Tampilkan postingan dengan label yusuf erlangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yusuf erlangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Ceria Bersama Adik-Adik Yatim & Dhuafa



"Siapa yang tau apa itu TDA?", tanya kakak MC kepada para audience.
Hampir semua menjawab "Tangan Di Atas" dengan serentak. Ya, itulah jawaban adik-adik para peserta "Ceria Besama Anak-Anak Yatim & Dhuafa" yang diselenggarakan oleh komunitas TDA Bekasi hari Sabtu lalu (28/07/2012). Mereka menjawab serentak karena emang hal itu terpampang dengan jelas di Backdrop yang berada dipanggung.

Giliran ditanya, "siapa yang tau TDA itu komunitas apa?"
Ehmm, mulai degh mereka bingung. Ada yang bilang komunitas yang gemar berbagi, komunitas sedekah, dan ada juga yang bilang komunitas bersama menebar rahmat (ini adalah tagline TDA yang juga ada di backdrop tadi, hehee). Ternyata hampir semua anak-anak saat itu gak tau lhoo. Saat kak Enjang dalam sambutan sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa ini adalah komunitas "pengusaha", baru deghh mereka tau. Mereka sempet bingung juga sihh, apa hubungannya pengusaha dengan Tangan Di Atas yahhh? Hehee :))

Selain baru tau apa itu TDA, kira-kira apa aja yahh tanggapan adik-adik tersebut terhadap acara hari itu?
Sebagai catatan pengurus TDA, diakhir acara saya yang bertindak sebagai panitia sie acara sekaligus sebagai MC-nya menyebar kuesioner yang berkaitan dengan acara tersebut. Ingat, harus tercatat & terukur... ;)

Dari 16 kategori penilaian dengan point nilai TIDAK BAIK (TB), KURANG BAIK (KB), CUKUP BAIK (CB), BAIK (B), SANGAT BAIK (SB), dan SANGAT BAIK SEKALI (SBS), dongeng dari kak Awam menurut anak-anak tersebut adalah kategori (moment) yang nilainya paling tinggi. Yaitu 60% mengatakan Sangat Baik Sekali (SBS) dan 40% mengatakan Sangat Baik (SB).

Berikut ini adalah rekap hasil kuesioner yang diisi oleh beberapa peserta. Walau hanya "sample", kuesioner ini disebar ke tiap-tiap kontingen/yayasan yatim-dhuafa yang hadir.

*1. Penyambutan panitia (regristasi awal) » TB-0, KB-0, CB-0, B-5, SB-4, SBS-1.
*2. Nonton film » TB-0, KB-0, CB-2, B-6, SB-0, SBS-1.
*3. Jenis permainan (games) » TB-0, KB-0, CB-1, B-3, SB-5, SBS-1.
*4. Hadiah games (doorprize) » TB-0, KB-1, CB-2, B-3, SB-4, SBS-0.
*5. Fasilitas ruangan acara » TB-0, KB-0, CB-5, B-2, SB-2, SBS-1.
*6. Fasilitas tempat shalat » TB-0, KB-1, CB-2, B-4, SB-1, SBS-2.
*7. Alokasi waktu shalat Ashar » TB-0, KB-1, CB-2, B-4, SB-2, SBS-1.
*8. Alokasi waktu shalat Maghrib » TB-0, KB-0, CB-3, B-4, SB-2, SBS-1.
*9. Hiburan nasyid dari Adz-Dzikru (SMKN 1 Bekasi) » TB-0, KB-1, CB-2, B-2, SB-4, SBS-1.
*10. Hiburan sulap dari kak Rozi » TB-0, KB-0, CB-3, B-1, SB-5, SBS-1.
*11. Sharing bisnis dari pengusaha TDA » TB-0, KB-0, CB-2, B-5, SB-2, SBS-1.
*12. Dongeng dari kak Awam » TB-0, KB-0, CB-0, B-0, SB-4, SBS-6.
*13. Sajian makanan & minuman pembuka puasa » TB-0, KB-0, CB-2, B-3, SB-3, SBS-2.
*14. Sajian makan malam » TB-0, KB-0, CB-0, B-6, SB-2, SBS-2.
*15. Sajian paket bingkisan (santunan) » TB-0, KB-0, CB-0, B-5, SB-3, SBS-2.
*16. Teknis pemberian paket bingkisan » TB-0, KB-0, CB-0, B-4, SB-2, SBS-4.

Setelah direkap, ternyata baru ngehh ada beberapa kategori penilaian yang berhubungan dengan acara yang terlewat. Diantaranya: teknis distribusi konsumsi dari panitia ke seluruh peserta, hiburan musik religi dari mikdat (binaan kampung dongeng), MC dari kak dhewsi & kak yuserla ;), dan kategori lain-lainnya.

Semoga point-point kuesioner tersebut bisa menjadi catatan bagi pengurus TDA Bekasi, khususnya tuk penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
Tidak menutup kemungkinan, hal itu bisa juga sebagai catatan bagi rekan-rekan lainnya.

Nb. Selain "tercatat & terukur" versi kuesioner, jangan lupa disimak yang "tercatat" versi fotonya yahh. Langsung aja disimak foto-foto hasil karya kak Azis Faozar di link ini » http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3396129345378.2129327.1334047268&type=1&l=1eb629fdfc

Terimakasih para donatur yang telah menyisihkan dana & rezekinya.
Terimakasih para relawan (rekan2 TDA) yang telah menyisihkan waktu & tenaganya khususnya di hari-H kegiatan.
Semoga berkah tuk semua... Aamiin...

*Yusuf Erlangga

Selasa, 10 Juli 2012

Sehat Ceria bersama TDA Bekasi



Ahad 8 Juli 2012, sekitar 35 keluarga berkumpul di pendopo Walikota Bekasi. Ya, mereka berkumpul pagi itu dalam rangka mengikuti acara jalan sehat "Bisnis Jalan, Pengusaha Jalan-Jalan". Acara yg dimotori oleh komunitas TDA Bekasi ini ternyata tak hanya dihadiri oleh membernya saja, namun juga dihadiri oleh beberapa member Bloger Bekasi (BeBlog) dan anak-anak sekolah (SMK). Tak tanggung-tanggung, ketua BeBlog kebagian tugas sebagai eMCe acara, dan aku bangga bisa menjadi eMCe pendampingnya.

Sekitar 90 peserta yang hadir berkumpul melingkar tuk pemanasan. Tak hanya orang dewasa saja yang serius ikut pemanasan, tapi anak-anakpun ikutan juga. Ya, karena acara hari itu bukan hanya diperuntukan tuk membernya saja, namun pasangan (istri/suami) serta anak-anak diikut sertakan. Acara yang diselenggarakan dari member untuk member ini diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahim antar member. Tak ada yang merasa senior, semua sama berbaur. Bang Aji yang merupakan salah satu member baru di TDA Bekasi-pun tak segan-segan saat aku "tembak" tuk memimpin senam saat itu.

Jalan sehat melintasai jalan Ahmad Yani kota Bekasi dijalani oleh semua peserta. Rombongan membawa spanduk, yang berisi tentang kalimat-kalimat yang bertemakan tentang kewirausahaan. Tak ayal, warga di jalur Car Free Day itu ikut senyam-senyum saat membaca kata-kata pada spanduk yang dibawa rombongan ini. Diantaranya...
"Gelar Sarjana Penting, Gelar DAGANGAN Jauh Lebih Penting"
"Dagang Mulia, Hidup Taqwa, Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Masuk SURGA"
"Hari Boleh Libur, Semangat Jangan Kendur, Agar Usaha Terukur, Rajin-Rajin BERSYUKUR".

