Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Memulai Bisnis, Cari Tempat Dulu Aghh


Secara tidak sengaja, pagi itu saya berdiskusi dengan seorang rekan tentang wirausaha. Ya, membicarakan tentang dunia bisnis dengan rekan yang seorang karyawan. Singkat cerita, rekanku yang berasal dari Sumatra Barat itu ingin sekali berbisnis. Sebut saja namanya Buyung (nama samaran), si Buyung ini sudah sangat ingin sekali untuk berbisnis. Wowww, luar biasa sekali semangat si buyung itu.

Singkat cerita, ternyata si buyung itu sudah memiliki pilihan mau berbisnis apa dia kelak. Ya, ia sangat ingin sekali tuk memulai bisnis penjualan pulsa, HP, serta aksesorisnya. Wowww, entah berapa lama ia sudah memiliki keinginan tuk berbisnis itu. Padahal, kebanyakan orang yang saya temui dan ingin mulai berbisnis pasti selalu bingung ketika ditanya mau berbisnis apa. Pokoknya mau bisnisnya sukses, tapi bingung mau bisnis apa. Brarti si Buyung tadi itu hebat dong, ya ia sudah punya pilihan jenis bisnis yang akan digelutinya kelak.

Percakapan berikutnya adalah, aku tanya kapan si bunyung mau mulai usaha? Nahhh, mulai bingung deghh jawabnya. Ia masih bingung, karena ia harus memilih tempat yang strategis dulu tuk bisnisnya itu. Ia ingin berbisnis di pasar, ya layaknya tempatnya orang bertemu tuk transaksi jual-beli. Selanjutnya akupun bertanya, emang berbisnis harus punya tempat yang strategis ya? Harus dipasar? Harus di ruko/kios? Haruskah strategis? Dengan sigap si buyung-pun menjawab IYA. Ya, kalo mau bisnisnya sukses brarti tempatnya juga harus strategis.

Heheee, gak salah juga sihh kataku. Tapi gak semua bisnis harus dimulai di tempat yang layak (seperti toko/kios/pasar/mall/dll) lhoo... Dari rumah juga bisa memulai bisnis lhoo. Bahkan ada beberapa bisnis yang saat dimulainya hanya dari rumah, hingga sukses dengan omset puluhan hingga ratusan juta rupiahpun tetap bisnisnya dilakukan dirumah. Aghh, pasti rumahnya terletak di jalan utama tuhhh. Ya, setidaknya di jalan raya komplek tuhhh. Heheheee, lagi-lagi si Buyung ini meyakinkan kalo mau sukses lokasi kudu strategis.

Akhirnya kuberi contoh sukses temanku yang berjualan baju muslim anak yang "toko"nya ada dirumah, tapi omsetnya puluhan juta bahkan di musim lebaran bisa sampai ratusan juta omsetnya. Letak rumahnya strategis? Aghh, enggak juga tuhh. Dan akhirnya aku ceritakan usaha kami yang hanya mengandalkan sebuah rumah petakan tuk tempat jahit dan sebuah rumah di komplek kecil sebagai showroom/gudang-nya bisa memasarkan produk kami hingga seluruh Indonesia. Ya, dengan kekuatan dunia maya, produk kami ecokiddy bisa menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Bahkan produk-produk kamipun sudah masuk ke Negeri tetangga seperti Malaysia. Apakah tempat kami strategis? Heheheee, gak juga tuhhh.

Ehmmm, akhirnya pembicaraan saya dengan si Buyung tadi harus terputus karena ada sesuatu yang harus dikerjakan lagi. Ehmmm, semoga rekanku si Buyung itu tadi bisa mendapat inspirasi deghh. Ternyata, berbisnis itu emang perlu tempat. Tempat strategis sangat dibutuhkan tuk menentukan suksesnya bisnis kita. Namun.... gak selamanya tempat menjadi hal yang utama yahhh. Asalkan kita tau apa "kelebihan" bisnis kita, InsyaAllah ada banyak cara tuk sukses koq...

Selamat berjuang ya Buyung saudaraku!!! ^_^

*Yusuf Erlangga

Selasa, 08 November 2011

Karyawanku Berhenti Bekerja



“Bagaimana pendapat anda jika karyawan pada usaha anda tiba-tiba berhenti kerja mengundurkan diri?”. Itulah pertanyaan yang dilontarkan kepada beberapa pelaku usaha UKM dalam sebuah diskusi kelompok kecil. Dan hampir semua peserta diskusi bergumam pertanda bahwa hal tersebut benar-benar merepotkan. Kesannya sihh sepele, ternyata mencari dan merawat karyawan itu sangat sulit khususnya untuk usaha kecil yang baru dibangun.

Pertanyaan berikutnya muncul, “Bagaimana pendapat anda jika karyawan yang mengundurkan diri tersebut, ternyata membuka usaha serupa dengan usaha yang anda jalani?”. Banyak pendapat dari peserta diskusi tersebut. Ada yang kesal karena merasa ilmu/resepnya dicuri, ada yang merasa senang mendapat mitra bisnis baru, ada yang menganggapnya biasa-biasa saja, ada yang berkesan bangga karena mantan karyawannya bisa maju.

