Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Pelajaran Dari Peminjam Sandal di Masjid


Setelah makan sahur di halaman masjid, aku bergegas tuk segera masuk kembali ke dalam masjid. Dari kejauhan aku melihat seorang bapak yang melihat kearahku. Sesaat aku melepas sandal tuk masuk ke dalam masjid, bapak tadi menghampiriku. "Mas, mumpung saya tau yang punyanya... Saya pinjam sandalnya yahhh. Pinjam sebentar tuk kedepan situ" kata bapak tadi sambil menunjuk kearah depan halaman masjid.

Dengan sigapnya akupun berkata, "ya boleh, silahkan pak...". Ehmm, sesaat setelah itu aku langsung kepikiran dengan prilaku bapak tadi yang tidak kukenal itu. Ya, kepikiran bukan karena takut sandalnya hilang. Namun kepikiran dengan sikap bapak tadi yang bela-belain menunggu orang yang datang agar bisa minta izin tuk meminjam sandal. Padahal, jikapun ia memakai sandal yang berjejer dihalaman masjid tadipun bisa ia lakukan. Wowww, salut...

Hikk hiksss, jadi terharu, malu, dan merasa bersalah nihh diriku :( . Sebagian besar orang termasuk diriku pasti sering memakai sandal sesama jama'ah masjid tanpa izin. Ya, tanpa izin dengan alasan pakainya khan cuma sebentar. Ntar juga dibalikin lagi. Pas dipakai, pemiliknyapun paling-paling masih didalam masjid. Jadi ia gak akan tau, dan ia juga akan dirugikan koq kalo sandalnya dipakai dulu sebentar dengan alasan mau keluar sebentar atau mau nyebrang ke tempat wudhu di pojokan. Heheee, rekan-rekan pembaca pernah gitu juga gak? heheee ;)

Melihat prilaku itu aku jadi teringat kisah pemuda pada zaman dahulu kala. Yaitu kisah seorang pemuda yang makan buah delima yang ia temukan di sungai. Setelah ia makan, baru ia sadar bahwa buah itu bukan miliknya sehingga ia mencari pemilik buah tersebut agar mendapat kehalalan buah yang ia makan. Wowww, padahal itu kan buah yang ia temukan hanyut di sungai lhoo.

Singkat cerita, pemuda tersebut menemukan pemiliknya dan memintan izin atau keridhoaan atas buah yang sudah ia makan. Ternyata si pemilik buah tadi bersedia menghalalkan buah tadi dengan syarat. Pemuda tadi harus menggarap ladang miliknya, karena ia kagum dengan prilaku pemuda tadi akhirnya ditambahkan syarat untuk menikahi anak gadisnya. Akhirnya ia menikah dan selanjutnya memiliki anak keturunan dari pernikahan itu.

Dan ternyata pemuda yang dimaksud tadi adalah ayah dari imam Syafi'i. Tau imam Syafi'i khan? Ya, beliau adalah ulama besar yang bernama lengkap Muhammad bin Idris asy-Syafi`i yang merupakan pendiri mazhab syafi'i. Ternyata imam Syafi'i lahir dari seorang ayah yang sangat dekat dengan Allah. Sangat hati-hati dengan apa yang ia lakukan, yang ia pakai, samapi yang ia makan.

Sudahkan kita seperti ayahnya imam Syafi'i? Atau setidaknya sudahkah kita seperti bapak yang izin meminjam sandal di masjid tadi? Ehmmm, terima kasih atas inspirasinya ya bapak peminjam sandal... ^-^

*Yusuf Erlangga

Jumat, 22 Oktober 2010

Perceraian Menular dan Infotainment


Secara biologis, perceraian emang tidak bisa dikatakan menular. Namun secara hubungan sosial, ternyata di Amerika sana seorang peneliti dari California menyatakan cerai itu emang bisa menular. Cerai yang berarti berpisah antara pasangan suami istri yang telah menikah dalam Islam emang tidak dilarang, namun perbuatan itu sungguh tidak disukai Allah. Sehingga tak heran bila dilingkungan kita, kita temui banyak pasangan keluarga yang telah menikah harus berujung diperceraian bahkan ada yang telah menikah selama puluhan tahun.