Setelah melewati perjalanan sekitar 2,5 km, rombonganpun tiba kembali di Pendopo. Disini seluruh peserta istirahat sambil menyantap sarapan yang sudah disediakan panitia. Sambil sarapan, pak Eko SHP sebagai eMCe memeriahkan suasana dengan mulai membagikan beberapa hadiah/doorprize. Tercatat ada 23 hadiah yang disiapkan baik tuk orang tua, maupun para anak-anak yang hadir.

Acara dilanjutkan oleh sambutan pak Barra sebagai Ketua TDA Bekasi. Disini pak Barra mengajak seluruh member tuk tak segan-segan aktif dalam kegiatan TDA. Karena TDA itu hadir dari member tuk member. Walau merasa member baru, gak usah sungkan tuk ikut aktif dalam kepanitiaan acara. Ya, karena ini bagian dari regenerasi.

Pak Badroni Yuzirman sebagai founder komunitas TDA ikut hadir di acara itu. Beliau bercerita awal mulanya berdiri TDA pada 2006 lalu. Saat itu, dihadirkan pula pak Hantiar sebagai salah satu saksi hidup saat itu. Ya, beliau merupakan salah satu member TDA yang berkesempatan mendapat sewa tempat gratis di Mangga Dua tuk berdagang yang diberikan oleh pak Haji Alay (penasehat TDA) saat awal berdirinya TDA 2006 lalu. Banyak kisah lucu & inspiratif dari kisah naik-turunnya usaha pak Roni & pak Hantiar tadi. Hal ini sangat menginspiratif bagi peserta yang hadir, karena sebagian besar peserta yang hadir adalah orang-orang yang baru mendengar kisah itu. Yaitu para member baru TDA, para member BeBlog, serta keluarga (istri/suami) yang turut hadir.

Anak-anak yang hadir, turut larut gembira. Ya, karena mereka menanti tuk mendapat hadiah. Pak Eko SHP sempat berbisik padaku, hadiahnya beri saja kepada anak-anak yang mau maju tuk dapat hadiah. Yang berani maju, beri aja hadiahnya. Eng ing engg, wowww ternyata diluar dugaan kita. Semua anak-anak maju kedepan. Alhasil giliran kita yang bingung, anak-anak yang maju ada sekitar 20an, sedangkan hadiahnya hanya ada 10, hehee. Ternyata anak-anak member TDA inisiatifnya tinggi dan berani tampil semua lhoo... Siapa dulu bapak-ibunya... :p
Alhamdulillah, kak Beky sebagai pembina TDA Kampus yang jauh-jauh datang dari Depok ke Bekasi dengan sangat terampil mengajak anak-anak bermain & belajar. Sehingga anak-anak pada saat itu gembira dan mendapat ilmu.

Setelah hadiah telah dibagiakan semua, para peserta berklumpul bersama tuk foto serta dilanjutkan bersalaman sebelum bubar pulang. Alhamdulillah, sehatnya dapat, ilmunya dapat, silaturahim/networkingnya dapat, anak-anakpun ikut gembira. Sampai jumpa diacara berikutnya... ^-^

Nb. foto bersama pak Eko SHP (http://eshape.wordpress.com)

*Yusuf Erlangga








Selasa, 12 Juni 2012

Pengalaman Menyebar Brosur



Pagi itu kami mengagendakan tuk ngelapak lagi. TMII Jakarta masih menjadi pilihan, namun kali ini kami ngelapak bersama karyawan. Karena sebelumnya kami ngelapak tanpa bersama karyawan yang membantu (baca: tulisan yg lalu). Dan pada kesempatan kali ini saya bertugas khusus sebagai penyebar brosur. Hahhh, sebar brosur aja sampe ada petugas khusus? Hehee, ya karena brosur yang disebar tersebut tidak diberikan kepada pengunjung yang lewat didepan lapak kami, tapi sayalah yang muter-muter keliling disekitar keramaian orang di pasar kaget minggu ria TMII.

Dari kegiatan muter-muter nyebar brosur tersebut, ada beberapa pengalaman yang menarik dan dijadikan pelajaran bagi kami. Berikut ini beberapa catatan tersebut:

1. Demi irit pengeluaran biaya produksi brosur, penyebaran brosur haruslah sesuai target market. Itu sihh kata para praktisi bisnis lhooo. Dan pagi itu saya praktekan dengan menyerahkan brosur hanya kepada orang-orang yang sedang membawa anak balita atau ibu-ibu yang sedang hamil. Ya, sesuai target market ecokiddy produk kami.
2. Berdasarkan pengalaman saat itu, ternyata gak semua orang mau menerima brosur yang kita berikan lhooo. Salah satu catatan saya saat itu, kenapa ada orang yang menolak diberi brosur? Orang menolak karena saat kita beri ia sedang "sibuk". Lagi enak-enak makan / milih-milih barang dagangan, kita kagetkan dengan memberi brosur. Gak salahlah kalo ia menolak. Jadi saat memberi brosur, jangan mengganggu atau mengagetkan yahhh.

3. Panggilan sapaan juga sangat berpengaruh terhadap penerimaan orang yang diberi brosur. Jangan segan mengucapkan salam yang sopan & hangat (tapi jangan lebay yahhh, hehee). Dan jangan segan mengucapkan "maaf" saat kita memberi brosur, ya karena bisa aja kehadiran kita mengganggu mereka.
4. Ngomong-ngomong tentang sapaan yang tadi, pada saat penyebaran brosur itu terkadang saya menyapa dengan sapaan pak-bu, terkadang juga dengan sebutan ayah-bunda. Entah kenapa dengan sebutan Ayah atau Bunda, sebagian besarnya terlihat lebih "terbuka" saat aku beri brosur. Hal ini mengapa? Nahhh, aku juga blom tau kenapa nihhh? ;)

5. Karena posisi penyebaran brosur tak dekat dari lapak, hal ini terasa kurang efektif karena orang yang menerima brosur akan bingung harus kemana ia pergi jika tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Untuk jaka pendek dengan tujuan adanya transaksi saat itu juga, ini emang tidak baik. Tapi tuk tujuan jangka panjang alias nge-branding produk, hal ini gak masalah sihhh.
6. Tuk mensiasati kebingungan atau rasa penasaran si penerima brosur, harusnya saat keliling-keliling nyebarin brosur sekalian bawa contoh produk. Bahkan tuk produk tertentu bisa sekalian kasih tester gratis.

