Tampilkan postingan dengan label jenis usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Fokus Berenang & Berbisnis



Dalam sebuah kesempatan, seorang murid diajak gurunya berjalan-jalan naik perahu dari pantai ke tengah lautan. Dari awal si murid tak henti-hentinya bertanya kepada sang guru hendak kemana dan mau apa mereka pergi naik perahu. Seberapa pentingkah perjalan ini? ujar si murid bertanya pada sang guru. Beberapa kali ditanya, sang guru tetap diam. Dan akhirnya pada suatu titik beberapa puluh meter dari pinggir pantai, secara tiba-tiba sang guru mendorong muridnya tersebut ke air. Setelah tercebur ke laut, guru tersebut meninggalkan muridnya tadi menggunakan perahu kembali ke pantai.

Sesaat tercebur, simurid sangat panik. Terlebih lagi ia sadar bahwa ia tidak jago berenang, dan saat itu adalah pertama kalinya ia masuk ke air laut. Hanya terdengar suara sayup-sayup gurunya yang teriak, "Fokus, fokus, fokus. Aku tunggu kamu dipinggir pantai". Sesaat itu pula pikiran yang ada diotak simurid bercampur aduk. Kesal pada gurunya, panik karena kaget, lelah mengatur nafas, takut tenggelam, capek karena harus terus mengapung, ngeri akan adanya binatang laut, dan pikiran-pikiran lain.

Setelah sekitar 20 menit kemudian, sang murid Alhamdulillah sampai juga di pantai tempat gurunya berada. Setelah beberapa menit istirahat, sang guru bertanya pada muridnya, Apa yang kamu pikirkan sesaat aku mendorongmu dari perahu dan engkau tercebur? Pada mulanya aku memikirkan banyak hal, jawab sang murid. Tetapi setelah beberapa detik kemudian aku hanya berpikir & berusaha agar aku tetap mengapung dan bisa berenang ketepian.

Begitu pula dalam kehidupanmu, ujar sang guru. Jika kamu memiliki intensitas seperti itu dalam kehidupan, maka kamu akan fokus membuat komitmen atas hal terpenting dalam hidupmu.


Kisah tadi semakin menguatkanku atas pesan salah satu mentor bisnisku, bahwa kita disarankan untuk fokus dalam membangun bisnis. Cukup kerjakan satu usaha saja, hingga benar-benar usaha itu besar/kuat. Atau, cukup kerjakan proyek/order yang hanya sesuai core bisnis kita saja, hingga kita benar-benar dipandang menjadi ahli pada bidang tersebut.

Pesan mentor bisnisku tersebut terucap karena ia prihatin banyak pelaku usaha (khususnya pengusaha UKM & pebisnis pemula) yang bisnisnya tidak maju atau jalan ditempat, bahkan terancam bangkrut. Ya, karena mereka banyak yang tergoda ikut-ikutan bisnis "tetangga" yang katanya "rumput tetangga lebih hijau". Padahal usaha yang sedang dijalani sebelumnya nya masih tahap merangkak. Selain itu banyak pula, pelaku usaha yang menerima orderan / proyek yang sebenarnya bukan bidangnya. Ya semata-mata demi mendapat profit atau margin dari orderan/proyek tersebut. Padahal hal tersebut tak akan membuat ia besar dan menjadi ahli dalam bidang bisnis tersebut. Ya, semua itulah termasuk yang dikatakan tidak fokus.

Upsss, sudahkah kita fokus dalam membangun & menjalankan bisnis kita?

*Yusuf Erlangga

Selasa, 12 April 2011

Aneka Alasan Membeli Sesuatu


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari sebuah kegiatan yang namanya "membeli". Iya, membeli barang ataupun jasa. Nahh, dalam kegiatan itulah seseorang pasti memiliki aneka alasan sebelum memutuskan tuk membeli sesuatu.