Menurut penelitian tadi bahwa bilamana ada keluarga atau teman dekat dilingkungan kita bercerai, maka pasangan lain yang ada didekatnya itu akan mengalami kemungkinan 150% lebih mungkin untuk bercerai juga. Hal tersebut hampir mirip dengan kemungkinan menularnya kebiasaan merokok dan minum minuman keras. Dalam sebuah kasus di California tadi, ada seorang pasangan yang sudah 22 tahun menikah harus bercerai yang ternyata anak perempuan pertamanya juga baru saja bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun sebelumnya. Dan beberapa tahun kemudian, adik yang termudanya juga mengalami perceraian.

Dalam kasus tadi menggambarkan, saat ada masalah dalam sebuah keluarga ia akan melihat lingkungan keluarga terdekatnya yang bercerai ternyata hidupnya menjadi lebih baik dan nyaman. Sehingga mereka yang sedang ada masalah itu ikut memutuskan bercerai sebagai solusi dalam rumah tangganya. Ingat itu semua karena pengaruh lingkungan terdekatnya. Lingkungan terdekat itu bisa berasal dari saudara kandung, sepupu, orang tua, atau bahkan sahabatnya. Semakin dekat hubungannya maka semakin besar kemungkinannya untuk meniru.

Lalu bagaimana dengan pengaruh publik figur alias artis yang bercerai dan sering kita lihat di TV khususnya tayangan gosip infotainment? Bukan tidak mungkin, karena terus menerus kita lihat tayangannya dan sang artis tersebut tetap bahagia setelah bercerai, maka masyarakat yang sering menontonlah yang akan menjadi korbannya. Ehmmm, pantesan banyak tokoh yang menyarankan tuk melarang bahkan mengharamkan kita menonton acara infotainment. Infotainment yang merupakan turunan dari gosip itu dalam Islam bisa masuk kategori ghibah (membicarakan keburukan orang lain) yang memang dilarang dalam agama. Jadi masih mau nonton infotainment niyyy? ^_^

*Yusuf Erlangga

Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Hikmah Aqiqah #5

Sambungan dari kisah sebelumnya
#4 Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet

Besok adalah tepat hari ke-tujuh kelahiran sibaby. Wahhh, hari ini (24/09) berarti harus mencari kambing tuk aqiqah niyyy. Alhamdulillah, walau dalam kondisi sibaby yang masih belum sehat, kami masih diberi kekuatan tuk mempersiapkan aqiqah anak kami tersebut. Dengan kemudahan yang ada, kita tinggal menghubungi usaha aqiqah yang cukup banyak diperkotaan seperti di Bekasi tempat tinggal kami.

Sikecil kan masih belom pulang dari RS, kenapa buru-buru sihhh? Tanya beberapa orang kepada kami. Emang sih Aqiqah itu hukumnya sunah. Dan ada beberapa pendapat, bahwa pelaksanaannya bisa dihari ke-7, ke-14, atau ke-21. Jadi kenapa harus buru-buru katanya. Namun kami berusaha untuk bisa melaksanakannya sesuai Hadist Nabi yang kami pahami.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya."
[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasai 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]


Berbekal ilmu itulah kami harus mempersiapkan Aqiqah bagi sibaby. Karena saya sempat teringat perkataan seorang Ibu yang menegor anaknya yang baru aja melahirkan bayi. Saat itu si anak yang baru melahirkan tersebut tidak menyegerakan tuk melaksanakan Aqiqah. Walau akhirnya dilaksanakan aqiqah juga sebulan kemudiannya. Saat itu ia beralasan sedang tidak punya uang. Padahal kata sang ibu tadi, gak punya uang gimana? Handphone aja dua. Kemana-mana pake mobil. Masak tuk membeli kambing aja tidak mampu. Kalau emang niat, beberapa harta benda miliknya kan bisa dijual dulu.
Wuihhh, bener juga tuhhh si Ibu. Oleh sebab itu, saya berusaha tuk tidak menunda-nunda walau kondisinya sesempit apapun.

Tepat pada hari ke-tujuh itu 2 ekor kambing yang sudah dipotong dan dimasak kami distribusikan ke beberapa tetangga serta yayasan panti yatim piatu dekat tempat tinggal kami. Pada hari itu pula, Hanan Zaidan resmi dilaunching sebagai nama putra kedua kami.

