Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Manfaat ASI #6

Sambungan dari kisah sebelumnya
#5 Perkembangan Sibaby dan Aqiqah

Dihari pertama (25/09) sibaby menikmati ASI dari sang bunda (tepat dihari ketujuh kelahirannya), ia hanya mendapatkan asupan ASI 5cc per 3 jam sekali itupun menggunakan selang yang masuk lewat mulutnya dan langsung menuju lambungnya. Ternyata menurut perawat disana, idealnya baby yang baru lahir itu akan minta minum (ASI) setiap 3 jam sekali. Dan setiap minumnya itu, ia akan menikmati ASI sebanyak 50-60cc. Lhooo kalau begitu kenapa sibaby hanya mendapat 5cc saja? Iya, karena setelah berpuasa tuk minum secara langsung (sebelumnya hanya lewat infus), maka sibaby dilatih minum dikit demi sedikit. Dan setiap harinya akan terus ditambah, hingga 50-60cc dan infusnya benar-benar dihentikan.

Tepat seharian sibaby menikmati ASI pertamanya (8 x 5cc), Alhamdulillah pernapasan sibaby semakin membaik. Yang sebelumnya masih menggunakan selang oksigen dihidungnya, pada hari itu sudah mulai dilepas. Berarti pernapasannya sudah full tanpa alat bantu. Dan ASInya pun terus diberikan dan terus ditambah. Dan pada esok harinya, kadar bilirubinnya sudah kembali normal sehingga penyinarannyapun dihentikan.

Tepat 3 hari setelah ASI pertamanya tadi, perkembangan sibaby semakin meningkat. Setelah mendapat perawatan ekstra di ruang NICU selama 7 hari, akhirnya sibaby sudah dapat pindah perawatan di ruang Perina. Yang selama ini menggunakan inkubator tertutup, sehari di ruang Perina sibaby sudah dicoba menggunakan inkubator yang semi terbuka. Yaitu tempat tidurnya bayi yang memiliki mengatur suhu, namun ada bagian yang terbuka sehingga bercampur dengan suhu kamar.

Tepat dihari kesepuluh kelahirannya (29/09), hasil kultur-nya dinyatakan negatif. Sehingga dipastikan tidak ada bakteri, dll dalam tubuh sibaby. Sehingga infus (makanan) serta antibiotik yang selama ini tersambung melalui selang ditubuh sibaby sudah dapat dilepas. Dan pada hari itu sang bunda sudah dapat menggendong sibaby tuk pertama kalinya.

Sehari setelah itu (30/09), sibaby sudah dapat dipindah ke box baby terbuka walau masih diruang Perina. Dan sang bunda sudah dapat memberikan ASI secara langsung kepada sibaby. Lhoo koq baru sekarang ya? Iya, karena pada hari sebelumnya sibaby sudah bisa minum ASI 50-60cc per 3 jam. Sehingga latihan minum yang secara bertahap pasca berpuasa selama 1 minggu sudah dinyatakan lulus. Dan pada hari itulah sibaby sudah dapat secara leluasa minum ASI secara langsung (02/10).

Tepat sehari setelah kontak langsung antara sang bunda dan sibaby saat memberi ASI, sang dokter sudah menyatakan bahwa pada hari kemudiannya itu (03/10) sibaby sudah dinyatakan sehat dan dapat diizinkan untuk kembali pulang kerumah. Alhamdulillah...

Tamat (kisah #1 s/d #6)

*Yusuf Erlangga

Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Hikmah Aqiqah #5

Sambungan dari kisah sebelumnya
#4 Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet

Besok adalah tepat hari ke-tujuh kelahiran sibaby. Wahhh, hari ini (24/09) berarti harus mencari kambing tuk aqiqah niyyy. Alhamdulillah, walau dalam kondisi sibaby yang masih belum sehat, kami masih diberi kekuatan tuk mempersiapkan aqiqah anak kami tersebut. Dengan kemudahan yang ada, kita tinggal menghubungi usaha aqiqah yang cukup banyak diperkotaan seperti di Bekasi tempat tinggal kami.