7. Dan yang cukup penting juga menurut para mentor & praktisi bisnis, idealnya setiap brosur yang kita buat & sebarkan itu harus tercatat dan terukur. Wahhh, kalo udah ngomongin ini emang perlu & penting nihhh. Gimana caranya? Rada panjang nihh, kita obrolin lain waktu yahhh... ;)

Nahhh, pengalaman nyebar brosurnya sudah dicatat. Tinggal action tuk nyebar-nyebar lagi nihh... ;)

*Yusuf Erlangga

Minggu, 22 April 2012

Pengalaman Ngelapak Ecokiddy di TMII

Hari ini, 22 April 2012, satu kali lagi saya dan suami memperolah pengalaman baru sebagai wirausahawan. Telah sejak lama kami ingin merasakan sensasi menjadi "lapakers" sebutan yang biasa digunakan untuk wirausahawan yang menjual produknya di lapak-lapak ala kaki lima. Dengan modal peralatan seadanya mereka biasanya sudah dapat mengeruk laba dari penjualan produk masing-masing. Kali ini, sebagai pengalaman pertama, kami dengan sukses TIDAK merencanakannya dengan baik, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ... Baru kepikiran untuk ngelapak di Sabtu malam, Ahad paginya kami sudah nekad untuk ngelapak di TMII Jakarta. Sama sekali kami tidak mengerti bagaimana prosedur ngelapak di TMII, yang penting take action saja! Agar tidak nol sama sekali pengetahuan tentang bagaimana medan yang akan kami hadapi, saya sempatkan untuk browsing beberapa pengalaman yang telah lebih dulu ngelapak. Dengan persiapan yang serba mendadak, alhasil kami berdua baru sampai di pintu gerbang pembayaran tiket 15 menit sebelum jam 7. Lumayan masih dapet harga minggu ria, Rp 5.000/orang. Jika telat sedikit sudah terkena harga normal Rp 9.000/orang. Mobil Rp 10.000. Motor Rp 6.000. Sengaja saya catat lengkap biar bisa dimanfaatkan sebagai info tambahan bagi siapa aja yang mau melapak di TMII :) Kali ini kami berangkat hanya berdua, karyawan tidak diajak. Lumayan untuk uji mental dan penghematan, jadi biaya masuk TMII cuma terkena Rp 20.000,- saja. Info yang pernah kami dapat, jika mau ngelapak di TMII waktu subuh harusnya sudah di lokasi. Oleh karenanya tidak heran saat kami tiba dilokasi deretan lapak-lapak sudah terisi penuh. Aktifitas jual beli sudah terlihat disana-sini. Agak nyengir juga sih, membandingkan dengan kondisi kami yang baru saja tiba. Kurang lebih pukul setengah delapan pagi kami baru tuntas rapi sana sini, setelah sempat kebingungan juga mau ngelapak dimana, akhirnya diputuskan memilih persis di depan anjungan Papua. Dibanding area lain, wilayah ini termasuk yang tidak terlalu ramai pejalan kaki, tapi karena diwilayah ini masih ada space kosong, dan sbagian besar lapakers di wilayah ini membawa mobil sebagai bagian dari display, akhirnya kami putuskan kami akan ngelapak disini juga. Setelah beberapa saat saya baru sadar, ternyata setiap lapak sudah diberi tanda pembatas dan masing2 ada nomornya, yang dicat dijalanan di muka lapak masing-masing. Sementara area yang kami tempati tidak ada, wahh berarti kami pelapak liar ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ... Dan konyolnya lagi kami ngelapak persis di depan kantor pengurus bazar "minggu ria" TMII ini. ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ... Bener-bener deh memalukan secara intlektual, tapi untunglah secara bisnis dimana hukum rimba juga berlaku bahwa siapa cepat dia dapat, akhirnya para pengurus pun mengizinkan. Mungkin mereka ga tega mengusir kami yang sudah menata produk Ecokiddy. Dan kami pun membayar kontribusi yg sama persis dengan lapak-lapak lainnya, Rp 20.000/hari. Bazaar ini yang kami tahu boleh berjalan hanya sampai dengan pukul 10.30 saja. Walaupun pada kenyataannya banyak juga yang melebihi batas waktu. Kami sendiri memilih usai tepat waktu, karena memang target kami lebih ke sosialisasi popok kain modern ini ke masyarakat luas. Lumayan brosur & kartu nama yang kami bawa banyak tersebar, dan kami pun banyak mendapat kesempatan memperkenalkan produk kami beserta manfaatnya. Salah satu pendorong kami ngelapak hari ini adalah berkenaan dengan peringatan hari bumi internasional yang jatuh hari ini (22 April). Kami berharap, ini adalah langkah kecil kami untuk menjadi #sobatBUMI. Sampai saat ini kami tidak menjual eceran produk Ecokiddy dan tidak pula menjual secara offline, tapi untuk moment hari bumi ini kayaknya pas yahh untuk buat pengecualian... :) Kami start pukul 7.30 dan memilih tutup pukul 10.30, atau dengan kata lain 3 jam kami ngelapak. Alhamdulillah omset yang didapat sudah lebih dari target Rp 500.000,-. Kami sengaja tidak pasang target besar karena persiapan dan strategi yang super minim. Apalagi niatnya memang sosialisasi, dan biar eksis :) ... Lumayan bangetlah hanya bermodal stok barang yang sudah ada di workshop dan uang 40ribu saja sudah dapet untung berganda (laba dan sosialisasi). Semoga ke depan nantinya ada kesempatan untuk ngelapak lagi... Selamat hari bumi :) *Erlin Karlina

Kamis, 19 April 2012

Anak Suka Memukul, Karena "Tak Sadar"



Apakah boleh anak saya kembali menonton film Ultraman?
Selama ini ia sudah tidak suka memukul-mukul lagi. Saat ia berjanji tidak akan suka mukul-mukul lagi dan izin tuk nonton film itu lagi, apakah sebagai orang tua perlu mengizinkannya?
Ya, itulah sebuah pertanyaan yang diutarakan oleh seorang ibu kepada ayah Edy di sebuah radio.

Ayah Edy sebagai praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning, dengan lembut namun tegas menjelaskan pertanyaan ibu tadi diacara talkshow yang diudarakan oleh radio Smart FM. Ayah Edy menjelaskan bahwa janji anak tersebut adalah diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan saat anak tersebut suka mukul-memukul adalah dalam keadaan dibawah alam sadar.

Ya, sayapun langsung teringat bahwa saat menonton TV siapapun manusia mengalami keadaan "dibawah alam sadar" yang paling maksimal. Jadi, tak heran jika banyak hal-hal yang kita tonton di TV itu akan sangat mudah terekan dalam otak kita. Jadi tak heran jugalah, jika anak yang suka menonton "adegan kekerasan" di TV akan sangat mudah mengikuti di kehidupan sehari-harinya.

Jadi, ikuti saja saran ayah Edy tadi. Sangat jelas dan tegas bahwa kita sebagai orang tua tidaklah perlu mengizinkan anak-anak tuk menonton film-film yang berisi adegan kekerasan. Ya, walaupun sianak sudah berjanji. Ingat, janjinya itu diutarakan dalam keadaan "sadar" lhoo. Sedangkan saat menonton akan ada proses "merekam", dan dilain waktu dalam keadaan "dibawah alam sadar" akan diikuti/dipraktekan.