Dan saat kembali ke Rumah Sakit pada hari itu, kami mendapat kabar gembira bahwa baby Hanan sudah dilepas ventilatornya. Sehingga napasnya sudah tanpa bantuan mesin lagi. Karena kondisi sudah cukup membaik, kamipun berkesempatan untuk mencukur rambut baby Hanan. Karena kondisi tidak memungkinkan, alhasil hanya sebagian rambut saja yang dapat tercukur.

Selain sudah dilepas ventilatornya, dan pada malam itu sibaby sudah diizinkan tuk mencoba minum ASI. Subhanallah, tepat dihari ketujuh ini sibaby sudah mulai minum setelah sebelumnya harus berpuasa. Karena masih belajar, minum ASInya masih menggunakan selang yang langsung masuk kebagian lambungnya dan susunya hanya diberikan 5cc per 3 jam.

Ya, hari ini adalah titik balik perkembangan kesehatan yang positif bagi sibaby. Dan kami meyakini ini sebagai tanda kebesaran Allah pada hambanya. Setelah Aqiqah dilaksanakan, pada hari itu juga "perkembangan" sibaby semakin baik. Wallahu'alam...

*Yusuf Erlangga

Minggu, 12 September 2010

TDA Bekasi, "Ceria Bersama Anak-Anak"

Komunitas Bisnis gak harus melulu ngomongin bisnis.

Itulah yang saya alami semenjak bergabung dengan sebuah komunitas bisnis yang bernama TDA (Tangan Di Atas) khususnya yang ada di wilayah Bekasi (red. TDA Bekasi). Berawal dengan bergabung di milisnya, selanjutnya saya mulai mengikuti beberapa kegiatan offlinenya. Komunitas yang berisi dari kumpulan para pengusaha maupun calon pengusaha ini, pada Ramadhan tahun ini (1431 H) mengadakan kegiatan yang sangat menakjubkan. Yaitu sebuah acara yang gak berhubungan dengan bisnis seperti seminar, talkshow, maupun workshop layaknya sebuah komunitas bisnis, namun acara yang diberi tema "Ceria Bersama Anak-Anak" adalah sebuah ajang silaturahim bagi sesama membernya sekaligus moment untuk berbagi dengan anak-anak yatim yang dirangkai dalam sebuah acara buka puasa bersama (ifthor jama'i).

Walau saya termasuk penghuni baru di komunitas ini, Alhamdulillah saya berkesempatan tuk ikut-ikutan membantu diacara tersebut. Inilah salah satu kehebatan dari komunitas ini, tidak ada pembeda antara sesepuh dengan new member, semua jadi satu layaknya keluarga. Dalam kegiatan ini saya kebagian amanah sebagai pembawa acara alias eMCe, sekaligus harus siap mengisi acara dengan games (lomba-lomba) serta permainan hikmah alias hiburan sulap.

Sesuai dengan surat undangan yang disebar, tepat pukul 14:00 tamu undangan mulai berdatangan. Anak-anak yatim dari beberapa yayasan mulai duduk rapih di dalam ruangan yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung Islamic Centre Bekasi. Sambil menunggu undangan lainnya, panitia telah menyediakan sebuah film kartun yang dapat ditonton disebuah layar lebar didepan ruangan. Anak-anak tampak ceria menonton tanpa harus bosan menunggu acara resmi dibuka. Salut, ini merupakan cara briliant yang diambil panitia untuk mengisi waktu kosong sebelum acara dimulai.

Sekitar pukul 14:30, pak Yodhi Ahyad sebagai stage manager dalam kegiatan ini memberi kode kepadaku melalui HT (Handy Talky) bahwa saatnya eMCe masuk. Bersama kak Bacha, sayapun masuk kedepan panggung sebagai duet eMCe. Dimulai dengan bersama membaca basmallah, acarapun mulai berjalan dipandu oleh kak Yusuf dan kak Bacha. Cieee, kakak... Maklum, karena audiens utamanya adalah anak-anak, saya yang sudah tidak muda lagi ini jadi ikutan dipanggil dengan sebutan kak Yusuf deghhh. Pada umumnya sebuah kegiatan, biasanya dimulai dengan sambutan Ketua Panitia, dan sambutan lainnya. Namun dalam acara yang dihadiri 500 anak lebih ini justru dimulai dengan nonton film serta rangkaian permainan dan kuis yang tak luput dengan aneka hadiah. Untuk memeriahkan acara tersebut, sayapun kebagian memandu sebuah permainan hikmah alias sulap. Sambil belajar bahasa Inggris dengan berinteraksi dengan audiens, sayapun memainkan sebuah permainan angka-angka prediksi dengan tema persahabatan.