Sikecil kan masih belom pulang dari RS, kenapa buru-buru sihhh? Tanya beberapa orang kepada kami. Emang sih Aqiqah itu hukumnya sunah. Dan ada beberapa pendapat, bahwa pelaksanaannya bisa dihari ke-7, ke-14, atau ke-21. Jadi kenapa harus buru-buru katanya. Namun kami berusaha untuk bisa melaksanakannya sesuai Hadist Nabi yang kami pahami.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya."
[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasai 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]


Berbekal ilmu itulah kami harus mempersiapkan Aqiqah bagi sibaby. Karena saya sempat teringat perkataan seorang Ibu yang menegor anaknya yang baru aja melahirkan bayi. Saat itu si anak yang baru melahirkan tersebut tidak menyegerakan tuk melaksanakan Aqiqah. Walau akhirnya dilaksanakan aqiqah juga sebulan kemudiannya. Saat itu ia beralasan sedang tidak punya uang. Padahal kata sang ibu tadi, gak punya uang gimana? Handphone aja dua. Kemana-mana pake mobil. Masak tuk membeli kambing aja tidak mampu. Kalau emang niat, beberapa harta benda miliknya kan bisa dijual dulu.
Wuihhh, bener juga tuhhh si Ibu. Oleh sebab itu, saya berusaha tuk tidak menunda-nunda walau kondisinya sesempit apapun.

Tepat pada hari ke-tujuh itu 2 ekor kambing yang sudah dipotong dan dimasak kami distribusikan ke beberapa tetangga serta yayasan panti yatim piatu dekat tempat tinggal kami. Pada hari itu pula, Hanan Zaidan resmi dilaunching sebagai nama putra kedua kami.

Dan saat kembali ke Rumah Sakit pada hari itu, kami mendapat kabar gembira bahwa baby Hanan sudah dilepas ventilatornya. Sehingga napasnya sudah tanpa bantuan mesin lagi. Karena kondisi sudah cukup membaik, kamipun berkesempatan untuk mencukur rambut baby Hanan. Karena kondisi tidak memungkinkan, alhasil hanya sebagian rambut saja yang dapat tercukur.

Selain sudah dilepas ventilatornya, dan pada malam itu sibaby sudah diizinkan tuk mencoba minum ASI. Subhanallah, tepat dihari ketujuh ini sibaby sudah mulai minum setelah sebelumnya harus berpuasa. Karena masih belajar, minum ASInya masih menggunakan selang yang langsung masuk kebagian lambungnya dan susunya hanya diberikan 5cc per 3 jam.

Ya, hari ini adalah titik balik perkembangan kesehatan yang positif bagi sibaby. Dan kami meyakini ini sebagai tanda kebesaran Allah pada hambanya. Setelah Aqiqah dilaksanakan, pada hari itu juga "perkembangan" sibaby semakin baik. Wallahu'alam...

*Yusuf Erlangga

Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet #4

Sambungan dari kisah sebelumnya
#3 Sibaby dan Ruang NICU

Setelah 3 hari dirawat pasca persalinan, Alhamdulillah pada siang itu (22/09) sang bunda sudah diizinkan untuk pulang dari RSIA Anna Bekasi. Ada persaan sedih saat itu, karena bayi yang telah dinanti selama 9 bulan lebih dikandungan tidak dapat ikut serta siang itu. Untuk mengurangi rasa sedih itu, saya mengajak sang bunda menuju RS Hermina Bekasi tuk menemui sibaby yang sehari sebelumnya telah dialih rawat ke ruang NICU rumah sakit itu.