Dan yang paling menarik adalah pendapat dari seorang peserta yang mengatakan: bahwa seorang mantan karyawan yang kemudian menjadi rekan bisnis [positif] ataupun menjadi pesaing bisnis [negatif] adalah cerminan diri kita sendiri sebagai pemilik usaha. Karena pembinaan awal yang dia dapatkan saat menjadi karyawan pada usaha kita dahulu berdampak pada apa yang ia lakukan sekarang.

Jadi, yukk kita jadikan karyawan kita saat ini sebagai sahabat/saudara, bukan sekedar sebagai bawahan.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 12 Oktober 2010

Mau Usaha Apa Yahhh???


Ya, saya harus memulai usaha (baca: bisnis) sekarang juga...
Tapi mau usaha apa yahhh???
Kuliner, fashion, atau jasa ya?
Produsen, distributor, atau penjual langsung ya?
Sewa ruko, dirumah, atau via online ya?

Ehmmm, itulah pertanyaan yang sering ditemui disaat kita akan memulai suatu usaha khususnya bagi orang yang baru pertama kali akan terjun didunia usaha. Ehmmm, kalo kebanyakan mikir bisa-bisa gak jadi niyyy. Capek deghh... :p

Sebenarnya banyak tips tuk menentukan jenis usaha apa yang ingin kita pilih. Tapi, paling tidak ada dua tips dasar yang bisa jadi tips bagi kita, yaitu pilih jenis usaha sesuai yang kita sukai atau yang kita kuasai. Gampang khann; SUKAI atau KUASAI...

SUKAI
Kita bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan kita. Karena kalau sudah suka, kita tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan

KUASAI
Kita bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah kita kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi kita harus yakin bahwa kita memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Yang paling mudah adalah seseuai background pendidikan kita, atau bidang pekerjaan saat dulu kita bekerja sebagai karyawan.

Nahhh, dengan dua hal tersebut diharapkan kita sudah bisa menentukan jenis usaha apa yang akan kita pilih. Namun jika masih bingung juga, sebagai pamungkas kita bisa menelusuri kemana saja selama ini uang kita keluarkan. Maksudnya apa yahhh???

Saat membuka usaha, salah satu tujuan utamanya adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka kita perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa kita selama ini mengeluarkan uang untuk membeli apa saja. Untuk makan, bayar transport, sewa rumah, beli pakaian, jalan-jalan, bahkan untuk beribadah dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah kita keluarkan pada penjual makanan, sopir angkot, toko baju, tempat tamasya dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana kita bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

*Yusuf Erlangga

Senin, 04 Oktober 2010

Trik Meramaikan Usaha Yang Sepi


Sebagai wirausahawan yang juga berstatus karyawan, hari libur adalah saat yang tepat untuk terjun langsung menjalankan usaha keluarga kami. Karena masih berstatus sebagai karyawan, tak selamanya hari libur dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seperti pada hari sabtu ini, saya harus masuk kerja di kantor karena adanya pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai yang diperintahkan oleh pimpinan di kantor.

Layaknya pada hari kerja pada umumnya, sekitar jam 12 siang kami memanfaatkan waktu untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan makan siang. Karena situasi relatif lebih santai dibanding hari kerja, kami yang masuk pada hari ini sepakat untuk makan siang bersama-sama. Setelah sempat berdiskusi yang cukup seru untuk menentukan tempat makan, Plaza JB di Cikarang-lah yang kami pilih sebagai tempat untuk makan siang hari ini. Karena secara pribadi saya jarang hunting makan siang saat istirahat kantor, maka saya yang kebetulan saat itu menyetir mobil yang kami gunakan langsung menuruti dan mengarahkan mobil kearah tujuan.

Sesampai tujuan, ada pemandangan yang cukup mengagetkan bagi saya saat memasuki pintu masuk plaza itu. Walau disebut plaza, sebenarnya tempat itu tidak terlalu luas, ramai, serta mewah layaknya sebuah Plaza atau Mall. Sebenarnya saya sudah pernah ketempat tersebut, tapi sangat jarang bahkan yang terakhir kalinya aja sudah sekitar 8 bulan yang lalu. Namun bukan hal itu yang mengagetkan bagi saya, suasana yang cukup ramailah (tidak seperti 8 bulan yang lalu) yang membuat saya kaget. Selain pengunjung yang cukup ramai, ternyata toko/kios yang ada disana penuh terisi oleh para pedagang.

Usai makan siang di food court yang ada di plaza tersebut, saya sempatkan untuk mengobrol dengan seorang pedagang yang ada di plaza tersebut termasuk seorang karyawan ditempat kami makan. Dari pembicaraan tersebut, ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil mengenai mengapa plaza itu dapat bangkit kembali sehingga ramai kembali dikunjungi oleh para pembeli. Dari sekian info yang saya dengar, dapat saya simpulkan bahwa yang menyebabkan plaza itu ramai kembali adalah berasal dari manajemen / pengelola plaza itu sendiri.

Manajemen plaza tersebut telah berpikir dan bekerja "kreatif" serta berani mengeluarkan biaya (cost) lebih untuk biaya promosi dan pemeliharaan gedung (maintenance). Biaya promosi yang ada digunakan dengan cara mengadakan beberapa kegiatan seperti panggung hiburan, lomba-lomba, pameran, dll dengan mengundang artis untuk menarik pengunjung. Sedangkan biaya maintenance digunakan untuk mendesain suasana interior plaza sesuai dengan tema terkini / trend yang selalu berubah-ubah setiap saat seperti Idul Fitri, Natal, 17 Agustus-an, tahun baru, dll.