Saat adzan Ashar berkumandang, acara dihentikan sejenak untuk sama-sama melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang ada dilingkungan tersebut. Setelah itulah acara resmi dibuka dengan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia (Dewanto Purnomo) serta ketua TDA Bekasi (Erry Priyambodo). Walau judulnya sambutan, namun anak-anak sangat antusias memperhatikannya. Ya, karena pak Erry memberikan beberapa hadiah dengan mengajukan pertanyaan tuk anak-anak.

Keceriaan anak-anak berlanjut dengan tampilnya Kiki Pildacil yang sangat menawan memberi tausiyah. Kiki yang saat ini baru kelas 6 SD dan tinggal di Bandung, sangat piawai menyampaikan pesan-pesan moral yang sangat mengena bagi anak-anak yang hadir maupun para orangtua pendamping. Tausiyah semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang sangat dekat dengan dunia anak saat ini. Kiki yang merupakan salah satu peserta lomba PILDACIL yang ditayangkan disalah satu TV swasata beberapa tahun lalu masih sangat aktif memberi tausiyah dibeberapa acara termasuk di kegiatan TDA Bekasi ini. Walau ia sering keliling memberi tausiyah diberbagai tempat, ternyata iapun berprestasi pula disekolahnya.

Setelah tampilnya Kiki dipanggung utama, berikutnya giliran kak Bimo yang hadir tuk membawakan dongeng islami yang sarat makna. Kak Bimo yang memegang dua rekor MURI sebagai pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak & audiens terbanyak, jauh-jauh datang dari Jogja ke Bekasi hanya untuk berbagi keceriaan dengan anak-anak yang hadir. Sebelum kisahnya dimulai, kak Bimo menirukan aneka ragam suara baik hewan, alat transportasi, hingga berbagai tokoh kartun yang pernah ada. Sontak anak-anak ceria dan bertepuk tangan sembari menebak suara apa yang baru diperagakan oleh kak Bimo. Selain dengan suaranya yang unik, kak Bimo tak jarang juga memperagakan aneka mimik muka dan gerak tubuh yang menawan. Jangankan anak-anak, orang tua yang hadirpun terpingkal-pingkal tertawa melihat setiap adegan dari kak Bimo tersebut. Disela-sela mendongeng, kak Bimo tak segan-segan memberi hadiah sehingga menambah keceriaan anak-anak.

Setelah kak Bimo mengakhiri dongengnya, giliran anak-anak ceria menyambut adzan Maghrib berkumandang yang dilanjutkan dengan menikmati aneka hidangan berbuka puasa mulai kolak hingga makanan berat serta ice cream aneka rasa yang sangat digemari anak-anak. Sebelum acara ditutup dengan shalat Maghrib berjamaah, panitia memberi santunan baik untuk anak-anak maupun untuk yayasan yang mengelola panti sebagai tempat tinggalnya anak-anak tersebut.

Jam 18:30 para undanganpun mulai meninggalkan ruangan dengan muka ceria. Selain anak-anak, para pengurus yayasan yang mendampingi serta para panitiapun terlihat ceria karena anak-anak yang hadir tersebut senang dan gembira. Ya, anak-anak yatim gak melulu membutuhkan santunan dalam bentuk materi, namun merekapun butuh hiburan.

Foto-foto: Eko SHP dan Ari Oni

*Yusuf Erlangga

Kamis, 01 April 2010

Prinsip 3B ala Sopir Taksi


Dalam suatu kesempatan, seorang Ustad bertanya kepada seorang sopir taksi yang selalu terlihat qona'ah dalam mencari nafkah di kesehariannya. Apa sih resep anda selalu terlihat tenang, senang, gembira dalam menjalani hidup ini khususnya sebagai sopir taksi? tanya sang Ustad. Usut punya usut, ternyata si sopir taksi itu mempunyai prinsip 3B dalam kesehariaanya sebagai sopir taksi.

