Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Membangun Loyalitas Karyawan


Siang itu saya berkesempatan bertemu dengan seorang owner dari sebuah Rumah Sakit di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ternyata bapak pengusaha ini tak hanya memiliki sebuah Rumah Sakit, namun ada tiga Rumah Sakit (RS) dan empat buah klinik yang ia miliki. Dan ternyata, sayapun dapat info dari seorang teman yang mengelola sebuah kantin di perkantoran di Cikarang, bahwa bapak pemilik Rumah Sakit tersebut dulunya ia adalah seorang sales obat. Dimulai perkenalan dengan seorang pemilik apotik yang saat ini menjadi istrinya, pasangan suami-istri itu telah membangun jaringan Rumah Sakit & Klinik kurang dari 20 tahun.

Masih dari penuturan temanku tadi, ternyata bapak pengusaha itu emang sejak mudanya terkenal ulet dan pekerja keras. Maka tak heran mulai dari sebuah apotek, berkembang menjadi sebuah klinik, lalu menjadi Rumah Sakit hingga kini memiliki tiga Rumah Sakit dan empat Klinik.

Ada satu hal yang saya tangkap dari pembicaraan santai siang itu dengan beliau. Ia benar-benar mememperhatikan fasilitas tuk karyawannya. Khususnya tuk team dokter yang bergabung di jaringan Rumah Sakit & Klinik miliknya. Ia mengatakan, dokter-dokter yang ada harus diperhatikan kesejahteraannya. Ya, agar dokter-dokter tersebut dapat bekerja melayani dan mengobati pasien dengan maksimal.

Memperhatikan kesejahteraan dokter yang ada juga merupakan tehnik membangun loyalitas dokter terhadap perusahaan miliknya. Salah satunya, ia bercerita bahwa dokter-dokter baru yang bergabung di perusahaannya diberi bantuan uang muka tuk membeli (kredit) mobil. Bagi dokter yang rumah tinggalnya jauh dari tempat tugasnya, ia memberi fasilitas tempat tinggal (mess / rumah sewa) yang dekat.

"Itu khususnya tuk para dokter baru, maklum kalo dokter baru kan penghasilan (gaji)nya masih kecil, jadi harus kita suport", kata bapak pengusaha itu. Dengan begitu, ia berharap para dokter yang ada akan loyal kepada perusahaan.

Wowww, salut dengan konsep pengusaha yang satu ini dalam membangun loyalitas karyawan. Beri suport sejak awal karyawan bergabung. Justru karyawan-karyawan yang baru bergabunglah yang perlu disuport. Gak hanya sekedar gaji, fasilitas kesejahteraan penunjang perlu diperhatikan sejak dini.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 12 Juni 2012

Pengalaman Menyebar Brosur



Pagi itu kami mengagendakan tuk ngelapak lagi. TMII Jakarta masih menjadi pilihan, namun kali ini kami ngelapak bersama karyawan. Karena sebelumnya kami ngelapak tanpa bersama karyawan yang membantu (baca: tulisan yg lalu). Dan pada kesempatan kali ini saya bertugas khusus sebagai penyebar brosur. Hahhh, sebar brosur aja sampe ada petugas khusus? Hehee, ya karena brosur yang disebar tersebut tidak diberikan kepada pengunjung yang lewat didepan lapak kami, tapi sayalah yang muter-muter keliling disekitar keramaian orang di pasar kaget minggu ria TMII.

Dari kegiatan muter-muter nyebar brosur tersebut, ada beberapa pengalaman yang menarik dan dijadikan pelajaran bagi kami. Berikut ini beberapa catatan tersebut:

1. Demi irit pengeluaran biaya produksi brosur, penyebaran brosur haruslah sesuai target market. Itu sihh kata para praktisi bisnis lhooo. Dan pagi itu saya praktekan dengan menyerahkan brosur hanya kepada orang-orang yang sedang membawa anak balita atau ibu-ibu yang sedang hamil. Ya, sesuai target market ecokiddy produk kami.
2. Berdasarkan pengalaman saat itu, ternyata gak semua orang mau menerima brosur yang kita berikan lhooo. Salah satu catatan saya saat itu, kenapa ada orang yang menolak diberi brosur? Orang menolak karena saat kita beri ia sedang "sibuk". Lagi enak-enak makan / milih-milih barang dagangan, kita kagetkan dengan memberi brosur. Gak salahlah kalo ia menolak. Jadi saat memberi brosur, jangan mengganggu atau mengagetkan yahhh.

3. Panggilan sapaan juga sangat berpengaruh terhadap penerimaan orang yang diberi brosur. Jangan segan mengucapkan salam yang sopan & hangat (tapi jangan lebay yahhh, hehee). Dan jangan segan mengucapkan "maaf" saat kita memberi brosur, ya karena bisa aja kehadiran kita mengganggu mereka.
4. Ngomong-ngomong tentang sapaan yang tadi, pada saat penyebaran brosur itu terkadang saya menyapa dengan sapaan pak-bu, terkadang juga dengan sebutan ayah-bunda. Entah kenapa dengan sebutan Ayah atau Bunda, sebagian besarnya terlihat lebih "terbuka" saat aku beri brosur. Hal ini mengapa? Nahhh, aku juga blom tau kenapa nihhh? ;)

5. Karena posisi penyebaran brosur tak dekat dari lapak, hal ini terasa kurang efektif karena orang yang menerima brosur akan bingung harus kemana ia pergi jika tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Untuk jaka pendek dengan tujuan adanya transaksi saat itu juga, ini emang tidak baik. Tapi tuk tujuan jangka panjang alias nge-branding produk, hal ini gak masalah sihhh.
6. Tuk mensiasati kebingungan atau rasa penasaran si penerima brosur, harusnya saat keliling-keliling nyebarin brosur sekalian bawa contoh produk. Bahkan tuk produk tertentu bisa sekalian kasih tester gratis.