So, solusinya gimana dong?
Dikit aja deghh nontonnya film Ultramannya... Sekali-kali aja deghh nonton film Power Rangernya... Sebentar aja deghh nonton film Kamen Ridernya...
TIDAK!!! Sekali jangan, tetap jangan...
Ganti aja dengan film-film lain yang lebih mendidik... Mudah khann??? Heheee...
Anak pertama kami yang berumur hampir empat tahun juga suka nonton film-film seperti itu lhooo. Setelah diberi pengertian dan juga ketegasan dari kami orang tuanya, Alhamdulillah, lambat laun ia mulai mengerti. Dan sudah mulai mau tidak menonton film-film seperti itu tadi. Hufhhhh, Alhamdulillah, senangnya.... ^_^

*Yusuf Erlangga

Senin, 12 Maret 2012

Nyebur dan Kelelep di Dunia Usaha




Sore itu, diriku terima bbm (blackberry messenger) dari seorang teman lama. Gimana kabarnya pak? Denger-denger usahanya makin maju nihh. Cerita-cerita dong. Itulah isi dari bbm yang terkirim dari temanku yang saat itu tinggal & bekerja di Bandung dan sedangkan aku tinggal di Bekasi. Dengan santainya aku membalas, kalo cerita-cerita sihh gampang. Tapi paling enak, ceritanya sambil ngupi-ngupi bareng di warung kopi nihh. Heheee, asal jawab aja diriku, padahal ngopi dirumah aja jarang banget alias hampir gak pernah apalagi ngopi di warung kopi tuhh. :))

Kapan-kapan dehh. Kalo pak Yusuf main ke Bandung, kasih tau yahh biar kita bisa ketemu. Kali-kali aja saya bisa kejipratan jadi pengusaha juga nihh. Ya, itulah lanjutan komen dari temanku itu yang emang seorang karyawan. Padahal dari dulu bilang pengen jadi entrepreneur tuhh. Jangankan jadi full pengusaha, nyambi-nyambi usaha sambilan aja blom pernah.

Dengan sigap dan santai, aku bilang ke beliau; Kalo mau jadi pengusaha gak perlu nunggu kejipratan dulu. Langsung aja nyeburr burr burr burrr :D Sambil tertawa, iapun bertanya lagi. Tapi... Kalo nyebur, nanti keleleup gak ya???

Nahhh, ngomong-ngomong tentang nyebur dan kelelep aku jadi teringat dengan kisah pak Dahlan Iskan pada sebuah acara yang diselenggarakan komunitas TDA di bulan Januari 2012 lalu. Dahlan Iskan yang merupakan mentri BUMN itu mengatakan bahwa Entrepreneurship itu bisa ditularkan tetapi tidak bisa diajarkan. Sebagai contoh, seorang mahasiswa Master of Business Administration (MBA) sudah tentu mempelajari segala urusan yang berkaitan bisnis. Namun begitu lulus dan mendapat ijazah MBA, belum tentu ia bisa langsung berbisnis. Ya, bisnis butuh proses "penularan", dan itu bisa ditularkan saat langsung action nyebur ke dunia usaha dan bergaul dengan para pengusaha (berkomunitas).

Ok, nyeburnya udah. Kalo kelelep gimana?
Nahh, masih apa kata pak Dahlan Iskan yang merupakan tokoh dari besarnya group media Jawa Pos menjelaskan bahwa semakin muda/dini menghadapi masalah, semakin cepat jatuh, semakin baik. Karena jatuh itu penting, bangkrut itu penting, semua orang yang menjalani bisnis pasti pernah jatuh. Kalau jatuh, bisnisnya masih kecil, maka rasa menyesalnya tidak terlalu besar.

Jadi... kalo udah nyebur, emang kudu sesekali kelelep tuhh. Kalo bisa kelelepnya mumpung masih di pinggir kolam yahh (baru mulai). Dan yang terpenting lagi, saat kelelep itulah saatnya kita bangkit lagi dan segera melanjutkan berenangnya.

Ok, selamat nyebur bagi yang belom ikut menyebur.
Ok, selamat kelelep bagi yang sudah mulai menyebur.
Ok, selamat melanjutkan renangnya bagi yang sudah merasakan kelelep.

*Yusuf Erlangga

Kamis, 01 Maret 2012

Aku dan Pesta Wirausaha TDA 2012



Pesta Wirausaha TDA 2012 memang telah usai. Namun, kenangan indahnya kebersamaan, kemeriahan acara, ramainya pengunjung, semangat berbagi dan lain-lainnya saat di Gd Smesco Jakarta tetap teringat-ingat dikepalaku. Ya, walau Pesta Wirausaha yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Januari 2012 ini bukan yang pertama kali diadakan oleh komunitas TDA. Namun pada tahun itulah tuk pertama kalinya saya hadir sebegai peserta seminar sekaligus bersama ecokiddy sebagai peserta expo/bazzar dan tuk pertama kalinya saya tergabung dalam kepanitiaannya.

Walau tergabung sebagai panitia, sayapun harus mendaftar dan membayar sebagai peserta. Itulah uniknya di TDA, mentang-mentang panitia gak serta-merta jadi gak ikutan daftar alias gratis sebagai peserta lhoo. Dan sudah kuduga, walau terdaftar sebagai peserta pastinya diriku tidak pernah konsen tuk menyerap ilmu dari para pembicara yang ada. Boro-boro nyimak materi, wong pasti sibuk mempersiapkan rundown acara berikutnya. Maklum, saat itu diriku masuk dalam seksi acara yang otomatis sibuk di hari H. Berarti rugi dong? Aghh enggak koq, Insya Allah indah pada waktunya dehh. ;)

Seperti sudah diketahui, dalam Pesta Wirausaha tahun ini banyak pembicara & pengisi acara hiburan top yang hadir. Seperti Dahlan Iskan (Mentri BUMN), Chairul Tanjung (chairman CT Corp), Sandiaga Uno (Mien Uno Foundation), Ust. Yusuf Mansur (Spiritual Business), Merry Riana (Mimpi Sejuta Dolar), Arnold Sebastian (founder TokoBagus.Com), Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia), Heppy Trenggono (Gerakan Beli Indonesia), Fadli (band Padi), Tedy (team nasyid Snada), dll. Dan tak bisa dipungkiri, selain layak menyimak materi yang disampaikan para pembicara tersebut serta hiburannya, para peserta pun tak menyia-nyiakan kesempatan tuk berfoto bersama dengan tokoh-tokoh tersebut.

Disaat rekan-rekan peserta berebutan tuk foto-foto, lagi-lagi aku tak sempat ikutan foto-foto. Padahal jarakku dengan para tokoh tersebut selalu tidak terlalu jauh. Maklum, sebagai seksi acara terkadang aku bertugas sebagai runner yang bolak-balik nganterin mic, jadi pengawal pembicara saat naik-turun panggung, bahkan juga jadi MC pengganti saat mas Iwel (Democrazy Metro TV) sebagai MC utama harus pulang duluan. Yahh, rugi dong gak ikut foto-foto? Walau tanpa bukti terlampir, tapi tetap happy lhoo. ;)

*Yusuf Erlangga

Kamis, 19 Januari 2012

"Signature", Promosi & Identitas



Pernah baca kalimat-kalimat seperti dibawah ini gak? Coba deghh dibaca dulu... :)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.



Ehmm, iya pernah. Iya, itulah kalimat atau kata-kata yang sering kita temui saat kita membaca email baik yang masuk lewat japri maupun via milis. Tepatnya kata-kata tersebut pasti kita temui diakhir tulisan alias pada bagian paling bawah. Dan yang pasti, hal tersebut muncul dari email yang dikirim via BB alias BlackBerry.

Lalu... Kata-kata atau kalimat itu boleh dihapus atau diganti gak sihh? Bikin ngetop si "provider HP" aja nihh...
Nahh kalo jawabannya secara "hukum" boleh atau tidaknya, saya gak tau sihh...