B yang pertama adalah selalu BERSYUKUR saat ia pulang kerumah dan mendapatkan rezeki lebih dari target setoran harian.
Lalu B yang kedua adalah BERSYUKUR bilamana ia hanya mendapat rezeki yang pas-pasan untuk menutupi setoran harian.
Serta B yang ketiga teryata tetap BERSYUKUR bilamana ia harus pulang tanpa mendapat rezeki sama sekali bahkan harus menutup uang setoran harian.

Bersyukur yang pertama karena ia mendapat limpahan rezeki berlebih dari Allah, dan sewajarnya itu harus dilakukan setiap saat.
Bersyukur yang kedua karena ia dapat menutupi setoran harian sebagai kewajiban sebagai sopir taksi kepada perusahaan tanpa harus menombok atau merugi.
Bersyukur yang ketiga karena ia dapat pulang dengan selamat sampai dirumah walau tanpa harus membawa penghasilan, dimana disaat yang lain ada kemungkinan para sopir taksi yang tidak selamat karena kecelakaan ataupun menjadi korban kejahatan.

Subhanallah, ternyata prinsip 3B tersebut benar2 sederhana nih. Hanya Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur. Dalam agama Islam sopir taksi itu benar2 telah qona'ah seperti kata Ustad diatas. Apa sih Qona'ah itu? Menurut sumber berikut disini

Qona’ah artinya ridlo dengan segala pemberian yang menjadi keputusan Allah, karenanya hidupnya sangat tenang dan damai. Menurut Al Ghazali, orang qona’ah adalah orang yang merasa kaya meskipun tidak kaya, dirinya merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, ia tidak mau tergiur mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati, ia menjadi merdeka karena ridlo (menerima apa adanya) segala keputusan Allah.
Dalam beberapa riwayat, Rasululloh bersabda “Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta, tetapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan jiwa” ( Hr.Tabrani). Qona’ah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tak akan lenyap ( Hr.Tabrani)

Sebagai bagian dalam sebuah keluarga, apakah kita sudah qona'ah menjalani hidup sebagai anak, ayah, ibu, suami, ataupun istri?
Sebagai bagian dalam sebuah kewirausahaan, apakah kita sudah qona'ah akan hasil2 yang telah kita dapat dalam membangun & menjalani sebuah usaha?
Semoga dengan adanya qona'ah dalam keseharian hidup kita, dapat menjadikan semangat hidup dalam menjalani kehidupan kita ini. Amin...

*Yusuf Erlangga

Kamis, 11 Maret 2010

Tips. "Bisikan Positif" Yang Mengarahkan Anak Menjadi Tokoh Besar


Akan menjadi apakah anak kita kelak jika ia sudah dewasa?
Pertanyaan tersebut mirip seperti pertanyaan yang sering ditanyakan kepada anak2 kecil disekolahan. Apakah cita2mu jika sudah besar?

Apakah sebagai orang tua, kita juga punya hak tuk mengarahkan cita2 anak kita? Atau jangan2 malah sebuah kewajiban bagi orang tua yang bertanggung jawab dan sayang pada anaknya yaaa???

Pertanyaan2 tersebut mengingatkanku pada sebuah tulisan dalam buku berjudul "100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak" karya Iman Al-Mahdawi yang telah diterjemahkan di Indonesia oleh Nashirul Haq, Lc. Salah satu point dalam buku itu menceritakan kisah bagaimana orang tua dapat membuat anaknya menjadi tokoh besar.

Dalam point ke 37 dari 100 ide cemerlang, tercantum sebuah ide yaitu: Bisikanlah hal-hal positif kepada dirinya. Dalam ide tersebut, setiap orang tua diharapkan untuk terus berusaha agar selalu memberikan pendapat untuk masa depan anaknya. Teruslah mengatakan padanya (anak) bahwa kita yakin bahwa dirinya memiliki masa depan yang cerah, tentunya dengan tetap mengarahkan pada tujuannya tersebut. Memberi pandangan dan arahan kepada anak memiliki dampak yang mendalam bagi masa depannya.

