat hari minggu kemarin, 30 Mei 2010, keluarga kecil kami mendapatkan satu pengalaman unik kembali. Ini untuk pertama kalinya kami sekeluarga bareng-bareng ikut pelatihan. Asyik kan... :) Asyiknya lagi pelatihannya tsb adalah pelatihan membuat MIE... yang artinya alamat bisa nyicipin hasil karya nih diakhir pelatihan (hehehe... ketauan deh, itu harapan suami lho :) teteup bumil ga mau ngaku).

Awalnya dikabari suami kalo Mie Sehati mau ngadain pelatihan membuat mie, semula belum tertarik... tapi setelah dipikir2 anakku 'kan termasuk raja-nya mie, baru kepikiran harus kudu mesti ikut pelatihan ini. Siapa tau bisa diaplikasikan di rumah n bisa say good by sama mie instan kesayangannya...

Berangkat deh kita pagi-pagi ke lokasi di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, setelah sebelumnya kontak pak Eko eSHaPe dulu sang owner Mie Sehati. Izin untuk daftar dadakan, Alhamdulillah masih bisa ikutan... Ga lama sampai disana acara masak memasak pun dimulai... Satu persatu langkah membuat mie dijelaskan dengan gamblang oleh Bu Yeni, istri Pak Eko. Dengan peserta terbatas, leluasa sekali untuk bertanya jika tidak paham. Materi pun sudah disiapkan dalam bentuk lembaran modul. Wah semangat nih mau praktek di rumah. Padahal Mie Sehati mengadakan pelatihan mie ini juga dalam rangka memotivasi peserta untuk melihatnya sebagai peluang usaha. Hebat n salut buat Pak Eko n Bu Yeni, berbagi ilmu trus euy... Subhanallah, shodaqoh jariyah juga nih - ilmu yang bermanfaat... ^_^

Wah, pokoknya beruntung sekali-lah ikutan pelatihan ini, yang pengen ikutan pelatihan ini, Mie Sehati ngadain rutin 2 minggu sekali lho. Kunjungi ajak web-nya ya, plus bisa lihat foto kami sekeluarga di urutan pertama yang lagi serius ngikutin pelatihan hehehe... *keluarga narsis mode on


*Erlin Karlina
-kembali menulis dengan sedikit paksaan suami 'n terlanjur hutang janji :) -




Sedikit laporan pandangan mata...
Gerai Mie Sehati

Fathan pun antusias banget... ^_^

Bu Yeni menjelaskan...

Adonan Mie Hijau-nya digiling

Selasa, 04 Mei 2010

Tertawa Itu Emang Menyehatkan


Ternyata bener lho kata orang kalo "tertawa itu sehat".

Kejadiannya di suatu pagi saat mengendarai mobil kepala saya agak pusing. Kebetulan sdg bersama istri di mobil itu, alhasil seperti biasanya istriku itu menjadi terapis terbaik selama perjalanan. Yahhh tepat, ia memijat telapak tanganku (antara ibu jari & telunjuk) selama perjalanan. Karena titik itulah yg paling tepat sbg "titik pusing" seperti dlm ilmu pijat refleksi yg pernah saya baca.

Selain memijat, disela2 perjalan itu istriku bercerita pengalaman uniknya saat ia naik Bus (kendaraan umum) kemarin. Hahahahaaa, ternyata itu sebuah cerita lucu mengenai supir bus & kondekturnya. Mendengar cerita itu, saya tertawa terbahak-bahak. Karena itulah saya teringat dgn kata orang2 bahwa "tertawa itu menyehatkan". Woww, ternyata benar, pusing kepalaku sedikit mulai hilang. Akhirnya kubilang pada istriku, terus bercerita yg lucu2 atau terus memijat tangan selama perjalanan? Hahaaa, justru istriku yg tertawa karena bingung harus milih yg mana???

Sesampai dirumah aku cek di mbah google mengenai hal ini, ternyata hal itu benar dan banyak yg sdh menelitinya lho... Berikut salah satunya yg saya kutip dr http://kepribadianmu.blogspot.com dg judul 5 Fakta "Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan".

Berikut manfaat tertawa bagi kesehatan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar anti penuaan:

1.Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University).

2.Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University).

3.Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinefrin dan kortisol yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Berk, imunolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat).

4.Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstilumasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Mineapolis, Amerika Serikat).

5.Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Namehow, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).

Woww, kata para ahli seperti itu. Kalo begitu tertawa lagi aghhh... hahaahaaa :D

*Yusuf Erlangga
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template