Alih-alih agar senang, justru diruang NICU itu saya melihat sang bunda yang semakin sedih karena melihat kondisi sibaby secara jelas didepan matanya. Sibaby yang ada didalam inkubator itu harus menerima suntikan infus sebagai pengganti makannya (saat itu masih puasa) dan dimulutnya terdapat selang yang terhubung dengan ventilator (mesin bantu pernapasan). Ohya, saat itu adalah tuk pertama kalinya sang bunda dapat melihat dengan jelas sibaby dari dekat.

Perawatan khusus terus dijalankan, sibaby pernapasannya full menggunakan mesin. Kondisi belum membaik, justru pada pagi keesokan harinya (23/09) didapati kadar bilirubinnya diatas normal, yaitu 19 (kalo gak salah normalnya sekitar 12,5). Alhasil harus dilakukan penyinaran. Bahkan setelah seharian mendapatkan penyinaran, justru pada keesokan harinya (24/09) kadar bilirubinnya malah meningkat menjadi 20,4. Wahhh, bahaya itu kata sang perawat. Karena jika sudah melebihi angka 21 biasanya harus ada darah sibaby yang harus dikeluarkan (tranfusi tukar darah). Sehingga diputuskan untuk melakukan penyinaran double.

Pada hari itu Alhamdulillah pernapasan sibaby sudah ada kemajuan. Walau masih harus menggunakan ventilator, namun sang dokter sudah mencoba beberapa kali tuk melepas mesin itu. Jadi saat itu pernapasannya setengah dibantu dengan mesin, setengahnya lagi alami (walau masih ditambah dengan selang oksigen dihidungnya). Sang dokter menyatakan bahwa sibaby dasarnya memiliki "fisik" yang kuat, sehingga perkembangannya cukup membahagiakan. Terbukti, saat di inkubator tersebut, sibaby sering kali atau bahkan banyak bergerak. Agar tidak mengganggu alat-alat yang menempel ditubuhnya (infus, ventilator, dll), terpaksa tangan dan kaki sibaby harus diikat tuk mengurangi pergerakan.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sibaby dan Ruang NICU #3

Sambungan dari kisah sebelumnya
#2 Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina

Setelah 2 x 24 jam kondisi tidak membaik, dokter yang menangani anak kami (dr Ngakan Putu) menyarankan untuk konsul ke salah satu dokter ahli perinatologi, yaitu yang ahli menangani anak-anak berumur dibawah 1 bulan. Akhirnya pada Selasa siang (21/09) sibaby jalan-jalan menggunakan ambulan menemui dr Idham Amir (dokter sub spesialis) yang ada di RS Hermina Bekasi. Saat konsul tersebut, sang dokter menyatakan kondisi sibaby cukup sangat tidak baik alias "berat". Sesak napasnya cukup berat. Setelah mengisi jawaban rujukan dengan mengisi kondisi sibaby terkini beserta saran-saran tindakan, akhirnya kami (saya dan sibaby) kembali lagi ke RS Anna Bekasi. Menunggu beberapa jam, ternyata kondisi sibaby juga belum membaik. Sekitar jam 7 malam itu, sibaby diputuskan oleh dr Ngakan Putu (dokter yang di RS Anna Bekasi) untuk dilakukan alih rawat ke RS Hermina Bekasi dan agar ditangani langsung oleh dr Idham Amir tadi.

Sesampai di RS Hermina Bekasi malam itu, sibaby langsung mendapat penanganan awal di ruang IGD. Setelah sejam lebih di ruang IGD itu, kondisi sibaby semakin mengkhawatirkan, sehingga harus dilanjutkan untuk masuk ke ruang NICU (ruang perawatan khusus, levelnya diatas ruang perina karena lebih lengkap peralatannya). Sekali lagi alhamdulillah saya masih bisa terus mengikuti perkembangannya dengan melihat langsung proses penanganannya baik saat di IGD maupun saat di NICU.
huhfhhhh, sedih niyyy kalo mengingat saat-saat proses penanganannya... :((