7. Dan yang cukup penting juga menurut para mentor & praktisi bisnis, idealnya setiap brosur yang kita buat & sebarkan itu harus tercatat dan terukur. Wahhh, kalo udah ngomongin ini emang perlu & penting nihhh. Gimana caranya? Rada panjang nihh, kita obrolin lain waktu yahhh... ;)

Nahhh, pengalaman nyebar brosurnya sudah dicatat. Tinggal action tuk nyebar-nyebar lagi nihh... ;)

*Yusuf Erlangga

Senin, 12 Maret 2012

Nyebur dan Kelelep di Dunia Usaha




Sore itu, diriku terima bbm (blackberry messenger) dari seorang teman lama. Gimana kabarnya pak? Denger-denger usahanya makin maju nihh. Cerita-cerita dong. Itulah isi dari bbm yang terkirim dari temanku yang saat itu tinggal & bekerja di Bandung dan sedangkan aku tinggal di Bekasi. Dengan santainya aku membalas, kalo cerita-cerita sihh gampang. Tapi paling enak, ceritanya sambil ngupi-ngupi bareng di warung kopi nihh. Heheee, asal jawab aja diriku, padahal ngopi dirumah aja jarang banget alias hampir gak pernah apalagi ngopi di warung kopi tuhh. :))

Kapan-kapan dehh. Kalo pak Yusuf main ke Bandung, kasih tau yahh biar kita bisa ketemu. Kali-kali aja saya bisa kejipratan jadi pengusaha juga nihh. Ya, itulah lanjutan komen dari temanku itu yang emang seorang karyawan. Padahal dari dulu bilang pengen jadi entrepreneur tuhh. Jangankan jadi full pengusaha, nyambi-nyambi usaha sambilan aja blom pernah.

Dengan sigap dan santai, aku bilang ke beliau; Kalo mau jadi pengusaha gak perlu nunggu kejipratan dulu. Langsung aja nyeburr burr burr burrr :D Sambil tertawa, iapun bertanya lagi. Tapi... Kalo nyebur, nanti keleleup gak ya???

Nahhh, ngomong-ngomong tentang nyebur dan kelelep aku jadi teringat dengan kisah pak Dahlan Iskan pada sebuah acara yang diselenggarakan komunitas TDA di bulan Januari 2012 lalu. Dahlan Iskan yang merupakan mentri BUMN itu mengatakan bahwa Entrepreneurship itu bisa ditularkan tetapi tidak bisa diajarkan. Sebagai contoh, seorang mahasiswa Master of Business Administration (MBA) sudah tentu mempelajari segala urusan yang berkaitan bisnis. Namun begitu lulus dan mendapat ijazah MBA, belum tentu ia bisa langsung berbisnis. Ya, bisnis butuh proses "penularan", dan itu bisa ditularkan saat langsung action nyebur ke dunia usaha dan bergaul dengan para pengusaha (berkomunitas).

Ok, nyeburnya udah. Kalo kelelep gimana?
Nahh, masih apa kata pak Dahlan Iskan yang merupakan tokoh dari besarnya group media Jawa Pos menjelaskan bahwa semakin muda/dini menghadapi masalah, semakin cepat jatuh, semakin baik. Karena jatuh itu penting, bangkrut itu penting, semua orang yang menjalani bisnis pasti pernah jatuh. Kalau jatuh, bisnisnya masih kecil, maka rasa menyesalnya tidak terlalu besar.

Jadi... kalo udah nyebur, emang kudu sesekali kelelep tuhh. Kalo bisa kelelepnya mumpung masih di pinggir kolam yahh (baru mulai). Dan yang terpenting lagi, saat kelelep itulah saatnya kita bangkit lagi dan segera melanjutkan berenangnya.

Ok, selamat nyebur bagi yang belom ikut menyebur.
Ok, selamat kelelep bagi yang sudah mulai menyebur.
Ok, selamat melanjutkan renangnya bagi yang sudah merasakan kelelep.

*Yusuf Erlangga

Kamis, 19 Januari 2012

"Signature", Promosi & Identitas



Pernah baca kalimat-kalimat seperti dibawah ini gak? Coba deghh dibaca dulu... :)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.



Ehmm, iya pernah. Iya, itulah kalimat atau kata-kata yang sering kita temui saat kita membaca email baik yang masuk lewat japri maupun via milis. Tepatnya kata-kata tersebut pasti kita temui diakhir tulisan alias pada bagian paling bawah. Dan yang pasti, hal tersebut muncul dari email yang dikirim via BB alias BlackBerry.

Lalu... Kata-kata atau kalimat itu boleh dihapus atau diganti gak sihh? Bikin ngetop si "provider HP" aja nihh...
Nahh kalo jawabannya secara "hukum" boleh atau tidaknya, saya gak tau sihh...

Tapi gimana cara menghapus atau menggantinya, saya tau dan pernah lakukan sihhh. Ini dia langkah-langkahnya:

- Klik logo Blackberry pada keypad
- Klik menu “Setup”
- Klik menu “Email Settings”
- Pilih akun email yang akan disetting (jika ada beberapa email), klik “Edit”
- Masukan profil/info yang kita inginkan pada kolom “Signature”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan

Nahhh, sekarang "buntut" email yang kita kirim sudah berubah deghhh. Terserah mau diisi apa aja sihhh. Kalau anda pengusaha, hal ini bisa menjadi media promosi bagi usaha anda masing-masing lhoo... Masak iya yang boleh promosi & ngetop si provider HP doang, usaha kita masing-masing kudu ngetop juga dongg... Heheheee ;)

*Yusuf Erlangga

Rabu, 11 Januari 2012

Setting Profil Name dalam Email



Benar kata orang, nama seseorang itu bisa mencerminkan gimana sebenarnya orang tersebut. Begitupun dalam surat-menyurat dunia maya (email), display name atau profil name sangat perlu kita perhatikan.