Dua hal itulah yang menurut saya menjadi point utama penggerak bangkitnya kembali plaza yang mulai sepi tersebut. Hal itu pula dapat menjadi pelajaran bagi kita semua yang terjun dalam dunia usaha.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 18 September 2010

Beda Description dan Meta Keyword dalam Search Engine


Dalam menjalankan usaha sebagai produsen Cloth Diapers (popok cuci ulang), website adalah salah satu sarana yang sangat membantu dalam perjalanan usaha kami tersebut khususnya dalam pemasarannya. Sebagai yang masih awam dalam dunia online, kami menggunakan fasilitas website yang kami dapatkan dari vKios.com. Daftar, bayar, isi, jadi deghh website yang kita inginkan sesuai template yang ada. Dalam websitenya tersebut, vKios.com menyediakan fasilitas/menu SEO yang dapat kita isi sesuai kebutuhan masing-masing.

Dalam menu tersebut terdapat beberapa failitas yang dapat diisi, diantaranya:
- Description untuk Search Engine (maksimal 300 karakter)
- Meta Keyword untuk Search Engine (maksimal 300 karakter)

Awalnya saya yang awam didunia online cuek aja dengan menu tersebut, seiring waktu jadi penasaran juga. Fungsi dan manfaatnya secara umum sih sebenarnya sudah tau, tapi perbedaan dari masing-masing fasilitas tersebut serta outputnya seperti apa saya belum begitu paham detailnya nihhh??? Karena bingung, saya bertanya dengan teman-teman yang ada di forum TDA Bekasi. Alhamdulillah ada beberapa yang membantu.

Diantaranya dijelaskan oleh pak Irfan Zj owner www.jasa-kitas.com yang cukup ahli mengenai dunia online. Berikut penjelasannya:
Description itu adalah info yang akan ditampilkan oleh Search Engine di halaman mereka. Semakin bagus isi description, semakin menarik orang untuk masuk ke website kita. Jangan terlalu panjang karena ada batasannya.
Meta Keyword adalah kata kunci yang bisa kita selipkan di meta tag yang ada. Gunanya untuk menangkap spider mesin pencari agar mereka mengindex kata kunci tersebut dalam databasenya.
Kedua hal tersebut sangat dianjurkan untuk dioptimalkan dalam ilmu SEO. Ini adalah dua diantara teknik SEO on page.

Selain pak Irfan tadi, ada juga bu Mita Nastaria yang memiliki usaha penjualan jilbab dan herbal secara online di www.sharqee.com yang menambahkan bahwa dalam pengisian Keyword selain dapat diisi dengan kata-kata, juga dapat diisi dengan frase seperti; popok bayi, cuci ulang, produsen clodi, dll.

Dan sebagai penutup, pak Ismed Ismail Daud sang juragan coklat yang sukses (www.coklatmentari.com) menambahkan bahwa jangan lupa langsung masukkan nomer telpon dan email di descriptionnya. Jadi orang gak perlu masuk ke dalam websitenya kalo hanya mau cari nomer telpon atau email-nya saja saat mau order.

Alhamdulillah, tidak sampai tiga bulan semenjak usaha ini dilaunching, Ecokiddy sebagai salah satu produk Modern Cloth Diapers (popok cuci ulang) sudah ada dihalaman awal search engine (google.co.id) bilamana mencari kata modern cloth diapers.

*Yusuf Erlangga

Minggu, 12 September 2010

TDA Bekasi, "Ceria Bersama Anak-Anak"

Komunitas Bisnis gak harus melulu ngomongin bisnis.

Itulah yang saya alami semenjak bergabung dengan sebuah komunitas bisnis yang bernama TDA (Tangan Di Atas) khususnya yang ada di wilayah Bekasi (red. TDA Bekasi). Berawal dengan bergabung di milisnya, selanjutnya saya mulai mengikuti beberapa kegiatan offlinenya. Komunitas yang berisi dari kumpulan para pengusaha maupun calon pengusaha ini, pada Ramadhan tahun ini (1431 H) mengadakan kegiatan yang sangat menakjubkan. Yaitu sebuah acara yang gak berhubungan dengan bisnis seperti seminar, talkshow, maupun workshop layaknya sebuah komunitas bisnis, namun acara yang diberi tema "Ceria Bersama Anak-Anak" adalah sebuah ajang silaturahim bagi sesama membernya sekaligus moment untuk berbagi dengan anak-anak yatim yang dirangkai dalam sebuah acara buka puasa bersama (ifthor jama'i).

Walau saya termasuk penghuni baru di komunitas ini, Alhamdulillah saya berkesempatan tuk ikut-ikutan membantu diacara tersebut. Inilah salah satu kehebatan dari komunitas ini, tidak ada pembeda antara sesepuh dengan new member, semua jadi satu layaknya keluarga. Dalam kegiatan ini saya kebagian amanah sebagai pembawa acara alias eMCe, sekaligus harus siap mengisi acara dengan games (lomba-lomba) serta permainan hikmah alias hiburan sulap.