Karena kondisinya semakin kurang baik, akhirnya malam itu sibaby diputuskan untuk menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan). Setelah sebelumnya hanya menggunakan selang oksigen. Jadi saat itu napasnya full dibantu oleh "mesin", sekali lagi saya melihat proses pemakaian alat tersebut yang dilakukan oleh 5 orang perawat. huhhfff, jd sedih lagi niyyy mengingatnya :((

Wowww, harus diruang NICU yahh? Kenapa gak diruang Perina aja ya? Bedanya apa sihh???
Intinya sihhh hampir sama, yaitu dimana ruang tersebut adalah tempat dimana bayi-bayi yang berusia sampai dengan 1 bulan perlu mendapat perawatan khusus. Ruang NICU yang artinya Neonatal Intensive Care Unit atau yang sering disebut juga dengan ICU-nya untuk bayi memiliki alat-alat yang lebih lengkap. Selain itu, diruangan ini perawat yang jaga disana selalu standby dengan selalu mengisi status perkembangan sibaby yang perlu diisi setiap beberapa menit sekali (tergantung kasusnya). Dan perlu diketahui, ternyata tidak semua Rumah Sakit memiliki ruangan ini bahkan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sekaligus.

*Yusuf Erlangga

Jumat, 08 Oktober 2010

Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina #2

Lanjutan dari kisah sebelumnya
#1 Persalinan Bunda dan CTG

Setelah menunggu hampir 15 jam di RS, "pembukaan sepuluh" akhirnya datang juga. Proses persalinan siap dimulai. Dengan waktu 1 jam lebih, Alhamdulillah jam 22:12 seorang bayi laki-laki lahir kedunia. Proses kelahirannya normal spontan (tanpa alat bantu vakum/dll, apalagi operasi cesar). Alhamdulillah saya berkesempatan "nonton" proses persalinan tersebut. Sesaat dilahirkan tersebut, ternyata kondisi sibaby kurang baik (setelah dicek langsung oleh dokter anak yang standby di ruang persalinan). Sibaby tidak langsung menangis, ternyata sibaby agak banyak menghirup air ketuban. Dan yang jadi agak sedikit masalahnya air ketuban tersebut sudah berwarna agak hijau. Secara fisik, dari luar juga terlihat napasnya agak berat (terlihat gerakan didadanya yang seperti sesak napas).

Pertolongan pertama langsung dilakukan. Dilakukan penyedotan menggunakan selang melalui hidung dan mulut (klo gak salah yang saya liat), sibaby dibolak-balik, ditepok-tepok, digosok-gosok, dll (maap kalo agak lebay, tapi itulah pertolongan pertama). Setelah dilakukan bersih-bersih dan cek fisik diruang persalinan itu, akhirnya sibaby selanjutnya harus di rawat diruang perina (ruang perawatan khsusus), kalo normal biasanya hanya dibawa ke ruang perawatan bayi biasa.

Karena kondisi belum membaik (nafasnya masih agak berat), pada pagi harinya (20/09) dilakukanlah cek lab dan rotgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya cairan yang cukup banyak di sekitar paru-paru sibaby. Hal itulah yang menyebabkan napas sibaby menjadi agak berat. Perawatan di ruang perina dilanjutkan. Sibaby diharuskan puasa (karena jika minum ASI, ditakutkan akan mengganggu pernapasannya, bisa keselek, dan justru "berbahaya" baginya). Makannya lewat infus, hidungnya pake selang oksigen, dll. hikhikksss, sedih melihatnya... :((

Selama itulah sang baby mendapat perawatan khusus di ruang Perina. Apa sih ruang Perina itu???
Ruang Perina atau yang juga sering disebut dengan ruang Perinatologi adalah sebuah unit pelayanan khusus bagi bayi-bayi baru lahir yang mempunyai masalah atau sakit sampai usia satu bulan. Seperti telah diketahui bersama, bahwa keadaan bayi baru lahir itu dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu sejak didalam kandungan bundanya, selama proses persalinan, ataupun setelah kelahiran. Beberapa masalah bisa terjadi pada bayi baru lahir, sehingga memerlukan penanganan dan perawatan khusus agar bayi dapat diselamatkan dan mempunyai kualitas hidup yang baik dikemudian harinya.