Dalam buku tersebut digambarkan bahwa banyak tokoh atau ulama terdahulu dan sekarang memiliki ibu yang sangat berperan bagi dirinya. Sebagai contohnya, Syekh As-Sudais, seorang imam Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, dia memiliki ibu yang selalu berkata padanya saat ia kecil: "Kelak jika besar nanti kamu akan menjadi seorang imam Masjid besar". Dalam buku itu juga digambarkan bahwa DR. Ahmad Zuwail, seorang ilmuwan Mesir yang mendapat penghargaan nobel dibidang kimia, ia memiliki orang tua yang menuliskan sebuah papan nama "DR. Ahmad Zuwail" yang ditempelkan di depan pintu kamarnya ketika ia masih kecil.

Ehmmm Subhanallah, jadi akan menjadi tokoh besar seperti apakah anak kita kelak? Berarti tergantung "bisikan positif" apa yang kita berikan saat ia masih kecil nihh....

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 06 Februari 2010

Matematika Sedekah

Dalam suatu kesempatan, Ust. Yusuf Mansur memberi sedikit ilustrasi hitung-hitungan yang ia sering sebut "matematika sedekah".

Kalo dalam matematika biasa, 10 - 1 = 9, Nah dalam
matematika sedekah hasilnya = minimal 19.

Lhoo koq bisa?
Masih ingat Al-Qur’an Surat Al An ‘aam, Ayat: 160? Dimana Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 kali lipat.

Nahh, kalo kita mau kaya dunia-akhirat, yakinlah akan janji Allah tsb.
Contoh balasan minimal 10 kali lipat spt brkt:
Kalo kita punya penghasilan(gaji) Rp 1.000.000 sebulan, coba sisihkan 2,5%nya maka uang kita bukannya tinggal Rp 975.000 (1.000.000 – 25.000 = 975.000), namun menjadi Rp 1.225.000 (1.000.000 – 25.000 = 975.000 + (25.000 x 10) = 1.225.000).

Apalagi kalo kita menyedekahkannya bukan hanya 2,5% tapi hingga 10% atau lebih.
Ilustrasinya:
1.000.000 - 2,5%nya = 1.225.000
1.000.000 - 10%nya = 1.900.000
1.000.000 - 20%nya = 2.800.000
1.000.000 - 30%nya = 3.700.000
1.000.000 - 40%nya = 4.600.000
1.000.000 - 50%nya = 5.500.000
1.000.000 - 60%nya = 6.400.000
1.000.000 - 70%nya = 7.300.000
1.000.000 - 80%nya = 8.200.000
1.000.000 - 90%nya = 9.100.000
1.000.000 - 100%nya = 10.000.000

Insya Allah...

*Yusuf

Jumat, 05 Februari 2010

Sehat Itu Mahal

Sebagian besar masyarakat berkata: "sehat itu mahal"

Rasulullah SAW bersabda: "Kondisi sehat dan kesempatan luang adalah dua nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia, namun sering mereka lupakan."

Hal tersebut benar2 saya rasakan ketika disuatu siang di sebuah RS Swasta di Bekasi. Betapa tak miris, sejak awal mendaftar tuk menuju dokter/poli kita sudah disodori sebuah rincian biaya pengobatan untuk segera dibayar. Selesai konsul dng dokter, kita diarahkan tuk mengantri ke bagian farmasi (apotek). Saat nomor antrian dipanggil, kita harus menuju kasir yang sudah siap menyodorkan rincian biaya obat. Setelah dibayar, kita baru bisa mendapatkan kwitansi sebagai bukti pengambilan obat.

Saat sedang proses di kasir apotek itulah saya benar2 merasakan nikmat sehat, ternyata sehat itu emang tak murah. Secara tak sengaja saya memperhatikan seseorang yang sedang bingung sambil mengecek uangnya didompet saat dikasir setelah mendengar ia harus membayar biaya obat sekitar 300ribuan. Melihat gelagat bingung sang pasien, petugas kasir dng hati2 & ramah berkata: Ohh bapak mau ambil resepnya dulu ya? Baik, saya siapkan ya pak.

Sedih & syukur yang saya rasakan saat itu. Sedih karena mahalnya biaya di RS dan tak semua orang mampu membayarnya. Alhamdulillah saya ucapkan rasa syukur, walau saya sedang diuji dengan sakit namun masih diberi keluangan mengenai biaya pengobatan. Hal tersebut saya rasakan karena saya diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan (asuransi) oleh perusahaan tempat saya bekerja.

*Yusuf
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template