Berikut ini adalah cara merubah nama dalam akun email:

Setting pada YAHOO
- Masuk ke akun email yahoo
- Masuk menu “Option” dipojok kanan atas, klik “Opsi Email”
- Masuk menu “Account”, klik “Yahoo! Mail”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Your ‘From’ Name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan


Setting pada GMAIL
- Masuk ke akun email gmail
- Klik menu “Settings” dipojok kanan atas
- Klik menu “Accounts”, muncul menu “Send mail as”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Update Name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan


Setting pada BLACKBERRY
- Klik logo Blackberry pada keypad
- Klik menu “Setup”
- Klik menu “Email Settings”
- Pilih akun email yang akan disetting (jika ada beberapa email), klik “Edit”
- Masukan Nama Profil email yang kita inginkan pada kolom “Your name”
- Klik “save” untuk menyimpan perubahan

*Yusuf Erlanggga

Senin, 10 Oktober 2011

Manfaat Anak Bermain



Tidak bisa dipungkiri, bermain adalah fitrahnya dari anak-anak. Dan ternyata bermain itu memiliki banyak manfaat lhooo. Ya, berikut ini adalah aneka manfaat dari bermain bagi anak-anak yang dirangkum dari berbagai sumber dan pernah dipublish dalam akun twitter @ecokiddy dengan handstag #ManfaatAnakBermain:

- melatih fungsi fisik anak
- menumbuhkan daya saing dan kemampuan bersaing secara sehat
- penting untuk pengembangan daya kreatifitas anak
- belajar mengembangkan keterampilan bergaul atau keterampilan bersosialisasi
- belajar memahami keinginan orang lain dan belajar juga menaati peraturan yang ada di lingkungan sekitar
- menciptakan suatu keadaan di mana anak belajar menerima kekalahan tanpa merasa kalah atau tanpa merasa bersalah
- dapat menghilangkan stres anak, yaitu melepaskan ketegangan pada anak dengan sehat
- sangat penting bagi pertumbuhan intelektual anak
- belajar untuk memecahkan masalah seefisien dan secepat mungkin
- latihan merangsang anak untuk berpikir secara tepat dan cermat
- latihan melatih konsentrasi berpikir dan bertindak bagi anak
- melatih kemampuan bekerjasama dalam tim atau kelompok
- mengajarkan anak berempati dan belajar mengatur emosinya
- melatih tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga
- anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain
- melatih belajar logika berpikir dan bertindak
- belajar memahami dunia dengan meniru dan mencoba segala macam interaksi yang kompleks
- menguatkan rasa percaya diri yang berefek tuk masa yang akan datang pula
belajar mandiri dan bertanggung jawab
- permainan luar tidak hanya sehat tetapi juga memberi kesempatan penting untuk menjelajahi dunia

Wowww, ternyata #ManfaatAnakBermain itu ada banyak yahhh. Tapi ingat ya ayah bunda, walau #ManfaatAnakBermain itu ada banyak, aktivitasnya tetap harus dikontrol lhhhoo...

*Yusuf Erlangga

Jumat, 20 Mei 2011

Tips Agar Bayi Tidur Nyenyak


Tak seperti orang dewasa, bayi butuh belasan jam per hari tuk tidur. Nyaris dlm sehari, mayoritas aktivitas bayi adalah tidur. Bayi baru lahir butuh waktu 16-18 jam per hari untuk tidur. Bayi usia setahun 14-16 jam, di atas usia setahun 10-12 jam. Tentu saja si kecil tak tidur terus sepanjang belasan jam. Dalam sehari, ia bisa 5-6 kali bangun (dan tidur lagi).

Aktivitas tidur ini memang sangat penting bagi tumbuh kembangnya, apalagi jika bayi bisa tidur nyenyak. Berikut beberapa tips agar bayi dapat tidur nyenyak:
- Sebaiknya tempat tidur bayi mempunyai dinding tertutup dan tak diletakkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin.
- Gunakan bantal yg pas shg nyaman tuk lehernya. Jika terlalu tinggi / rendah, leher bayi akan terbebani oleh kepalanya sendiri.
- Gunakan kasur yang rata dan agak kencang. Hal tsb bagus untuk pembentukan otot-otot dan tulang belakang si bayi.
- Seprei harus ditarik kencang di bawah kasur, sehingga tak mudah kusut kala bayi bergerak-gerak.
- Jauhkan benda seperti boneka dan selimut dari wajah bayi karena bisa saja napas bayi terganggu oleh benda-benda tersebut.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman & aman bagi bayi, termasuk pakaian, suhu ruangan, ketenangan, kebersihan, pencahayaan.
- Selimut jangan terlalu tebal & berat. Hawa yang terlalu panas malah membuat bayi sulit bernapas.
- Cermati suhu kamar, apakah dalam kondisi dingin atau panas. Usahakan dalam kondisi hangat bagi bayi.
- Jika udara dingin, pakaikan selimut bayi. Jika udara panas, pakaikan baju bayi yang lebih tipis dan mudah menyerap keringat.

Ingat, tidur yang nyenyak (berkualitas) akan mempengaruhi perkembangan positif bagi si bayi lhoo...
@ecokiddy #tips #tidur

*Yusuf Erlangga

Rabu, 20 April 2011

Usaha Ini Bagus Gak Ya?


Woww, ternyata peluang usaha itu banyak ya...
Ehmm, ini dia nihh ide yg bagus. Pasti bisnis ini akan booming nihh...
Waduh bingung nihh mau usaha apa ya?
Yahh, ternyata usaha ini gak cocok tuk saya. Ganti usaha aghh...

Itulah sebagian pernyataan dan pertanyaan yang sering dialami orang banyak, khususnya orang-orang yang belum, atau baru mau, atau bahkan yang sudah berwirausaha namun masih baru berjalan beberapa bulan/tahun.

Jadi gimana baiknya dong???
Jawaban kata kebanyakan praktisi usaha adalah; Usaha yang bagus yaitu usaha yang dijalankan, bukan hanya sekedar dipikirkan atau ide. Lhaa gimana mau ketauan bagus atau tidak, dijalankan saja belom koq.
Atau ada juga yang mengatakan semua usaha itu bagus, asalkan dijalankan dengan konsisten (ada yg bilang minimal 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dll). Nahh kalo yang terakhir ini intinya jangan tergoda tuk berhenti atau ganti usaha, jika usaha yang kita jalankan dirasakan tidak ada kemajuan. Terlebih lagi bilamana ganti usahanya tersebut diakibatkan tertarik dengan bisnis baru yang sedang booming (alias ikut-ikutan).

Kalo itu sudah dijalankan apakah usaha kita pasti sukses?
Kalo itu saya berani jamin, bahwa saya menjamin kesuksesan itu kemungkinan didapat. Ya, itu hanya "kemungkinan" lhoo... heheee :p Daripada tidak action sama sekali khann... Yang tidak action itulah yang dijamin tidak akan sukses ^_^

*Yusuf Erlangga

Rabu, 06 April 2011

Perlukah Online Store Ada Jam Kerja?