Lalu, kasus apa saja yang biasa ditangani di ruang Perina itu?
Yaitu bayi baru lahir dengan risiko tinggi, misalnya bayi dengan gawat napas, lahir prematur, berat lahir amat sangat rendah, infeksi berat, kelainan bawaan (jantung, dll), termasuk yang memerlukan tindakan pembedahan. Karena kondisi seperti itulah, sehingga di ruang perina memiliki alat-alat yang lebih lengkap dari pada ruang perawatan bayi normal.

*Yusuf Erlangga

Persalinan Bunda dan CTG #1

Setelah ditunggu-tunggu, alhamdulillah istriku mulai mules-mules tanda kontraksi menuju persalinan di Sabtu malam (18/09). Dan sebenarnya, pada sore itu sudah tampak ada tanda-tanda flek. Hari Ahad pagi kami meluncur ke RSIA Anna Bekasi tempat selama ini kami kontrol kehamilan serta rencana kami untuk proses persalinan. Sekitar jam 7 pagi dilakukan proses observasi untuk mengecek kondisi sang bunda dan si baby yang ada diperutnya. Melalui alat CTG, ternyata mules-mules (kontraksi)nya sudah bagus (salah satu tandanya yaitu dalam interval 10 menit ada mules 3 kali). Masih melalui alat tersebut diketahui kondisi bayi ada yang kurang normal (gak tau persis apanya, kemungkinan sihh denyut jantungnya), sehingga sang bunda selama menunggu persalinan menggunakan oksigen tambahan dengan harapan berpengaruh bagi sibaby. Ohya, pada observasi awal ini ternyata sang bunda sudah masuk "pembukaan dua". Setelah itulah sang dokter menyatakan bahwa sang bunda siap untuk bersalin hari itu juga, dan saya langsung diarahkan tuk melakukan pendaftaran administrasi di Rumah Sakit itu.

Beberapa jam kemudian, dilakukan observasi kedua masih menggunakan alat CTG. Dan pada kali itu sudah ada sedikit kemajuan, namun blom begitu sempurna (normal). Alhasil, sang bunda mendapatkan oksigen tambahan lagi sampai pembukaannya sempurna. Setelah beberapa jam menggunakan oksigen tambahan pasca observasi yang kedua itu, dilakukan cek CTG lagi. Alhamdulillah, kondisi janin maupun kontraksi sang bunda sudah baik.

Wowww, berarti dilakukan obsevasi menggunakan alat CTG hingga tiga kali tuhh. Emang CTG itu apa yahhh??? Setelah tanya sana sini dan searching sana sini, akhirnya saya jadi tau apa itu CTG nihhh.
CTG yang berarti CARDIOTOCOGRAPHY adalah suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim yaitu dengan cara merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim. Cara penggunaan alat CTG yaitu dengan cara menempelkan dua komponen alat pada perut bunda. Komponen yang satu untuk mendeteksi denyut jantung janin, dan yang satu lagi untuk mendeteksi kontraksi bunda. Alat ini ditempelkan dibagian perut bunda selama kurang lebih 10-15 menit. Lebih lengkapnya bisa di cek di wikipedia yahhh.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 04 Mei 2010

Tertawa Itu Emang Menyehatkan


Ternyata bener lho kata orang kalo "tertawa itu sehat".

Kejadiannya di suatu pagi saat mengendarai mobil kepala saya agak pusing. Kebetulan sdg bersama istri di mobil itu, alhasil seperti biasanya istriku itu menjadi terapis terbaik selama perjalanan. Yahhh tepat, ia memijat telapak tanganku (antara ibu jari & telunjuk) selama perjalanan. Karena titik itulah yg paling tepat sbg "titik pusing" seperti dlm ilmu pijat refleksi yg pernah saya baca.