Tapi gimana cara menghapus atau menggantinya, saya tau dan pernah lakukan sihhh. Ini dia langkah-langkahnya:

- Klik logo Blackberry pada keypad
- Klik menu “Setup”
- Klik menu “Email Settings”
- Pilih akun email yang akan disetting (jika ada beberapa email), klik “Edit”
- Masukan profil/info yang kita inginkan pada kolom “Signature”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan

Nahhh, sekarang "buntut" email yang kita kirim sudah berubah deghhh. Terserah mau diisi apa aja sihhh. Kalau anda pengusaha, hal ini bisa menjadi media promosi bagi usaha anda masing-masing lhoo... Masak iya yang boleh promosi & ngetop si provider HP doang, usaha kita masing-masing kudu ngetop juga dongg... Heheheee ;)

*Yusuf Erlangga

Rabu, 11 Januari 2012

Setting Profil Name dalam Email



Benar kata orang, nama seseorang itu bisa mencerminkan gimana sebenarnya orang tersebut. Begitupun dalam surat-menyurat dunia maya (email), display name atau profil name sangat perlu kita perhatikan.

Berikut ini adalah cara merubah nama dalam akun email:

Setting pada YAHOO
- Masuk ke akun email yahoo
- Masuk menu “Option” dipojok kanan atas, klik “Opsi Email”
- Masuk menu “Account”, klik “Yahoo! Mail”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Your ‘From’ Name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan


Setting pada GMAIL
- Masuk ke akun email gmail
- Klik menu “Settings” dipojok kanan atas
- Klik menu “Accounts”, muncul menu “Send mail as”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Update Name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan


Setting pada BLACKBERRY
- Klik logo Blackberry pada keypad
- Klik menu “Setup”
- Klik menu “Email Settings”
- Pilih akun email yang akan disetting (jika ada beberapa email), klik “Edit”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Your name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan

*Yusuf Erlanggga

Selasa, 06 Desember 2011

Usaha Gagal Karena Pemasaran



Benar kata orang, bagian pemasaran merupakan ujung tombak dalam sebuah organisasi bisnis. Bukan bermaksud mengenyampingkan bagian lain dalam sebuah perusahaan seperti bagian produksi, keuangan, SDM, dll, tapi bagian pemasaranlah yang berhadapan langsung dengan konsumen. Dan salah satu inti dari kegiatan pemasaran itu adalah memahami konsumen.

Pantesan pemasaran itu cukup penting, ternyata banyak usaha yang gagal atau bangkrut justru dikarenakan tidak kuatnya pada bidang itu lhoo. Dan sebagian besar penyebab kegagalan usaha tadi adalah karena sipelaku usaha tidak dapat memahami apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen.

Lalu, apa saja sihh yang membuat bidang pemasaran tersebut disebut gagal. Nahh, ini dia beberapa penyebabnya:

1. Tekanan tuk mendapat hasil jaka pendek (transaksi penjualan)

Hal ini sering terjadi pada bisnis yang menerapkan target reward & punishment kepada team salesnya. Atau bisa jadi sang pebisnis yang memiliki orientasi uang karena berkaitan dengan cashflow tuk usahanya ataupun tuk kebutuhan keluarganya.
2. Merasa sudah tau apa yang dibutuhkan & diinginkan konsumen
Hal inilah yang terkadang menjadi penyakit seorang pebisnis, kita seakan serba tau semua kebutuhan & keinginan konsumen. Sehingga terkadang semua konsumen dianggap sama kebutuhan & keinginannya.
3. Kurang aktif berkomunikasi & merespon konsumen
Saat ada kepuasan mengenai produk/jasa kita dari konsumen, kita pasti langsung merasa bahagia dan segera mengucapkan terima kasih. Justru saat ada keluhan/kritikan mengenai produk/jasa yang kita punya, justru seringnya kita menghindar atau lambat merespon.
4. Ekspetasi berlebihan terhadap produk/jasa kita
Banyak pebisnis yang merasa produk/jasa miliknya sudah sempurna, atau bahkan merasa yang terbaik dibanding dengan kompetitor. Padahal kenyataannya terkadang berbanding terbalik dipandang oleh konsumen.
5. Merasa bahwa segmentasi pasar itu tidak penting
Karena segmentasi pasarnya terlalu luas, justru ini akan menghaburkan energi & biaya kita tuk hal tersebut. Emang sihh, semua orang itu adalah konsumen potensial. Justru dengan segmentasi inilah, kita bisa beda dibanding dengan kompetitor.
6. Merasa biaya promosi itu sebagai pemborosan
Pemasaran berkaitan erat dengan promosi. Disinilah banyak media yang dapat digunakan. Ya, seperti membuat iklan hingga mengadakan event-event promosi. Terkadang banyak pebisnis yang pelit menganggarkan untuk poin ini, sehingga yang ingin disampaikan tidak mengena.

So, apakah bisnis kita masih memiliki kelemahan pada salah satu poin tadi? Atau jangan-jangan semua poin tadi ada pada bisnis kita? Ehmm, ayo segera kita rubah & hindari yuksss!!!

*Yusuf Erlangga

Selasa, 29 November 2011

Tiga Kategori Alasan Membeli



Dalam sebuah diskusi kelompok bisnis, kami ditanya oleh seorang teman yang bernama Yodhi Ahyad yang merupakan seorang konsultan bisnis dengan pertanyaan: Apa yang membuat produk anda dibeli orang? Ada tiga (3) kategori pilihannya. Karena produknya? atau karena merek/perusahaannya? atau karena personal brandingnya?

Sejenak kami semua terdiam mendengar pertanyaan tersebut. Sayapun teringat dengan tulisan saya di blog ini yang berjudul Aneka Alasan Membeli Sesuatu yang berisi aneka alasan kenapa seseorang membeli suatu produk/jasa. Setidaknya ada 31 alasan ditulisan saya waktu itu. Semua peserta diskusi menjawab sesuai bisnisnya masing-masing. Semua menjawab walau dengan ragu-ragu. Termasuk saya yang nampak masih ragu-ragu menentukan dari 3 kategori tadi. Ehmm, produk-produk ecokiddy dibeli orang karena apa ya??? tanya saya dalam hati. karena produknya, jawab saya dengan pasrah.

Karena terlihat masih banyak yang ragu-ragu, teman yang bertanya tadi memberi contoh dari masing-masing kategori diatas.

Karena Produknya.
Ada sepasangan penganten baru yang datang ke toko peralatan rumah tangga untuk membeli sebuah kompor untuk mengisi rumah kontrakannya. Ia tidak peduli mereknya ataupun harganya, yang penting ia harus beli kompor sebagai salah satu alat yang harus ada tuk keperluan dapurnya.
Seperti halnya ada seorang ibu yang akan membelikan anaknya sepasang sepatu baru. Saat dipasar, ia pasti akan menuju toko sepatu/sandal tuk membeli sepatu yang ia cari. Tak peduli apa nama toko sepatunya, yang penting bukan ke toko bahan/kain atau lapak sayuran khan. Karena ia tau apa produk yang akan dibelinya. Iya, ia akan membeli sepatu.

Karena Merek/Perusahaannya.
Saat disebuah warung, ada seorang yang haus dan ingin membeli minum. Diwarung tersebut ada beberapa merek air mineral. Mulai yang internasional, nasional, hingga merek lokal daerah. Namun dengan cepatnya ia memilih yang mereknya AQ** dibanding beberapa merek lainnya.
Lain lagi saat disebuah pameran otomotif, terlihat beberapa SPG motor China yang nampak bersusah payah menawarkan dan menjelaskan kelebihan dari produk tersebut. Berbeda saat di stand motor Jepang seperti HON** atau YAMA**, sang SPG tampak lebih santai menjelaskan kepada calon konsumen karena sebagian besar konsumen sudah kenal seperti apa sih perusahaan pembuat motor tersebut.