Judul diatas sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yg saya dapat dari seorang member disebuah milis yang saya ikuti. Yaitu pak Undang Nur Hidayat seorang pengusaha (www.kaoskakiku.com & www.mukena-bordir.com) yang bertanya di milis TDA Bekasi (tdabekasi@yahoogroups.com). Dari pertanyaan itulah, saya mendapat diskusi dari beberapa member di milis tersebut.

Pak Rawi Wahyudiono seorang pengusaha yg bergerak dibidang printer tuk perbankan yg rajin ngeblog ini mengatakan; "Salah satu bisnis yang bisa menyita waktu adalah bisnis onlen atau bisnis 24/7, 24 jam dalam sehari 7 hari dalam seminggu. Bisnis onlen adalah bisnis yang tidak pernah berhenti, sebuah bisnis yang tidak sehat jika harus dikerjakan sendiri. Sudah selayaknya pemain bisnis onlen menjadikan bisnis ini sebagai bisnis utama seperti bisnis-bisnis offline lainnya yang berjualan melalui media warung, toko, booth, counter, gerobak, dll".

Lain lagi dengan pak Annas Ahmad seorang pengusaha obat Amandel yg ahli juga mengenai pemasaran via internet. Ia mengatakan kalau memang sudah online memang sebaiknya dibuat siap melayani 24 jam, atau paling tidak kita respon kurang dari 24 jam.
Ada beberapa cara untuk membantu kita menghandle konsumen, misal :
1. siapkah halaman FAQ
2. siapkan SMS server
3. siapkan auto answer email
4. atau paling mudah adalah memiliki CS
atau alternatif lain adalah membuat sistem toko kita otomatis, pengunjung bisa order kapan saja, butuh informasi bisa cari langsung di web kita.

Senada apa yg dikatakan pak Sudarsono Martoyo di milis tsb jg, ia mengatakan bahwa Toko On-Line sebaiknya terima pesanan full-day (24 jam), namun pesanan diantar pada waktu yang layak, misalnya antara jam 08.00 s/d 17.00.

Jadi, perlukah Online Store menerapkan jam kerja? Silahkan dipilih dan langsung dijalankan aja deghhh... ^_^

*Yusuf Erlangga

Kamis, 25 November 2010

Pompa ASI Pilihan

Sejak kelahiran Fathan, anak pertama kami, bunda amat sangat terbantu dengan yang namanya Breast Pump (BP) atau alat pompa ASI. Hal ini dikarenakan hingga saat ini pun ketika anak sudah 2, bunda belum bisa juga perah ASI secara manual dengan tangan. Apalagi sebagai ibu bekerja, alat pompa ASI pun benar-benar jadi andalan.

Mulanya BP yang bunda beli adalah merk Medela tipe Harmony. Setelah searching informasi sana-sini tipe dan merk ini termasuk yang paling direkomendasikan. Sebelum Fathan lahir, pompa ASI ini sudah ditangan. Sangat membantu sekali saat Fathan lahir. Karena fathan langsung dirawat di Perina Room, sementara bunda belum bisa jalan pasca kelahiran, otomatis ASI belum bisa diberikan secara langsung. Pompa inilah yang membantu, sehingga ASI segar dapat segera didistribusikan. (Loh... kayak ransum aja nih ^^)

Medela Harmony

Alhamdulillah, pompa jenis ini termasuk dapat dihandalkan. Sekali pompa bisa penuh botol berkapasitas 150 ml ini. Untuk hari-hari pertama memang tidak banyak hasilnya, tetapi lama-lama mengikuti kebutuhan anak juga. Sesuai prinsip produksi ASI yang berdasarkan demand. Nyaman digunakan, harga menengah, makanya langsung jadi pilihan. Kelemahannya : pegel banget, karena gerakan tangan harus seperti memeras (ada yang bilang juga seperti menembak). Semakin cepat dan lama memompa, semakin banyak hasil yang diperoleh. Nah, kalo sudah pegal, hasil jadi ga maksimal. Selain itu kedua tangan harus fokus dialat pompa juga, sehingga tidak dapat melakukan aktifitas lainnya.

Beberapa waktu setelah masuk kerja, akhirnya muncul keinginan untuk mengganti dengan tipe electric untuk mempercepat proses pemerahan. Tapi harganya itu buuun.... 2x lipat Harmony. Pas jalan-jalan ke Babyshop, iseng nanya electric breastpump dan ditawari merk IQ-Baby. Harganya dibawah Medela Harmony. Ragu juga sih, sama kualitas n harganya saat itu. Tapi karena terbuai sama testimoni n tawaran si Koko, akhirnya beli juga ^_^

IQ Baby

Sampai dirumah langsung dicobain... Memang benar kata orang, ada rupa ada harga. Masih lebih enak pake Medela Harmony. Pernah lihat beberapa review orang di internet, ada sih yang bilang puas dan nyaman pake merk ini, murah pula untuk ukuran electric. Beda-beda ya tiap orang... Akhirnya langsung diniatkan untuk beli Medela Mini Electric aja, ini nih penampakannya :

Medela Mini Electric

Sama, sampai dirumah langsung dicoba. Dan hasilnya.... MEMUASKAN!
Wah, kalo tau seperti ini nikmatnya. Dari awal harusnya investasi ke jenis ini aja. Nyaman banget dipake, hisapan mesinnya lembut, hasil yang diperoleh banyak dan super cepat. Saat mompa dikantor pun jadi lebih singkat waktu yang diperlukan. Satu lagi yang menyenangkan, dengan Mini Electric ini satu tangan lainnya bisa bebas beraktivitas. Very Recommended!!

Tentang keawetannya, jangan ditanya. Fathan lulus ASI hingga "S2" dibantu dengan alat ini. Sekarang saat adiknya hadir, yang berarti pompa ini sudah berumur 2 tahun, medela masih dapat digunakan dengan baik. Wah, kayak marketingnya Medela aja nih jadinya. Biar objektif, kekurangan tipe ini adalah dari suaranya yang agak berisik, tapi ga ada apa-apanyalah dibanding manfaatnya. Selain itu, sesekali memang suka ada kerusakan kecil, tetapi tenang... semua ada sparepartnya. Setelah ini deh, bunda akan tulis pengalaman mengatasi kerusakan-kerusakan kecil medela.

* Erlin Karlina

Minggu, 24 Oktober 2010

Bosan nihh Karena Order Sepi. Ngapain yah???