Selain memijat, disela2 perjalan itu istriku bercerita pengalaman uniknya saat ia naik Bus (kendaraan umum) kemarin. Hahahahaaa, ternyata itu sebuah cerita lucu mengenai supir bus & kondekturnya. Mendengar cerita itu, saya tertawa terbahak-bahak. Karena itulah saya teringat dgn kata orang2 bahwa "tertawa itu menyehatkan". Woww, ternyata benar, pusing kepalaku sedikit mulai hilang. Akhirnya kubilang pada istriku, terus bercerita yg lucu2 atau terus memijat tangan selama perjalanan? Hahaaa, justru istriku yg tertawa karena bingung harus milih yg mana???

Sesampai dirumah aku cek di mbah google mengenai hal ini, ternyata hal itu benar dan banyak yg sdh menelitinya lho... Berikut salah satunya yg saya kutip dr http://kepribadianmu.blogspot.com dg judul 5 Fakta "Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan".

Berikut manfaat tertawa bagi kesehatan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar anti penuaan:

1.Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University).

2.Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University).

3.Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinefrin dan kortisol yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Berk, imunolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat).

4.Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstilumasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Mineapolis, Amerika Serikat).

5.Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Namehow, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).

Woww, kata para ahli seperti itu. Kalo begitu tertawa lagi aghhh... hahaahaaa :D

*Yusuf Erlangga

Minggu, 04 April 2010

I'm Back !!

Arghhh.... alhamdulillah akhirnya.... I'm back!!
Setelah sekian waktu ku tak sudi berlama2 menyentuh blog, email, facebook, dan kawan-kawannya...
Setelah sekian waktu kubiarkan suamiku berjuang sendiri menghidupkan blog kami ini...
Setelah sekian waktu ku izinkan diriku untuk inkonsisten dengan tekadku ku sendiri...

Akhirnya balik lagi nih nulis... ^_^
Pergi beberapa waktu lamanya, baliknya bawa kabar gembira koq.
Alhamdulillah, insyaAllah fathan akan punya adik. Yup, kehamilan kedua nih. Minggu ini insyaAllah sudah 16 minggu menurut dokter. Ngidamnya ternyata emoh nge-blog ^_^. Sekedar blog-walking aja jarang bangetss... Padahal kalo dilihat dari tulisan terakhir, niatnya mo rajin nulis, sampe-sampe buat blog juga di blogspot ini (sebelumnya hanya ada di multiply). Hehehe... jadi malu *_*

Tapi... ada senangnya, bahan buat isi blog nambah nih... bakalan rajin nulis seputar kehamilan kayaknya.... ^_^v


*Erlin Karlina

Jumat, 05 Februari 2010

Sehat Itu Mahal

Sebagian besar masyarakat berkata: "sehat itu mahal"

Rasulullah SAW bersabda: "Kondisi sehat dan kesempatan luang adalah dua nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia, namun sering mereka lupakan."

Hal tersebut benar2 saya rasakan ketika disuatu siang di sebuah RS Swasta di Bekasi. Betapa tak miris, sejak awal mendaftar tuk menuju dokter/poli kita sudah disodori sebuah rincian biaya pengobatan untuk segera dibayar. Selesai konsul dng dokter, kita diarahkan tuk mengantri ke bagian farmasi (apotek). Saat nomor antrian dipanggil, kita harus menuju kasir yang sudah siap menyodorkan rincian biaya obat. Setelah dibayar, kita baru bisa mendapatkan kwitansi sebagai bukti pengambilan obat.

Saat sedang proses di kasir apotek itulah saya benar2 merasakan nikmat sehat, ternyata sehat itu emang tak murah. Secara tak sengaja saya memperhatikan seseorang yang sedang bingung sambil mengecek uangnya didompet saat dikasir setelah mendengar ia harus membayar biaya obat sekitar 300ribuan. Melihat gelagat bingung sang pasien, petugas kasir dng hati2 & ramah berkata: Ohh bapak mau ambil resepnya dulu ya? Baik, saya siapkan ya pak.