Karena Personal Brandingnya.
Ada seorang yang membeli suatu produk karena ia tahu dan respect kepada owner atau CEOnya. Seperti Aa Gym dengan produk-produk MQnya.
Lain lagi dengan seorang yang membeli makanan dipinggir jalan karena melihat penjualnya. Ia sangat kasihan atau simpatik kepada penjual yang merupakan seorang kakek yang sudah tua.

So, sudah tahukah kenapa selama ini orang-orang (konsumen) membeli produk yang kita punya? Kalau sudah tau, ayo kita pastikan kita kuat dalam kategori tadi. Entah kita kuatkan kualitas produknya. Atau kuatkan pada merek yang semakin dikenal banyak orang. Atau kuatkan dari sisi personal brandingnya.

*Yusuf Erlangga

Senin, 21 November 2011

Fokus Berenang & Berbisnis



Dalam sebuah kesempatan, seorang murid diajak gurunya berjalan-jalan naik perahu dari pantai ke tengah lautan. Dari awal si murid tak henti-hentinya bertanya kepada sang guru hendak kemana dan mau apa mereka pergi naik perahu. Seberapa pentingkah perjalan ini? ujar si murid bertanya pada sang guru. Beberapa kali ditanya, sang guru tetap diam. Dan akhirnya pada suatu titik beberapa puluh meter dari pinggir pantai, secara tiba-tiba sang guru mendorong muridnya tersebut ke air. Setelah tercebur ke laut, guru tersebut meninggalkan muridnya tadi menggunakan perahu kembali ke pantai.

Sesaat tercebur, simurid sangat panik. Terlebih lagi ia sadar bahwa ia tidak jago berenang, dan saat itu adalah pertama kalinya ia masuk ke air laut. Hanya terdengar suara sayup-sayup gurunya yang teriak, "Fokus, fokus, fokus. Aku tunggu kamu dipinggir pantai". Sesaat itu pula pikiran yang ada diotak simurid bercampur aduk. Kesal pada gurunya, panik karena kaget, lelah mengatur nafas, takut tenggelam, capek karena harus terus mengapung, ngeri akan adanya binatang laut, dan pikiran-pikiran lain.

Setelah sekitar 20 menit kemudian, sang murid Alhamdulillah sampai juga di pantai tempat gurunya berada. Setelah beberapa menit istirahat, sang guru bertanya pada muridnya, Apa yang kamu pikirkan sesaat aku mendorongmu dari perahu dan engkau tercebur? Pada mulanya aku memikirkan banyak hal, jawab sang murid. Tetapi setelah beberapa detik kemudian aku hanya berpikir & berusaha agar aku tetap mengapung dan bisa berenang ketepian.

Begitu pula dalam kehidupanmu, ujar sang guru. Jika kamu memiliki intensitas seperti itu dalam kehidupan, maka kamu akan fokus membuat komitmen atas hal terpenting dalam hidupmu.


Kisah tadi semakin menguatkanku atas pesan salah satu mentor bisnisku, bahwa kita disarankan untuk fokus dalam membangun bisnis. Cukup kerjakan satu usaha saja, hingga benar-benar usaha itu besar/kuat. Atau, cukup kerjakan proyek/order yang hanya sesuai core bisnis kita saja, hingga kita benar-benar dipandang menjadi ahli pada bidang tersebut.

Pesan mentor bisnisku tersebut terucap karena ia prihatin banyak pelaku usaha (khususnya pengusaha UKM & pebisnis pemula) yang bisnisnya tidak maju atau jalan ditempat, bahkan terancam bangkrut. Ya, karena mereka banyak yang tergoda ikut-ikutan bisnis "tetangga" yang katanya "rumput tetangga lebih hijau". Padahal usaha yang sedang dijalani sebelumnya nya masih tahap merangkak. Selain itu banyak pula, pelaku usaha yang menerima orderan / proyek yang sebenarnya bukan bidangnya. Ya semata-mata demi mendapat profit atau margin dari orderan/proyek tersebut. Padahal hal tersebut tak akan membuat ia besar dan menjadi ahli dalam bidang bisnis tersebut. Ya, semua itulah termasuk yang dikatakan tidak fokus.

Upsss, sudahkah kita fokus dalam membangun & menjalankan bisnis kita?

*Yusuf Erlangga

Jumat, 18 November 2011

Business Model dalam Berbisnis



Apaan sih Business Model itu?
Bagi sebagian pelaku usaha yang bisa dikatakan sudah sukses pasti sudah tau apa itu Business Model dan sudah menjalankan dalam bisnisnya. Tapi bagi sebagian pelaku usaha, khususnya bisnis UKM jangan-jangan baru dengar tentang itu. Ya, itulah yang saya alami baru-baru ini saat pertama kali mendengar kata tersebut dari seorang pebisnis IT (berhubungan dengan website) yang bernama Kika Syafii dan saat ini menjadi mentor saya dalam ilmu yang satu ini.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah, seberapa pentingkah Busniness Model itu dalam membangun & menjalankan bisnis? Bagi para pebisnis senior pasti akan menjawab PENTING. Ya, karena merencanakan Business Model sama saja dengan membangun pondasi yang kuat dalam bisnis layaknya membangun pondasi yang kokoh saat membangun rumah /gedung.

Upss, jadi Business Model itu apaan sihh?
Menurut wikipedia, Business Model (Model Bisnis) itu menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi (perusahaan) dalam menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai, baik itu nilai ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis ini dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis. Termasuk mencakup maksud dan tujuan, apa yang ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijakan dan proses-proses operasional.

So, yukks kita buat dan jalankan Business Model untuk bisnis yang kita jalankan. Masih belum jelas? Jelasnya bisa mampir di http://www.businessmodelgeneration.com aja yahh.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 08 November 2011

Karyawanku Berhenti Bekerja



“Bagaimana pendapat anda jika karyawan pada usaha anda tiba-tiba berhenti kerja mengundurkan diri?”. Itulah pertanyaan yang dilontarkan kepada beberapa pelaku usaha UKM dalam sebuah diskusi kelompok kecil. Dan hampir semua peserta diskusi bergumam pertanda bahwa hal tersebut benar-benar merepotkan. Kesannya sihh sepele, ternyata mencari dan merawat karyawan itu sangat sulit khususnya untuk usaha kecil yang baru dibangun.

Pertanyaan berikutnya muncul, “Bagaimana pendapat anda jika karyawan yang mengundurkan diri tersebut, ternyata membuka usaha serupa dengan usaha yang anda jalani?”. Banyak pendapat dari peserta diskusi tersebut. Ada yang kesal karena merasa ilmu/resepnya dicuri, ada yang merasa senang mendapat mitra bisnis baru, ada yang menganggapnya biasa-biasa saja, ada yang berkesan bangga karena mantan karyawannya bisa maju.

Dan yang paling menarik adalah pendapat dari seorang peserta yang mengatakan: bahwa seorang mantan karyawan yang kemudian menjadi rekan bisnis [positif] ataupun menjadi pesaing bisnis [negatif] adalah cerminan diri kita sendiri sebagai pemilik usaha. Karena pembinaan awal yang dia dapatkan saat menjadi karyawan pada usaha kita dahulu berdampak pada apa yang ia lakukan sekarang.