Jualan kita Alhamdulillah selalu rame setiap bulan Ramadhan dan saat Lebaran nanti. Tapi dibulan-bulan lainnya standar lahh. Kira-kira gimana ya biar tetap rame, yahh minimal gak bosen karena sepi order? Itulah pertanyaan dari bu Dewi pemilik toko kue dan coklat dalam sebuah pertemuan mastermind, yaitu pertemuan rutin dalam sebuah kelompok kecil yang isinya para pengusaha dan calon pengusaha yang sama-sama berkomitmen belajar dan maju bersama. Dan pertanyaan itu langsung ditanggapi oleh member lainnya di kelompok itu, dan saat itu giliran akang Yodhi Ahyad yg berbagi ilmunya.

Kang Yodhi yang menjalankan beberapa usaha serta seorang jurnalis ini memberi tips dengan menyarankan agar kita bisa meriview atau memperkirakan dibulan kapan aja usaha kita ramai? Dan akan terlihat juga bulan-bulan mana yang sepi. Disaat sepi itulah kita bisa isi dengan kegiatan lain. Masih pada kasus bu Dewi tadi, ia mencontohkan dengan mengadakan cooking class (pelatihan) bagi anak-anak TK saat liburan sekolah. Bisa juga mengikuti beberapa bazar atau pameran disaat musim sepi order tadi. Selain mengadakan kegiatan seperti tadi, waktu sepi itu bisa kita isi tuk saatnya menyebarkan brosur, memasukan proposal ke perusahaan-perusahaan. Selain melakukan kegiatan yang berhubungan langsung drengan pihak pelanggan, waktu-waktu sepi tadi bisa diisi dengan mengikuti kegiatan seminar/pelatihan bagi kita sebagai owner atau karyawan kita untuk meningkatkan skill sehingga usaha kita bisa semakin kuat.

Wahhh, brarti kegiatan-kegiatan tadi justru malah banyak mengeluarkan biaya dong? Ya, emang benar. Tapi biaya yang keluar itu justru akan kembali dikemudian hari. Dan semua itu sudah termasuk satu kesatuan dalam anggaran atau perencanaan yang perlu kita susun secara periodik. Masih menurut kang Yodhi yang memiliki usaha makanan, travel, kurir, dll ini, selain diatur secara tahunan, tips tadi juga bisa digunakan dalam waktu bulanan atau mingguan. Misalkan dalam waktu bulanan, waktu ramai saat di awal dan akhir bulan, brarti saat sepi dipertengahan bulan bisa kita isi tuk kegiatan-kegiatan tadi seperti menyebar brosur, dll.

Apapun jenis usahanya, tips itu tetap bisa digunakan lhooo. Tinggal kita sesuaikan deghh...

*Yusuf Erlangga

Senin, 18 Oktober 2010

Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha


Salah satu sebab sebuah usaha (khususnya UKM) tidak maju bahkan bisa bangkrut adalah tidak adanya pemisahan uang pribadi dan uang usaha. Dengan demikian bukan berarti uang usaha tidak boleh dinikmati tuk kepentingan pribadi, kalau begitu kapan kita bisa menikmati hasil usaha kita kann...

Usaha Kecil Menengah atau Usaha Rumah Tangga sering kali mengalaminya fenomena ini. Terutama tuk usaha yang dijalankan sebagai usaha sampingan atau dijalankan dirumah. Berikut beberapa tips yang bisa kita jalankan agar usaha kita tetap bertahan bahkan akan terus berkembang.

1. Membuat formula alokasi hasil usaha
Contohnya: 10-35-40-15, yaitu 10% tuk zakat, sedekah, dll. 35% tuk cicilan hutang/modal. 40% tuk tabungan/operasional berikutnya. Dan 15% tuk keperluan pribadi. Dan persentase tersebut dihitung dari keuntungan, bukan dari omset. Persentase tersebut bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, dan pastikan pos untuk tabungan/opersional berikutnya harus yang paling besar.

2. Menyediakan box (celengan) tuk tempat menyisihkan hasil usaha
Setelah formula sudah ditentukan, sediakan box (celengan) untuk tiap-tiap pos tersebut. Usahakan yang tidak mudah dibuka, bila perlu dikunci dan pastikan hanya bisa dibuka pada waktu yang telah ditentukan (sebulan sekali atau seminggu sekali). Bisa gunakan bambu yang diberi sedikit lobang, dan saat akan diambil bisa dipecahkan bambunya serta berikutnya ganti dengan bambu yang baru. Disinilah butuh kedisiplinan yang tinggi.

3. Menggunakan rekening tabungan khusus tuk usaha
Tabungan ini terpisah dengan tabungan pribadi. Dan jika memungkinkan, gunakan "tabungan tetap", yaitu setiap bulannya akan didebit sejumlah nilai tertentu dan hanya bisa diambil setelah waktu yang ditentukan (misalnya setelah satu tahun). Rekening ini bisa digunakan tuk pengembangan usaha.

4. Menggunakan sistem akuntansi
Jika kondisi sudah memungkinkan, usaha ini sudah harus memiliki sistem pencatatan yang baik. Bisa gunakan orang yang sudah paham akuntansi (bisa gunakan anak-anak SMK Akuntansi) atau gunakan saja software akuntansi yang bisa kita gunakan sendiri di komputer.

5. Jika terpaksa diambil, dicatat sebagai hutang
Disaat ada kebutuhan pribadi yang mendesak, terkadang pos usaha lainnya akan dipakai. Hal itu sah-sah saja, asalkan pengeluaran tersebut dicatat sebagai hutang pribadi kita pada usaha. Jadi uang itu wajib dikembalikan.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 12 Oktober 2010

Mau Usaha Apa Yahhh???


Ya, saya harus memulai usaha (baca: bisnis) sekarang juga...
Tapi mau usaha apa yahhh???
Kuliner, fashion, atau jasa ya?
Produsen, distributor, atau penjual langsung ya?
Sewa ruko, dirumah, atau via online ya?