Sesuai dengan surat undangan yang disebar, tepat pukul 14:00 tamu undangan mulai berdatangan. Anak-anak yatim dari beberapa yayasan mulai duduk rapih di dalam ruangan yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung Islamic Centre Bekasi. Sambil menunggu undangan lainnya, panitia telah menyediakan sebuah film kartun yang dapat ditonton disebuah layar lebar didepan ruangan. Anak-anak tampak ceria menonton tanpa harus bosan menunggu acara resmi dibuka. Salut, ini merupakan cara briliant yang diambil panitia untuk mengisi waktu kosong sebelum acara dimulai.

Sekitar pukul 14:30, pak Yodhi Ahyad sebagai stage manager dalam kegiatan ini memberi kode kepadaku melalui HT (Handy Talky) bahwa saatnya eMCe masuk. Bersama kak Bacha, sayapun masuk kedepan panggung sebagai duet eMCe. Dimulai dengan bersama membaca basmallah, acarapun mulai berjalan dipandu oleh kak Yusuf dan kak Bacha. Cieee, kakak... Maklum, karena audiens utamanya adalah anak-anak, saya yang sudah tidak muda lagi ini jadi ikutan dipanggil dengan sebutan kak Yusuf deghhh. Pada umumnya sebuah kegiatan, biasanya dimulai dengan sambutan Ketua Panitia, dan sambutan lainnya. Namun dalam acara yang dihadiri 500 anak lebih ini justru dimulai dengan nonton film serta rangkaian permainan dan kuis yang tak luput dengan aneka hadiah. Untuk memeriahkan acara tersebut, sayapun kebagian memandu sebuah permainan hikmah alias sulap. Sambil belajar bahasa Inggris dengan berinteraksi dengan audiens, sayapun memainkan sebuah permainan angka-angka prediksi dengan tema persahabatan.

Saat adzan Ashar berkumandang, acara dihentikan sejenak untuk sama-sama melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang ada dilingkungan tersebut. Setelah itulah acara resmi dibuka dengan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia (Dewanto Purnomo) serta ketua TDA Bekasi (Erry Priyambodo). Walau judulnya sambutan, namun anak-anak sangat antusias memperhatikannya. Ya, karena pak Erry memberikan beberapa hadiah dengan mengajukan pertanyaan tuk anak-anak.

Keceriaan anak-anak berlanjut dengan tampilnya Kiki Pildacil yang sangat menawan memberi tausiyah. Kiki yang saat ini baru kelas 6 SD dan tinggal di Bandung, sangat piawai menyampaikan pesan-pesan moral yang sangat mengena bagi anak-anak yang hadir maupun para orangtua pendamping. Tausiyah semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang sangat dekat dengan dunia anak saat ini. Kiki yang merupakan salah satu peserta lomba PILDACIL yang ditayangkan disalah satu TV swasata beberapa tahun lalu masih sangat aktif memberi tausiyah dibeberapa acara termasuk di kegiatan TDA Bekasi ini. Walau ia sering keliling memberi tausiyah diberbagai tempat, ternyata iapun berprestasi pula disekolahnya.

Setelah tampilnya Kiki dipanggung utama, berikutnya giliran kak Bimo yang hadir tuk membawakan dongeng islami yang sarat makna. Kak Bimo yang memegang dua rekor MURI sebagai pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak & audiens terbanyak, jauh-jauh datang dari Jogja ke Bekasi hanya untuk berbagi keceriaan dengan anak-anak yang hadir. Sebelum kisahnya dimulai, kak Bimo menirukan aneka ragam suara baik hewan, alat transportasi, hingga berbagai tokoh kartun yang pernah ada. Sontak anak-anak ceria dan bertepuk tangan sembari menebak suara apa yang baru diperagakan oleh kak Bimo. Selain dengan suaranya yang unik, kak Bimo tak jarang juga memperagakan aneka mimik muka dan gerak tubuh yang menawan. Jangankan anak-anak, orang tua yang hadirpun terpingkal-pingkal tertawa melihat setiap adegan dari kak Bimo tersebut. Disela-sela mendongeng, kak Bimo tak segan-segan memberi hadiah sehingga menambah keceriaan anak-anak.

Setelah kak Bimo mengakhiri dongengnya, giliran anak-anak ceria menyambut adzan Maghrib berkumandang yang dilanjutkan dengan menikmati aneka hidangan berbuka puasa mulai kolak hingga makanan berat serta ice cream aneka rasa yang sangat digemari anak-anak. Sebelum acara ditutup dengan shalat Maghrib berjamaah, panitia memberi santunan baik untuk anak-anak maupun untuk yayasan yang mengelola panti sebagai tempat tinggalnya anak-anak tersebut.

Jam 18:30 para undanganpun mulai meninggalkan ruangan dengan muka ceria. Selain anak-anak, para pengurus yayasan yang mendampingi serta para panitiapun terlihat ceria karena anak-anak yang hadir tersebut senang dan gembira. Ya, anak-anak yatim gak melulu membutuhkan santunan dalam bentuk materi, namun merekapun butuh hiburan.

Foto-foto: Eko SHP dan Ari Oni

*Yusuf Erlangga

Jumat, 16 Juli 2010

Toko Offline Yang Ada Online-nya Akan Lebih Ramai Pengunjung



Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah postingan email yang saya dapat dari seorang rekan yang sama-sama ikutan dalam sebuah milis. Yaitu milis TDA Bekasi (milisnya komunitas bisnis Tangan Di Atas). Pak Farid Sudigdo namanya. Ia menceritakan pengalamannya megikuti sebuah seminar dengan tema "Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online".