Mengapa ia membeli produk ini, bukan yang itu?
Mengapa ia memilih merk ini, bukan yang itu?
Mengapa ia memesan di toko ini, bukan yang disitu?
dan lain-lain aneka alasannya. Nahh, berikut ini beberapa aneka alasannya:

1. Karena harganya lebih murah.
2. Karena tokonya dekat.
3. Karena suka sama iklannya yang ada di radio/tv.
4. Karena pelayanan dari penjualnya sangat ramah.
5. Karena lagi trend (alias ikut-ikutan).
6. Karena ada hadiah/bonusnya.
7. Karena sudah suka/fanatik dengan merk-nya.
8. Karena kenal dengan penjualnya.
9. Karena tempatnya nyaman dan asyik.
10. Karena banyak pilihannya.
11. Karena ada jaminan/garansinya.
12. Karena kasihan/iba dengan penjualnya.
13. Karena punya kartu diskon/voucher gratisnya.
14. Karena terpaksa. Gak ada penjual/merk lain.
15. Karena bisa kredit/nyicil.
16. Karena ada program pesan-antar (delivery service).
17. Karena ongkos kirim/pasang-nya gratis.
18. Karena ada program undian berhadiahnya (ngumpulin kupon/ poin /dll).
19. Karena proses pelayanannya cepat.
20. Karena hasil pekerjaannya bagus dan rapi.
21. Karena bahan baku produksinya menggunakan kualitas yang baik.
22. Karena bahan bakunya lebih sehat.
23. Karena mendukung program Cinta Produk Dalam Negeri.
24. Karena produknya unik alias tidak pasaran.
25. Karena produk tersebut merupakan produk limited edition.
26. Karena ingin membantu si penjualnya.
27. Karena terpaksa agar dapat uang recehan dari kembaliannya.
28. Karena barang sejenis yang dimiliki sudah rusak.
29. Karena ingin menyenangkan orang lain, diberikan sebagai hadiah.
30. Karena agar eksis. Gaya dilihat orang lain.
31. Karena bisa ikutan mendukung program Go Green.

Selain aneka alasan seseorang saat "membeli" diatas, tentunya masih banyak lagi alasannya yang setiap orang tentunya berbeda-beda.

Jika alasan membelinya saja banyak sekali, berarti banyak juga dong alasan kenapa orang bisa sukses dengan berjualan atau berwirausaha. Ayo mari kita berwirausaha, Insya Allah yang membutuhkan barang atau jasa yang kita jual pasti ada deghh. Dan saat sudah berwirausaha, tentukan beberapa point dari daftar diatas; bagian point mana saja para konsumen akan membeli barang atau jasa kita? Kuatkan dipoint tersebut, maka Insya Allah jalannya usaha kita akan sukses.

Masih mau jadi pembeli saja? Saatnya jadi penjual dong... ^_^

*Yusuf Erlangga

Selasa, 12 Oktober 2010

Mau Usaha Apa Yahhh???


Ya, saya harus memulai usaha (baca: bisnis) sekarang juga...
Tapi mau usaha apa yahhh???
Kuliner, fashion, atau jasa ya?
Produsen, distributor, atau penjual langsung ya?
Sewa ruko, dirumah, atau via online ya?

Ehmmm, itulah pertanyaan yang sering ditemui disaat kita akan memulai suatu usaha khususnya bagi orang yang baru pertama kali akan terjun didunia usaha. Ehmmm, kalo kebanyakan mikir bisa-bisa gak jadi niyyy. Capek deghh... :p

Sebenarnya banyak tips tuk menentukan jenis usaha apa yang ingin kita pilih. Tapi, paling tidak ada dua tips dasar yang bisa jadi tips bagi kita, yaitu pilih jenis usaha sesuai yang kita sukai atau yang kita kuasai. Gampang khann; SUKAI atau KUASAI...

SUKAI
Kita bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan kita. Karena kalau sudah suka, kita tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan

KUASAI
Kita bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah kita kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi kita harus yakin bahwa kita memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Yang paling mudah adalah seseuai background pendidikan kita, atau bidang pekerjaan saat dulu kita bekerja sebagai karyawan.

Nahhh, dengan dua hal tersebut diharapkan kita sudah bisa menentukan jenis usaha apa yang akan kita pilih. Namun jika masih bingung juga, sebagai pamungkas kita bisa menelusuri kemana saja selama ini uang kita keluarkan. Maksudnya apa yahhh???

Saat membuka usaha, salah satu tujuan utamanya adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka kita perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa kita selama ini mengeluarkan uang untuk membeli apa saja. Untuk makan, bayar transport, sewa rumah, beli pakaian, jalan-jalan, bahkan untuk beribadah dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah kita keluarkan pada penjual makanan, sopir angkot, toko baju, tempat tamasya dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana kita bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

*Yusuf Erlangga
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template