Ehmmm, itulah pertanyaan yang sering ditemui disaat kita akan memulai suatu usaha khususnya bagi orang yang baru pertama kali akan terjun didunia usaha. Ehmmm, kalo kebanyakan mikir bisa-bisa gak jadi niyyy. Capek deghh... :p

Sebenarnya banyak tips tuk menentukan jenis usaha apa yang ingin kita pilih. Tapi, paling tidak ada dua tips dasar yang bisa jadi tips bagi kita, yaitu pilih jenis usaha sesuai yang kita sukai atau yang kita kuasai. Gampang khann; SUKAI atau KUASAI...

SUKAI
Kita bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan kita. Karena kalau sudah suka, kita tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan

KUASAI
Kita bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah kita kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi kita harus yakin bahwa kita memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Yang paling mudah adalah seseuai background pendidikan kita, atau bidang pekerjaan saat dulu kita bekerja sebagai karyawan.

Nahhh, dengan dua hal tersebut diharapkan kita sudah bisa menentukan jenis usaha apa yang akan kita pilih. Namun jika masih bingung juga, sebagai pamungkas kita bisa menelusuri kemana saja selama ini uang kita keluarkan. Maksudnya apa yahhh???

Saat membuka usaha, salah satu tujuan utamanya adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka kita perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa kita selama ini mengeluarkan uang untuk membeli apa saja. Untuk makan, bayar transport, sewa rumah, beli pakaian, jalan-jalan, bahkan untuk beribadah dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah kita keluarkan pada penjual makanan, sopir angkot, toko baju, tempat tamasya dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana kita bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

*Yusuf Erlangga

Senin, 04 Oktober 2010

Trik Meramaikan Usaha Yang Sepi


Sebagai wirausahawan yang juga berstatus karyawan, hari libur adalah saat yang tepat untuk terjun langsung menjalankan usaha keluarga kami. Karena masih berstatus sebagai karyawan, tak selamanya hari libur dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seperti pada hari sabtu ini, saya harus masuk kerja di kantor karena adanya pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai yang diperintahkan oleh pimpinan di kantor.

Layaknya pada hari kerja pada umumnya, sekitar jam 12 siang kami memanfaatkan waktu untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan makan siang. Karena situasi relatif lebih santai dibanding hari kerja, kami yang masuk pada hari ini sepakat untuk makan siang bersama-sama. Setelah sempat berdiskusi yang cukup seru untuk menentukan tempat makan, Plaza JB di Cikarang-lah yang kami pilih sebagai tempat untuk makan siang hari ini. Karena secara pribadi saya jarang hunting makan siang saat istirahat kantor, maka saya yang kebetulan saat itu menyetir mobil yang kami gunakan langsung menuruti dan mengarahkan mobil kearah tujuan.

Sesampai tujuan, ada pemandangan yang cukup mengagetkan bagi saya saat memasuki pintu masuk plaza itu. Walau disebut plaza, sebenarnya tempat itu tidak terlalu luas, ramai, serta mewah layaknya sebuah Plaza atau Mall. Sebenarnya saya sudah pernah ketempat tersebut, tapi sangat jarang bahkan yang terakhir kalinya aja sudah sekitar 8 bulan yang lalu. Namun bukan hal itu yang mengagetkan bagi saya, suasana yang cukup ramailah (tidak seperti 8 bulan yang lalu) yang membuat saya kaget. Selain pengunjung yang cukup ramai, ternyata toko/kios yang ada disana penuh terisi oleh para pedagang.

Usai makan siang di food court yang ada di plaza tersebut, saya sempatkan untuk mengobrol dengan seorang pedagang yang ada di plaza tersebut termasuk seorang karyawan ditempat kami makan. Dari pembicaraan tersebut, ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil mengenai mengapa plaza itu dapat bangkit kembali sehingga ramai kembali dikunjungi oleh para pembeli. Dari sekian info yang saya dengar, dapat saya simpulkan bahwa yang menyebabkan plaza itu ramai kembali adalah berasal dari manajemen / pengelola plaza itu sendiri.

Manajemen plaza tersebut telah berpikir dan bekerja "kreatif" serta berani mengeluarkan biaya (cost) lebih untuk biaya promosi dan pemeliharaan gedung (maintenance). Biaya promosi yang ada digunakan dengan cara mengadakan beberapa kegiatan seperti panggung hiburan, lomba-lomba, pameran, dll dengan mengundang artis untuk menarik pengunjung. Sedangkan biaya maintenance digunakan untuk mendesain suasana interior plaza sesuai dengan tema terkini / trend yang selalu berubah-ubah setiap saat seperti Idul Fitri, Natal, 17 Agustus-an, tahun baru, dll.

Dua hal itulah yang menurut saya menjadi point utama penggerak bangkitnya kembali plaza yang mulai sepi tersebut. Hal itu pula dapat menjadi pelajaran bagi kita semua yang terjun dalam dunia usaha.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 24 April 2010

Tips Bisnis Suami-Istri ala Velly Kristanti (Klenger Burger)


Benar kata orang, kalau menilai sesuatu jangan liat luarnya aja dong.
Kesan tempat tongkrongan anak muda & gaul yg pertama kali saya liat saat tau Klenger Burger. Tau khan? Itu tuh tempat makan dgn menu utama BURGER. Namanya juga Klenger Burger, bukan Klenger Pizza khan? Apalagi Klenger Warkop, jadi pasti menu utamanya burger dong, hehee... :)) Di Jakarta & sekitarnya sdh banyak tuhh outletnya. Kalo blom pernah liat apalagi denger, cek aja dehh di google, atau lsg mampir di www.klengerburger.com

Oke, kali ini saya bukan mau ngomongin enaknya burger tsb, apalagi mau ngajakin makan bareng itu burger. Kali ini saya hanya ingin sedikit berbagi apa yg saya baca dr sebuah majalah bulanan NOOR edisi Dzulhijjah 1430H yg lalu, tapi baru aja saya baca kemarin. hehee, telat banget nihhh. Didalamnya ada sebuah artikel berjudul "Suami Istri Mitra Bisnis, Why Not...?" Nah salah satu contoh profil di artikel tsb adalah si pendiri Klenger Burger itu. Ya, usaha itu digawangi oleh suami-istri Gatut Cahyadi & Velly Kristanti.