Jadi, yukk kita jadikan karyawan kita saat ini sebagai sahabat/saudara, bukan sekedar sebagai bawahan.

*Yusuf Erlangga

Jumat, 28 Oktober 2011

Berbagi Ilmu Seperti Air


Terinspirasi dari perjuangan berbagi ilmu dari para guru/Ustad/mentor/trainer/pelatih/dll, ternyata orang yang berbagi ilmu seperti mereka itu bermacam-macam lhoo. Ya, ada beberapa model orang berbagi ilmu itu layaknya air sumur, air PDAM, dan air sungai.

Air sumur itu akan kita peroleh dengan cara ditimba dulu dari dasar sumur ke atas, baru kita dapat airnya. Begitupun orang yang berbagi ilmu seperti air sumur, kita akan mendapat ilmu-ilmunya jika kita berusaha menimbanya dulu.

Air PDAM akan mengalir baik hingga masuk ke dalam rumah kita dengan catatan kitapun sebagai pelanggannya dan harus membayarnya. Begitupun orang yang berbagi ilmu seperti air PDAM, ia akan datang memberi ilmu jika kita undang atau kita harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan ilmunya.

Air sungai selalu mengalir dari hulu ke hilir bahkan dapat mengairi lokasi disekitar sungai, seperti persawahan, pemukiman, dll. Begitupun orang yang berbagi ilmu seperti air sungai, ia akan memberi ilmunya tanpa kita minta, bahkan ia terus berbagi ilmu tanpa bayaran.

Sudahkah kita memiliki ilmu yang mumpuni?
Jika kita memiliki ilmu, sudahkah kita berbagi ilmu tersebut?
Berbagi ilmu seperti apakah kita? Seperti air sumur, air PDAM, atau air sungai?
Apapun modelnya, mari selalu berbagi ilmu yuksss!!! ^_^

*Yusuf Erlangga

Jumat, 21 Oktober 2011

Sebab Bayi Tersenyum atau Tertawa



Melihat balita yang tertawa atau tersenyum membuat kita para orang tua pasti gembira bahkan akan ikut tersenyum juga. Hal inilah yang membuat saya penasaran, apa saja sihh yang biasanya membuat anak kami yang kecil itu tertawa atau sekedar tersenyum. Dan berikut ini adalah beberapa hal penyebab yang biasanya membuat anak-anak balita akan tertawa atau tersenyum:

1. Cii..Lukk..Baa..
Ini adalah hal yang paling sederhana yang hampir setiap bayi suka. Ya, layaknya mengagetkan & bermain petak umpet. Yaitu menyembunyikan wajah kita menggunakan tangan, atau dengan benda seperti selimut, bantal, dll.

2. Memainkan muka lucu
Bayi sangat suka melihat muka kita yang mendadak berubah menjadi lucu, bahkan terkadang bergaya memalukan karena bersikap konyol. Bahkan saat kita bersin, iapun bisa jadi tersenum.

3. Tiup bagian tubuhnya
Saat perut atau bagian tubuhnya seperti tangan/kaki kita tiup, ia akan geli dan akan tertawa. Tiupan angin yang menyentuh kulitnya itulah yang akan meresponnya.

4. Mainan bergerak & bersuara
Saat ada mainan yang bergerak didepannya ia akan senang, dan tak jarang langsung diambil tuk ia mainkan sambil ia tesenyum. Khususnya bila mainan tersebut mengeluarkan suara atau gerakan yang lucu.

5. Suara musik & lagu
Tak jarang saat sekecil mendengar sebuah lagu, tubuhnya akan bergoyang sambil ia tersenyum. Sebagian balita bahkan memiliki lagu favorit yang jika ia tiba-tiba mendengarnya (dari TV/Radio), otomatis akan tersenyum.

6. Melihat anggota keluarga
Biasanya ada orang-orang tertentu yang jika ia melihatnya, ia akan tersenyum. Orang yang dimaksud, bisa omnya, neneknya, kakaknya, atau tetangga. Biasanya orang yang dimaksud tersebut ada dalam memori sianak yang pernah membuatnya tertawa.

7. Melihat binatang
Selain mainan, binatang dapat membuatnya tersenyum. Tak harus binatang peliharaan yang lucu, binatang yang sering ada dirumah seperti semut, kecoa, cicak, dll pun dapat membuatnya tersenyum.

8. Suara mulut
Suara dengan karakter tertentu yang kita buat dari mulut kita dapat membuatnya tertawa. Seperti menirukan suara-suara hewan atau suara alat musik. Bahkan suara semburan mulut kitapun bisa. Dan tak jarang sikecil akan menirukan suara kita.

9. Dikelitikin
Dikelitikin ini adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan agar sikecil tersenyum atau tertawa. Tentu dengan disesuaikan dengan kondisi sikecil dan dibarengi pula dengan gerakan atau suara-suara lucu.

Itulah beberapa poin yang biasanya dapat membuat anak kami tertawa atau tersenyum, tentu juga pada anak-anak balita pada umunya.

*Yusuf Erlangga

Jumat, 14 Oktober 2011

Gempa Susulan Dalam Bisnis



Secara Ilmiah, setelah terjadi gempa utama hampir pasti akan muncul gempa susulan beberapa kali, khususnya jika gempa utama yang terjadi itu berkekuatan besar. Begitupun dalam usaha/bisnis, jika ada suatu usaha yang booming hampir pasti akan bermunculan bisnis-bisnis serupa yang mengikuti atau bisnis lain yang mendekati. Ya, itulah gempa susulan dalam bisnis.

Gempa susulan dalam bisnis ini setidaknya ada dua makna, yaitu munculnya bisnis serupa yang meniru kesuksesan bisnis yang sedang booming. Atau yang kedua, akan bermunculan bisnis berbeda yang mendekati bisnis yang pertama (lokasinya).

Tuk makna yang pertama, contoh yang kita lihat di masyarakat adalah banyaknya bermunculan aneka merek dagang seperti pada produk ayam crispy, kebab, kopi, tahu bulat, burger, kripik pedas, dll. Setelah ada sebuah usaha baru dan sukses, nantinya akan muncul followers (pengikut) yang mengikuti pioneernya (perintis). Dan ini syah-saah saja dalam dunia usaha, selama si followersnya itu tidak meniru persis baik produknya maupun nama/merek dan logonya.

Sedangkan gempa susulan dalam bisnis tuk makna yang kedua, adalah akan datang aneka usaha yang biasanya lebih kecil mendekati tempat dimana disana ada suatu usaha yang biasanya lebih besar. Karena, usaha-usaha kecil itu tau jika ada suatu usaha besar disuatu tempat, makan pengunjung/prospeknya juga akan lebih besar. Usaha-usaha besar yang memiliki magnet tersebut contohnya adalah hypermarket, perbankan, sekolah/kampus, dll. Dan hampir pasti disekitar tempat tersebut akan bermunculan usaha2 kecil seperti penjual kuliner, dll.

Mau berusaha sebagai gempa utama ataupun hanya sekedar sebagai gempa susulan, semua itu syah-syah saja lhoo. Dan semua itu ada contoh suksesnya.
Yukkks berwirausaha...