Awal saat mendengar tentang bisnis online, yang terpikir oleh saya adalah berjualan sesuatu di internet. Transaksi pembayaran dilakukan secara transfer atau paypall. Setelah dibayar, pesanan akan dikirim baik melalui jasa ekspedisi jika berbentuk barang atau dikirim dalam bentuk kode / password aktivasi (e-book) melalui email. Setelah membaca tulisan pak Farid tadi saya baru tau deghh manfaat memadukan bisnis offline dan online.

Berikut ini apa yg diceritakannya:
Pak Nukman Luthfie , CEO Virtual Consulting sebagai salah satu pemberi materi di seminar itu bercerita. Bisnis online mulai merebak sejak 2 tahun lalu. Di Amerika sana.....sejak krisis ekonomi melanda, kebiasaan mereka yang langsung pergi belanja ke supermarket dengan memborong apa saja....berubah. Sebelum belanja, mereka akan bikin list barang yang akan dibeli. Setelah itu searching di google / yahoo, check harga dulu & menentukan toko termurah di internet. Baru mereka berangkat ketoko yang dituju.
Masalahnya nggak semua toko murah ada onlinenya juga. Kadang mereka melaju sejauh 2 km dari rumahnya, padahal hanya 500 meter dari rumahnya itu ada toko yang menjual lebih murah. Akibatnya hanya toko offline yang ada online-lah yang ramai pengunjungnya.
Jadi dengan meng online kan toko kita, kita dapat meningkatkan penjualan bisnis offline kita.

Mendengar cerita itu saya jadi teringat pengalaman kami saat ingin beli sebuah HP beberapa saat lalu. Sebelum berangkat ke toko HP (Hand Phone), istri saya searching dulu di internet. Dengan berbekal merek & type tertentu serta niat mencari harga yang lebih murah, dapatlah kita pada sebuah toko di daerah Cililitan. Kalau mau gampang, padahal kita bisa langsung ke daerah Roxy (Jakarta) yang sudah terkenal sebagai pusatnya HP. Kata orang sih disana lengkap & harga bersaing. Atau kalau gak mau repot, cari aja di beberapa pusat HP di daerah Bekasi yg lokasinya gak jauh dari rumah kami yang di Bekasi juga. Dan mungkin aja di Bekasi itu ada yg harganya lebih murah. Alhasil kami meluncur ke toko yang ada didaerah Cililitan tadi. Padahal secara lokasi, kami jarang kearah sana. Bela-belain datang kesana demi mendapat harga yang lebih murah.

Ternyata benar juga tuhh apa yang dikatakan pak Nukman Luthfie... :)

*Yusuf Erlangga

Rabu, 14 Juli 2010

Ecokiddy, diapers yang bisa dicuci : akhirnya diluncurkan juga ...



Akhirnya setelah sekian waktu tertunda untuk melakukan persiapan disana-sini, tepat tanggal 10 Juli 2010 kemarin kami luncurkan satu lagi produk dalam negeri, Ecokiddy Modern Cloth Diapers. Popok yang di desain khusus agar pemakaian popok kain tradisional (popok dgn selembar kain plus tali disampingnya) yang sudah dikenal umum menjadi lebih mudah dan praktis bagi semua orang. Info lebih lengkap silahkan kunjungi web resminya di www.ecokiddy.com

Seiring dengan itu kami adakan pula lomba foto bagi batita sebagai ajang memperkenalkan produk kami ke masyarakat umum. Lomba ini akan berlangsung dalam dua periode, periode pertama adalah periode pengiriman foto, sementara periode kedua adalah periode polling. Lomba foto ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Agustus 2010. Info lebih lengkap silahkan klik DISINI.

Sebelumnya kami pun telah mengadakan soft-launching dengan mengikuti business expo pada Festival Wirausaha Bekasi yang diadakan oleh kominitas TDA (Tangan Di Atas) pada bulan Juni 2010 di Bekasi Square, Kota Bekasi. Melalui kegiatan tsb yg berlangsung hanya dua hari, lebih dari dua puluh calon mitra terjaring untuk bekerjasama dengan kami. Oleh karenanya, kami semakin optimis dengan produk yang kami tawarkan dan masih membuka selebar-lebarnya peluang usaha ini bagi masyarakat luas. Dengan memasarkan produk ini, selain mendapat keuntungan secara materi secara tidak langsung kita telah ikut mengkampanyekan penggunaan Modern Cloth Diapers yg lebih sehat, lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan.

*Erlin Karlina

Minggu, 20 Juni 2010

Aneka Ragam Manfaat Saat Ikut FESTIVAL WIRAUSAHA BEKASI

Setelah beberapa bulan dipersiapkan, Alhamdulillah kegiatan Festival Wirausaha Bekasi berhasil juga dilaksanakan hari Sabtu-Ahad 12-13 Juni 2010 di Bekasi Square. Kalo menurut sebagian besar yang hadir sebagai peserta maupun panitia, acara itu benar2 sukses dan bermanfaat bagi yang hadir maupun lingkungan sekitar. Hahhh, koq juga bagi lingkungan sekitar? Bagaimana gak bermanfaat, gara2 acara tersebut disekitar lokasi jadi ramai dan para pedagang kebagian rezeki deghh. Dan diakhir acara tersebut, terkupul dana 8 juta rupiah lebih dari hasil sedekah spontan yg difasilitasi oleh pembicara yg akan disalurkan kpd yg membutuhkan.