Di artikel tsb diceritakan kisah tentang perjalanan usaha yg dijalankan oleh suami & istri. Namun yg menarik bagi saya adalah beberapa tips dr mbak Velly (sang istri) mengenai berbisnis. Berikut tips-tipsnya:
1. Untuk mengenyam kesuksesan, diri ini harus siap menerima segala proses jatuh bangun dan cobaan-cobaan yg bs terjadi berpuluh-puluh kali.
2. Harta karun kita adalah Al-Qur'an untuk menentukan halalan dan thayiban-nya bisnis yg dijalani. Apabila punya pertanyaan yg mendasar, kembalikan saja kpd ketentuan Al-Qur'an.
3. Meskipun bekerjasama sama dengan suami, bisnis ibarat dalam kapal, tetap meletakan diri ini sbg navigator. Suami megepalai bisnis, sementara kita menjadi manajernya.
4. Kalaupun ada orang atau rekan kerja yg berbuat curang dan merugikan perusahaan, selain mempergunakan jalur hukum untuk mendapatkan solusi, sikap sabar, ikhlas dan pasrah tetap harus diegakan.

Nahh, dari situlah saya baru kenal. Ternyata tempat makan yg saya kenal sbg tempat nongkrongnya anak muda atau anak2 gaul itu dimiliki & dikelola oleh pasangan suami-istri dari keluarga muslim yg sukses dlm berbisnis. Terima kasih atas inspirasinya mbak velly!

*Yusuf Erlangga

Jumat, 26 Maret 2010

Perbandingan Ukuran Sepatu Beberapa Negara

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga nihh beli sepatu. Maklum, sepatu yang selama ini kugunakan sejak 2 tahun yang lalu, sudah saatnya minta diganti tuhhhhh. Mumpung lagi ada kesempatan, sekecil ikutan juga beli sepatu lhoo... Alhasil, bapak & anak sama-sama punya sepatu baru nihhh.

Sesampai dirumah, langsung dehhh rebutan tuk nyobain lagi sepatu yang baru dibeli. Padahal di toko tadi udah dicobaiin lohhh. Maklum, namanya juga baru beli barang baru.

Walau kita membeli sepatu yang berbeda mereknya, apalagi ukurannya (ya iyalah, bapak sama anak masa' sama ukurannya), ternyata ada sebuah persamaan yang membuatku sedikit menjadi memperhatikannya. Ternyata dikotak sepatu yang baru aja kami beli, terdapat sebuah informasi mengenai tabel perbandingan ukuran sepatu dari berbagai negara. Wowww, kalo dari segi usaha, salut deghh tuk si produsen sepatu tsb. Packaging yang digunakannya sungguh2 memberikan nilai lebih bagi konsumennya, yaitu ada sebuah informasi yang berguna bagi konsumen. Walau sebenarnya tanpa informasi tersebut, si calon pembeli pasti akan otomatis mencoba-coba sepatu dengan berbagai ukuran sampai ukurannya pas dikakinya.

Dan setelah diperhatikan pada beberapa produk sepatu lainnya, ternyata gak semua produk / merek sepatu ada informasi seperti itu di kotaknya lohhh...
Nah berikut ini tabel perbandingan ukuran sepatu yang kami dapat dari kotak sepatu tersebut:
UKURAN SEPATU DEWASA:

UKURAN SEPATU ANAK-ANAK:

Nb:
Tabel sepatu dewasa didapat dari kotak sepatu merek YONGKI KOMALADI.
Tabel sepatu anak-anak didapat dari kotak sepatu merek BABY MILLIONER.

*Yusuf Erlangga

Kamis, 11 Maret 2010

Tips. "Bisikan Positif" Yang Mengarahkan Anak Menjadi Tokoh Besar


Akan menjadi apakah anak kita kelak jika ia sudah dewasa?
Pertanyaan tersebut mirip seperti pertanyaan yang sering ditanyakan kepada anak2 kecil disekolahan. Apakah cita2mu jika sudah besar?

Apakah sebagai orang tua, kita juga punya hak tuk mengarahkan cita2 anak kita? Atau jangan2 malah sebuah kewajiban bagi orang tua yang bertanggung jawab dan sayang pada anaknya yaaa???

Pertanyaan2 tersebut mengingatkanku pada sebuah tulisan dalam buku berjudul "100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak" karya Iman Al-Mahdawi yang telah diterjemahkan di Indonesia oleh Nashirul Haq, Lc. Salah satu point dalam buku itu menceritakan kisah bagaimana orang tua dapat membuat anaknya menjadi tokoh besar.

Dalam point ke 37 dari 100 ide cemerlang, tercantum sebuah ide yaitu: Bisikanlah hal-hal positif kepada dirinya. Dalam ide tersebut, setiap orang tua diharapkan untuk terus berusaha agar selalu memberikan pendapat untuk masa depan anaknya. Teruslah mengatakan padanya (anak) bahwa kita yakin bahwa dirinya memiliki masa depan yang cerah, tentunya dengan tetap mengarahkan pada tujuannya tersebut. Memberi pandangan dan arahan kepada anak memiliki dampak yang mendalam bagi masa depannya.

Dalam buku tersebut digambarkan bahwa banyak tokoh atau ulama terdahulu dan sekarang memiliki ibu yang sangat berperan bagi dirinya. Sebagai contohnya, Syekh As-Sudais, seorang imam Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, dia memiliki ibu yang selalu berkata padanya saat ia kecil: "Kelak jika besar nanti kamu akan menjadi seorang imam Masjid besar". Dalam buku itu juga digambarkan bahwa DR. Ahmad Zuwail, seorang ilmuwan Mesir yang mendapat penghargaan nobel dibidang kimia, ia memiliki orang tua yang menuliskan sebuah papan nama "DR. Ahmad Zuwail" yang ditempelkan di depan pintu kamarnya ketika ia masih kecil.

Ehmmm Subhanallah, jadi akan menjadi tokoh besar seperti apakah anak kita kelak? Berarti tergantung "bisikan positif" apa yang kita berikan saat ia masih kecil nihh....

*Yusuf Erlangga

Minggu, 07 Maret 2010

Tips. Mencari Kode Pos


Kebetulan ada tugas dari kantor mengisi sebuah data, ehhh bingung pas ngisi kode pos alamat tempat tinggal nihh. Iseng2 nyari di google, siapa tau ada fasilitas nyari kode pos secara online. Dan ternyata ada lhooo...