Sedih & syukur yang saya rasakan saat itu. Sedih karena mahalnya biaya di RS dan tak semua orang mampu membayarnya. Alhamdulillah saya ucapkan rasa syukur, walau saya sedang diuji dengan sakit namun masih diberi keluangan mengenai biaya pengobatan. Hal tersebut saya rasakan karena saya diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan (asuransi) oleh perusahaan tempat saya bekerja.

*Yusuf

Senin, 01 Februari 2010

Walau Sakit, Tetap Semangat


Benar kata orang, sehat itu menyenangkan. Hal tsb yg dirasakan oleh kami (saya & istri) disuatu hari Ahad yg sama2 merasakan sakit / kurang sehat.

Pada malam sblmnya (hr Sabtu), seperti biasa saya menghadiri jadwal rutin pekanan tuk "mengaji". Kebetulan jadwal pada pekan itu adalah mabit (bermalam) di Masjid Baitul Jabbar, Jatibening. Mabit malam itu sungguh menarik bagiku, bukan hanya materi & pembicara yg bagus (Ust. DH Al Yusni), namun krn saya sudah lama tidak hadir dalam acara2 mabit spt tsb. Karena dpt info yg mendadak, sehingga saya tidak bawa jaket/sarung yg harusnya bermanfaat saat mabit dimusim hujan seperti sekarang. Karena niat sdh kuat, Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan acara hingga selesai besok paginya.

Sesampai rumah dipagi itu, ternyata anakku sdg bermain-main diruang keluarga bersama bunda serta eyang-nya. Diruang keluarga itulah saya mulai merasakan badan ini terasa kurang vit, mungkin krn terkena angin saat tidur semalam. Sesaat itu pula langsung terpikir olehku tuk minta tolong ke istri tuk membuatkan minuman hangat. Belum sempat saya bilang ke istri, ternyata saya mendapatinya sedang rebahan dikamar.

Yahh, ternyata istriku sedang kurang vit juga. Ternyata ia sudah mulai merasakannya mulai dari semalam, mungkin masuk angin katanya. Yupp, saatnya membantu istri. Karena seingatku, istriku ini jarang sekali mengeluh sakit. Justru sayalah yg sering mengeluh sakit.

Pertolongan pertama aku mulai mengolesi badannya dng minyak kayu putih dan minyak pijit lalu memijat kepalanya. Karena ada keluhan pada perutnya yg terus mual, saya lanjutkan tuk menyiapkan teh manis yg agak kental/hitam. Disela-sela itulah niatan awalku tadi tuk minum minuman hangat tercapai juga dengan meminta dikit. Sebelum ia tertidur, akhirnya kupaksa ia tuk pesan makanan yg ia mau. Sup cream jamur pilihannya. Dengan kemampuan terbatas, akhirnya saya berhasil memasak masakan saset tsb. Alhamdulillah, satu mangkok kecil bs terisi ke perutnya. Lagi2 sayalah yg menghabiskan sisanya. hehee... :))

Merasa belum cukup, aku paksakan tuk memasak mie rebus plus telor & nasi. Alhamdulillah istriku tsb menikmatinya juga, lagi2 sebagian banyaknya (bukan sebagian kecilnya) saya yg menghabisi mie rebus tsb. heheheee... dasar rakus nihhh... :p
Merasa sudah cukup, kusarankan kepadanya tuk segera tidur/istirahat. Belum sempat tidur, ia teringat tuk membuatkan sarapan tuk fathan hamasi, anak kami tercinta. Akhirnya ia menyempatkan tuk menyiapkan dulu makanan n' mandi si kecil dulu...

Subhanallah, walau sedang kurang vit, perhatian seorang bunda kepada anaknya masih tetap besar. Terima kasih istriku...

*Yusuf
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template