Festival Wirausaha Bekasi??? Itu acara apaan sih?
Acara tersebut merupakan sebuah acara yg diselenggarakan oleh sebuah komunitas bisnis yang bernama TDA Bekasi (Tangan Di Atas) dalam rangka memperingati milad (ulang tahun)nya yg pertama. Kegiatan tersebut benar2 multi manfaat, karena memiliki aneka ragam kegiatan. Mulai dari seminar, talkshow, workshop, bazar, sampai ada juga acara lomba2 untuk anak TK & SD.

Yang lebih dahsyat, acara yg diselenggarakan oleh TDA Bekasi tersebut bukan hanya bermanfaat bagi membernya. Namun masyarakat umum yg sebelumnya belum tau apa itu TDA, saat hadir sebagai peserta mereka benar2 mendapat manfaat yang sungguh luar biasa.

Begitupun juga saya yang juga banyak mendapat maanfaat, emang sihh saya sudah bergabung sbg member walau hanya lewat milis/website resminya beberapa bulan sebelumnya. Dan yang luar biasa bagi saya, walaupun baru terdaftar beberapa bulan namun rekan2 (pengurus) di TDA Bekasi sangat bersahabat & terbuka. Hal tersebut terbukti dengan diizinkannya saya bergabung tuk bantu2 sebagai panitia di acara tersebut. Di acara tsb saya diamanahi bantu2 di Sie.Acara. Mulai ngurusin bagi2 tempat tuk peserta bazar, lari sana-sini sbg penghubung antara MC & panitia lainnya, kadang2 jg berperan sbg co-host, serta ngisi acara yg menampilkan games hikmah (hiburan sulap).

Di acara yg diselenggarakan selama 2 hari tersebut Alhamdulillah saya bisa berpartisipasi sebagai peserta, sebagai panitia, maupun sebagai peserta bazar. Bisa dibayangkan deghh, betapa sibuknya saya sampai2 besoknya agak KO (baca: lelah).

Tapi puji syukur Alhamdulillah, manfaatnya gak sedikit degh...
Mendapat ilmu dari para pembicara Seminar,
Mendapat sharing pengalaman dari para narasumber Talkshow,
Mendapat resep dari para fasilitator Workshop,
Mendapat bakal calon mitra bagi usaha kami yg ikutan bazar,
Mendapat kesempatan bersilaturahim dengan para pengusaha sukses (sesepuh TDA),
dan mendapat aneka manfaat lainnya.

Kalo kita sungguh-sungguh dan ikhlas mengerjakan sesuatu tuk kepentingan bersama, Insya Allah akan ada berkah dibaliknya deghh... :))

*Yusuf Erlangga

Berikut, sekilas laporan pandangan mata.
Saat berpose dipanggung bersama panitia

Saat mendampingi pak Haji Alay (sesepuh TDA) mengunjungi stand bazar

Saat berpartisipasi mengisi acara games hikmah (hiburan sulap)

Selasa, 27 April 2010

Menanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini ala Keluarga Tionghoa


Membaca tulisan pak Roniyuzirman seorang founder komunitas TDA di blog pribadinya dgn judul ”Cara Sederhana Menjadi Kaya ala Tionghoa” mengingatkanku mengenai sebuah kisah beberapa bulan yg lalu. Kisah yg dimaksud ini merupakan sebuah kisah yg diceritakan oleh seorang ibu kepadaku. Siapakah ibu tsb? Lalu apakah kisah yg dimaksud? Dan apa hubungannya dg tulisannya pak Roniyuzirman?

Ibu yg dimaksud diatas adalah ibu dari rekan saya yg merupakan seorang entrepreneur sbg penjual alat2 sulap. Lalu kisah yg dimaksud adalah pengalamannya berhubungan dengan seorang anak kecil (usia Sekolah Dasar) yg sering datang ke toko alat sulap itu. Sedangkan hubungan dengan cerita sebelumnya adalah ternyata anak kecil yg dimaksud adalah seorang keturunan Tionghoa. Jadi kira2 begitulah kisah & hubungannya...

Lalu apa yg menarik???
Kisah menarik yg pertama adalah ternyata anak kecil yg sering datang ketoko alat sulap itu ternyata ia membeli bukan hanya sekedar untuk mainan tuk dirinya saja, namun untuk dijual kembali kpd teman2nya.
Menarik yg kedua adalah sang ibu dari anak tersebut tak segan2 menemani saat anaknya sedang belanja barang2 yg dimaksud. Terkadang diantar dgn mobil bersama supir keluarga, atau siibu mengantarnya dengan motor, bahkan pernah sesekali menemaninya dgn menggunakan kendaraan umum.
Menarik yg ketiga adalah diketahui dari pembicaraan dg sang ibu, ternyata ayah dari anak kecil tsb adalah seorang pimpinan (direktur) perusahaan asing yg cukup besar di Indonesia. Berarti mereka termasuk keluarga ekonomi menengah atas, namun tak malu jika anaknya jadi pedagang kecil2an spt itu.