*Yusuf Erlangga

Senin, 10 Oktober 2011

Manfaat Anak Bermain



Tidak bisa dipungkiri, bermain adalah fitrahnya dari anak-anak. Dan ternyata bermain itu memiliki banyak manfaat lhooo. Ya, berikut ini adalah aneka manfaat dari bermain bagi anak-anak yang dirangkum dari berbagai sumber dan pernah dipublish dalam akun twitter @ecokiddy dengan handstag #ManfaatAnakBermain:

- melatih fungsi fisik anak
- menumbuhkan daya saing dan kemampuan bersaing secara sehat
- penting untuk pengembangan daya kreatifitas anak
- belajar mengembangkan keterampilan bergaul atau keterampilan bersosialisasi
- belajar memahami keinginan orang lain dan belajar juga menaati peraturan yang ada di lingkungan sekitar
- menciptakan suatu keadaan di mana anak belajar menerima kekalahan tanpa merasa kalah atau tanpa merasa bersalah
- dapat menghilangkan stres anak, yaitu melepaskan ketegangan pada anak dengan sehat
- sangat penting bagi pertumbuhan intelektual anak
- belajar untuk memecahkan masalah seefisien dan secepat mungkin
- latihan merangsang anak untuk berpikir secara tepat dan cermat
- latihan melatih konsentrasi berpikir dan bertindak bagi anak
- melatih kemampuan bekerjasama dalam tim atau kelompok
- mengajarkan anak berempati dan belajar mengatur emosinya
- melatih tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga
- anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain
- melatih belajar logika berpikir dan bertindak
- belajar memahami dunia dengan meniru dan mencoba segala macam interaksi yang kompleks
- menguatkan rasa percaya diri yang berefek tuk masa yang akan datang pula
belajar mandiri dan bertanggung jawab
- permainan luar tidak hanya sehat tetapi juga memberi kesempatan penting untuk menjelajahi dunia

Wowww, ternyata #ManfaatAnakBermain itu ada banyak yahhh. Tapi ingat ya ayah bunda, walau #ManfaatAnakBermain itu ada banyak, aktivitasnya tetap harus dikontrol lhhhoo...

*Yusuf Erlangga

Minggu, 22 Mei 2011

Menolong. Siapa, Kapan, dan Dimana?



Subhanallah, kirain dikota besar seperti di Jakarta dan sekitarnya, orang-orangnya cuek atau kurang peduli terhadap sesama. Ternyata masih ada lho yang gemar menolong. Itulah ungkapanan hatiku setelah kejadian di suatu sore.

Ceritanya sore itu saya mau menuju Bandara Soekarno Hatta tuk menjemput saudara. Saat di tol Sedyatmo (dekat bandara) tuk membayar tol, saya ambil jalur GTO (gardu tol otomatis) dengan rencana menggunakan e-toll card sebagai alat pembayarannya. Melalui GTO, maksudnya biar lebih cepat sihh, egh malah lambat nihh. Ternyata entah kenapa, e-tollCard yang saya punya tidak berfungsi. Kalo ada masalah di GTO, menurut pengalamanku biasanya sih ada petugas yang mendekati tuk membantu memastikan masalahnya. Tapi saat itu petugasnya sedang tidak ada.

Waduhh gimana nihh??? Bukan masalah bayarnya sih (Rp 5.000,-), tapi repot balik lagi pindah gerbang dan malunya niyy. heheeee :(
Karena e-tollCardnya tetap gak bisa dipakai, akhirnya saya putuskan mau mundur aja deghh. Mobil yang antri dibelakang juga sudah mundur pindah ke GTO sebelah. Mobilku belum sempat mundur, tiba-tiba dari arah GTO sebelah ada orang yang menghampiri kita. Disinilah kejadian langka ini terjadi. Orang tersebut ternyata menggesekan e-tollCard miliknya kearah alat yang ada di GTO jalur saya berada. Alhasil palang pintu otomatis yang ada didepan jalur kendaraan saya bisa terbuka. Wowww, berarti orang tersebut membayarkan biaya tol kendaraan kami tuhhh. Ehmmm, ini bukan masalah biayanya (Rp 5.000,-), tapi ini masalah kepedulian orang tersebut (yang sebenarnya ini bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele sihh). Beliau dengan relanya turun dari kendaraannya tuk menolong kita. Padahal mobilnya sudah lewat didepan sana lhoo.

Sesaat setelah menggesekan e-tollCard miliknya sehingga palang pintu didepan kami terbuka, ia langsung berjalan kembali menuju mobilnya. Beberapa detik saya sempat terbengong-bengong kebingungan. "Ada apa ini? Siapa dia? Koq bisa ya?". Dan yang membuat saya menyesal, saya belum sempat mengucapkan "terima kasih" kepadanya. Kepada seorang bapak yang menggunakan mobil hitam #B1728CV, saya ucapkan terima kasih yang sangat mendalam.

Ya, bapak itulah yang menolong saya... Pengguna mobil #B1728CV, anda telah memberi pelajaran bagi saya apa itu arti #menolong. Ternyata menolong itu bisa kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Sekali lagi, semoga amal usaha anda diterimaNya dan urusan anda selalu dimudahkan ya pak... Anda telah memberi pelajaran bagi saya apa itu arti #menolong. Teori tentang #menolong sih tau, yang menjadi masalah adalah apakah kita juga bisa mencontoh tuk mempraktekannya seperi bapak itu gak ya??

*Yusuf Erlangga

Rabu, 06 April 2011

Perlukah Online Store Ada Jam Kerja?


Judul diatas sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yg saya dapat dari seorang member disebuah milis yang saya ikuti. Yaitu pak Undang Nur Hidayat seorang pengusaha (www.kaoskakiku.com & www.mukena-bordir.com) yang bertanya di milis TDA Bekasi (tdabekasi@yahoogroups.com). Dari pertanyaan itulah, saya mendapat diskusi dari beberapa member di milis tersebut.

Pak Rawi Wahyudiono seorang pengusaha yg bergerak dibidang printer tuk perbankan yg rajin ngeblog ini mengatakan; "Salah satu bisnis yang bisa menyita waktu adalah bisnis onlen atau bisnis 24/7, 24 jam dalam sehari 7 hari dalam seminggu. Bisnis onlen adalah bisnis yang tidak pernah berhenti, sebuah bisnis yang tidak sehat jika harus dikerjakan sendiri. Sudah selayaknya pemain bisnis onlen menjadikan bisnis ini sebagai bisnis utama seperti bisnis-bisnis offline lainnya yang berjualan melalui media warung, toko, booth, counter, gerobak, dll".

Lain lagi dengan pak Annas Ahmad seorang pengusaha obat Amandel yg ahli juga mengenai pemasaran via internet. Ia mengatakan kalau memang sudah online memang sebaiknya dibuat siap melayani 24 jam, atau paling tidak kita respon kurang dari 24 jam.
Ada beberapa cara untuk membantu kita menghandle konsumen, misal :
1. siapkah halaman FAQ
2. siapkan SMS server
3. siapkan auto answer email
4. atau paling mudah adalah memiliki CS
atau alternatif lain adalah membuat sistem toko kita otomatis, pengunjung bisa order kapan saja, butuh informasi bisa cari langsung di web kita.

Senada apa yg dikatakan pak Sudarsono Martoyo di milis tsb jg, ia mengatakan bahwa Toko On-Line sebaiknya terima pesanan full-day (24 jam), namun pesanan diantar pada waktu yang layak, misalnya antara jam 08.00 s/d 17.00.

Jadi, perlukah Online Store menerapkan jam kerja? Silahkan dipilih dan langsung dijalankan aja deghhh... ^_^

*Yusuf Erlangga
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template