Silahkan kunjungi webnya PT POS INDONESIA di http://www.posindonesia.co.id. Lalu kita pilih menu KODE POS, nah di menu itulah kita bisa mencari tau kode pos suatu tempat yang kita inginkan. Atau kalo mau langsung mencari kode pos, bisa langsung masuk melalui http://www.kodepos.posindonesia.co.id.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 27 Februari 2010

Tips Mengetahui No Rekening Tabungan


Berawal dari pengalaman istri sebagai bendahara di sebuah organisasi. Pada suatu pagi dihari libur, ia harus memberi informasi no rekening tabungan organisasi itu kepada pimpinannya. Walau kartu ATMnya ada ditangannya, namun buku tabungannya sedang tidak ia pegang (ditinggal di meja kerja). Alhasil no rekeningnya jadi gak ada dehhh, maklum no rekening baru itu belum sempat ia catat di buku agendanya sih...

Gimana caranya ya??? Karena teringat bahwa beberapa hari sebelumnya ia pernah melakukan transaksi (transfer) dari rekening pribadi ke rekening organisasi itu, maka ia coba tuk mengecek history transaksi pada rekening pribadinya. Dengan harapan ia bisa tau no rekening organisasi yang ia sdg butuhkan.
Langkah2 yg dicoba tuk mengetahuinya.
Telp call centre 24 jam, tp gagal krn operatornya tdk bs dihubungi. Mungkin karena nelponnya terlalu pagi & di hari libur kali ya??? Padahal call centre 24 jam lhooo...
Setelah gagal, dicoba cara kedua dgn login di fasilitas internet banking. Walau sempat gagal berkali-kali, setelah bisa dibuka ternyata yang muncul hanya nama pemilik rekening, no rekeningnya tidak muncul. Gagal dg cara kedua, coba menggunakan fasilitas sms banking. Ternyata makin gak bisa juga.

Setelah gagal dg tiga kali cara, teringat dg prinsip ngecek no handphone yg kita punya (biasanya kalo nomernya masih baru). Yaitu dengan cara misscall ke HP teman kita. Dari HP teman kita itu kan akan muncul no HP kita khannn..

Akhirnya meluncur menuju ATM tuk mencobanya. Alhamdulillah kita masukan kartu ATM itu terus masuk ke menu transfer antar rekening. Nahhh, difasilitas itulah akan muncul no rekening kita sebagai data yang melakukan transfer serta no rekening tujuan.

Alhasil, hanya berbekal kartu ATM walau tanpa ada buku tabungan, kita tetap bisa tau no rekeningnya lhooo... :))

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 06 Februari 2010

Presepsi Keliru tentang Usaha Rumah Makan


Alhamdulillah, awal Febuari 2010 ini berkesempatan menyibukan diri ngurusin salah satu usaha keluarga kami, yaitu Warung Soto Pak Sholeh. Bertepatan lewatnya trisemester pertama di tahun kedua, kami harus pindahan warung lagi, maklum kios masih sewa sihh jadi harus siap pindah-pindah dehh... Baru berjalan setahun lebih, ternyata makin terasa nihh kalo usaha itu ternyata berat juga yahh tak terkecuali usaha di bidang warung makan seperti kami.

Sedang sibuk-sibuknya memutar otak tuk mempertahankan & memajukan usaha ini, saya dapat inspirasi semangat dari pak Wahyu Saidi dlm sebuah catatan di account Facebooknya. Kebetulan catatan tersebut ia kutip dari buku yang berjudul "Kiat Sukses Mengelola dan Mengembangkan Bisnis Restoran" yg ia tulis sendiri. Tau Wahyu Saidi khan? Itu tuhhh, ownernya Bakmi Langgara & Bakmi Tebet, serta beberapa restoran lainnya yang aktif juga ngisi seminar2 & pelatihan tentang entrepreneur.

Nah ini dia nihh, kutipan dari tulisan tersebut. Bagi saya sihh berguna banget, semoga bermanfaat juga tuk yang lainnya ya... Iya kan pak Wahyu?

“Ketika saya pensiun saya akan hidup dengan santai, sambil berbisnis restoran. Saya kan punya kemampuan membuat nasi goreng yang nikmat. Banyak teman memuji saya”.
Ini adalah ungkapan yang sangat keliru! Bisnis restoran bukan bisnis santai, bukan bisnis buat para pensiunan. Bisnis restoran membutuhkan curahan tenaga, pikiran dan waktu yang penuh. Pensiunan yang mau santai, jangan harap bisa mendapatkannya dengan berbisnis restoran. Mungkin bagi pensiunan yang masih punya kekuatan dan semangat tinggi, bisa melakukannya.

Memang banyak orang menganggap bisnis restoran sebagai bisnis yang gampang. Bahkan dikira lebih gampang dibanding membuka tempat cuci motor. Anggapan keliru yang menghasilkan banyak kegagalan. Anda pasti sudah melihat betapa banyaknya restoran yang tutup sebelum menikmati masa-masa keuntungan. Mereka tutup karena menganggap bisnis restoran sebagai bisnis gampangan.

Bisnis restoran bukan sekedar menjajakan masakan yang nikmat. Bisnis ini melibatkan proses yang kompleks mulai dari rasa makanan, suasana, layanan, proses produksi, kontrol harga, penanganan keluar masuk barang, dan banyak hal lainnya yang membutuhkan perhatian khusus. Manajemen yang baik dituntut untuk diterapkan dalam bisnis ini. Bahkan manajemen modern paling baru, harus pula dijalankan menghadapi persaingan bisnis restoran yang sangat ketat.

Sejumlah alasan keliru untuk membuka bisnis restoran:
1. Punya resep makanan yang lezat.
2. Ditantang investor untuk bikin restoran
3. Punya hobi makan masakan enak bersama teman
4. Punya cara penyajian unik yang belum pernah dijalankan restoran manapun
5. Menawarkan harga makanan dan minuman yang lebih murah
6. Punya banyak teman yang bisa mendukung restoran
7. Ada teman yang kemampuannya biasa saja berhasil bisnis restoran. Kenapa saya tidak?
8. dll

Bila salah satunya menjadi alasan membuka bisnis restoran, lupakan untuk berhasil. Anda pasti akan mengalami kegagalan, karena hanya mengandalkan alasan-alasan tersebut. Sekali lagi perlu diingat, bisnis restoran tidak hanya melulu soal menu masakan yang super lezat!

*Yusuf Erlangga
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template