Masih dikisahkan oleh sang ibu dari rekan saya tadi, ia benar2 salut atas pendidikan masalah dagang (red. bisnis) pada anak2 di keluarga Tionghoa.
Sebagian besar anak2 sepulang sekolah malah bermain dirumah maupun diluar bersama teman2nnya, namun sianak tadi malah meluangkan waktunya tuk keperluan jualan.
Sebagian besar orang tua banyak yg khawatir jika anaknya jualan maka akan mengganggu pelajaran disekolahnya, namun si orang tua tadi justru malah mendukungnya dgn tetap membimbingnya.

Ehmm, apakah seperti ini yg dimaksud orang2 dgn menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini yahhh??? Ehmmm, boleh juga nihh saya contoh tuk anak2 kami kelak.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 24 April 2010

Tips Bisnis Suami-Istri ala Velly Kristanti (Klenger Burger)


Benar kata orang, kalau menilai sesuatu jangan liat luarnya aja dong.
Kesan tempat tongkrongan anak muda & gaul yg pertama kali saya liat saat tau Klenger Burger. Tau khan? Itu tuh tempat makan dgn menu utama BURGER. Namanya juga Klenger Burger, bukan Klenger Pizza khan? Apalagi Klenger Warkop, jadi pasti menu utamanya burger dong, hehee... :)) Di Jakarta & sekitarnya sdh banyak tuhh outletnya. Kalo blom pernah liat apalagi denger, cek aja dehh di google, atau lsg mampir di www.klengerburger.com

Oke, kali ini saya bukan mau ngomongin enaknya burger tsb, apalagi mau ngajakin makan bareng itu burger. Kali ini saya hanya ingin sedikit berbagi apa yg saya baca dr sebuah majalah bulanan NOOR edisi Dzulhijjah 1430H yg lalu, tapi baru aja saya baca kemarin. hehee, telat banget nihhh. Didalamnya ada sebuah artikel berjudul "Suami Istri Mitra Bisnis, Why Not...?" Nah salah satu contoh profil di artikel tsb adalah si pendiri Klenger Burger itu. Ya, usaha itu digawangi oleh suami-istri Gatut Cahyadi & Velly Kristanti.

Di artikel tsb diceritakan kisah tentang perjalanan usaha yg dijalankan oleh suami & istri. Namun yg menarik bagi saya adalah beberapa tips dr mbak Velly (sang istri) mengenai berbisnis. Berikut tips-tipsnya:
1. Untuk mengenyam kesuksesan, diri ini harus siap menerima segala proses jatuh bangun dan cobaan-cobaan yg bs terjadi berpuluh-puluh kali.
2. Harta karun kita adalah Al-Qur'an untuk menentukan halalan dan thayiban-nya bisnis yg dijalani. Apabila punya pertanyaan yg mendasar, kembalikan saja kpd ketentuan Al-Qur'an.
3. Meskipun bekerjasama sama dengan suami, bisnis ibarat dalam kapal, tetap meletakan diri ini sbg navigator. Suami megepalai bisnis, sementara kita menjadi manajernya.
4. Kalaupun ada orang atau rekan kerja yg berbuat curang dan merugikan perusahaan, selain mempergunakan jalur hukum untuk mendapatkan solusi, sikap sabar, ikhlas dan pasrah tetap harus diegakan.

Nahh, dari situlah saya baru kenal. Ternyata tempat makan yg saya kenal sbg tempat nongkrongnya anak muda atau anak2 gaul itu dimiliki & dikelola oleh pasangan suami-istri dari keluarga muslim yg sukses dlm berbisnis. Terima kasih atas inspirasinya mbak velly!

*Yusuf Erlangga

Rabu, 24 Februari 2010

Sukses sebagai Makelar


Dalam sebuah kesempatan, seorang pemuda bertanya kepada seorang motivator.
Dengan pendidikan yang pas-pasan seperti ini, pekerjaan apa yang cocok bagi saya? tanya sang pemuda kepada motivator. Sang pemuda menambahkan keluhannya dengan nada yang kurang semangat. Sudah banyak lamaran yang saya kirim, tapi belum ada yang diterima. Mau usaha sendiri, tapi gak punya modal. Apakah saya masih bisa sukses untuk berkerja atau usaha?

Namanya juga motivator, mendapat pertanyaan seperti itu. Ia justru hanya tersenyum seraya memberi semangat kepada pemuda itu. Ya, semua pasti ada hikmahnya, dan kamu pasti bisa sukses!
Sebagai sebuah solusi, pekerjaan yang paling memungkinkan bagi pemuda itu yaitu menjadi makelar penjualan rumah/tanah atau bergabung bersama agen penjualan properti. Tanpa pendidikan yang tinggi, semua orang pasti bisa asalkan ia bergelar MBA. Hahhhh MBA???? Iya, Modal Bacot Aja (red; bacot=mulut).

Tanpa latar belakang pendidikan yang tinggi sebagai calon karyawan ataupun dana yang cukup untuk modal usaha, semua orang pasti bisa. Mulai bekerja sendiri sebagai makelar rumah/tanah dengan rajin keliling dengan menawarkan jasanya, ataupun bergabung dengan agen properti yang sudah lebih profesional. Bagaimana pun prosesnya, yang penting legal dan halal.

Saat ia aktif sebagai makelar rumah/tanah ataupun agen properti seperti itu, ia sudah menjadikan dirinya semakin berarti. Ia belajar dan terjun langsung bagaimana cara berkomunikasi dengan banyak orang, bernegoisasi, bersosialisasi, memperluas jaringan, serta tak ketinggalan iapun mendapat penghasilan dari usahanya itu.

Pengasilan dari setiap transaksi yang terjadi biasanya sekitar 1% - 2,5% tergantung perjanjian. Insya Allah penghasilannya tetap menjajikan deh.. Berikut sebagai ilustrasinya:
Anggap aja ia mendapat persentase 1,5% setiap transaksi.
Dalam sebulan ia berhasil hanya melakukan satu kali transaksi.
Dalam setiap transaksinya ia berhasil menjual rumah/tanah sekitar Rp 500 juta.
Jadi penghasilanya adalah: 1,5% x 1 x Rp 500 juta = Rp 7,5 juta.
Sebagai pemula, itu pendapatan yang fantastic bukan? Jika ia bisa konsisten serta berhemat setiap bulannya, dalam setahun ia sudah bisa mengumpulkan modal untuk menjalankan usaha lainnya ataupun tetap meneruskan usahanya sebagai makelar profesional.

Jadi tanpa latar belakang pendidikan yang tinggi serta tanpa modal usaha yang banyak, kita tetap bisa sukses khannn... Hal tersebut bisa terjadi jika kita bisa mengambil hikmah dari apa-apa yang terjadi, termasuk mengambil hikmah dari kekurangan kita sendiri. Salam sukses!

*Yusuf Erlangga

Selasa, 02 Februari 2010

Mau Menuai Hasil Wirausaha? Tunggu 10 Tahun lagi!!


Maksud judul diatas apa ya??? ^_^

Alhamdulillah ahad kemarin ada seorang sahabat yang cukup senior (seorang ibu dengan 4 putra) datang bersilaturahim ke rumah kami. Banyak juga yang kami perbincangkan dalam kunjungan beliau tersebut. Selain dalam rangka menawarkan beberapa paket buku untuk anak yang sangat bagus isinya dan juga harganya :P, kami banyak berbincang mengenai dunia usaha.

Saya masih terbayang sekali wajah penyesalannya ketika ia menceritakan bahwa dulu ia sempat menolak berwirausaha. Saat itu, ketika belum lama menikah ia ditawari oleh keluarganya untuk membangun sebuah usaha. Rupanya keluarga besar beliau memang sudah banyak terjun di dunia wirausaha. Saat itu, beliau ditawarkan untuk membangun sebuah optik oleh ayahnya. Ya optik, karena beliau lulusan akademi optik dan sang ayah pun memiliki sebuah optik. Jadi sangat wajar jika penawaran itu datang.

Namun dengan alasan tidak mau "kenal uang" terlalu jauh ia putuskan menolak tawaran itu. Ia tidak mau hanyut dalam materi jika berjalan di dunia wirausaha, sebagaimana atmosfer yang ia rasakan dalam keluarga besarnya. Baginya, keluarganya saat itu memandang hidup ini hanya dagang, dagang, dan dagang...itu saja. Hingga dibenaknya muncul kekhawatiran akan nasib pendidikan putra-putrinya, curahan kasih sayang kepada mereka, dan lain sebagainya, apabila beliau ikut berwirausaha. Beliau tidak mau itu terjadi.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, ketika tuntutan hidup semakin besar dan ketika anak-anak mulai besar, beliau pun berpikir ulang, beliau kini melihat bahwa dunia wirausaha dapat dijadikan pegangan. Beliau pun aktif mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Dari pelatihan-pelatihan itulah beliau mendapat banyak informasi dan pengalaman yang dapat dipetik hikmahnya.

Sebuah catatan yang beliau sampaikan kepada saya sebagai hasil mengikuti berbagai pelatihan itu adalah mengenai konsistensi dalam menjalankan usaha. Sebuah usaha (apapun jenis usaha yang kita bangun) baru dapat dikatakan teruji apabila telah melewati kurun waktu lima tahun. Disanalah halang rintangan akan terus menghadang. Dan tambahnya lagi, sebuah usaha barulah dapat dipetik hasilnya, apabila telah berjalan selama 10 tahun dengan konsisten, apapun jenis usahanya.

Dari catatan tersebut itulah beliau menyesal, seandainya saja ketika baru menikah dulu beliau sigap menerima tawaran ayahnya untuk berwirausaha, maka saat ini tentunya beliau tinggal menuai keberhasilan dari usahanya itu. Tepat disaat anak-anak sudah memerlukan dukungan materi lebih, terutama dalam hal pendidikannya. Beliau sadari betul, kekhawatiran yang muncul dulu ketika ditawarkan menjalankan usaha sesungguhnya dapat diatasi dengan cerdas.

Saya pun hanya termangu mendengar pemaparannya. Ada sedikit rasa syukur dihati ini, mengingat suami sejak awal pernikahan kami senantiasa terus memotivasi agar tidak ragu untuk terjun ke dunia wirausaha. Bukan sekedar agar menghasilkan materi lebih, tetapi juga agar dapat berkontribusi lebih dalam membangun ekonomi ummat ini. Wah kalo yang terakhir ini pemaparannya bisa panjang nih, intinya yuk berwirausaha... jangan sampai menyesal 10 tahun kemudian ^_^

*Erlin Karlina
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template