Tampilkan postingan dengan label erlin karlina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label erlin karlina. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

Pengalaman Ngelapak Ecokiddy di TMII

Hari ini, 22 April 2012, satu kali lagi saya dan suami memperolah pengalaman baru sebagai wirausahawan. Telah sejak lama kami ingin merasakan sensasi menjadi "lapakers" sebutan yang biasa digunakan untuk wirausahawan yang menjual produknya di lapak-lapak ala kaki lima. Dengan modal peralatan seadanya mereka biasanya sudah dapat mengeruk laba dari penjualan produk masing-masing. Kali ini, sebagai pengalaman pertama, kami dengan sukses TIDAK merencanakannya dengan baik, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ... Baru kepikiran untuk ngelapak di Sabtu malam, Ahad paginya kami sudah nekad untuk ngelapak di TMII Jakarta. Sama sekali kami tidak mengerti bagaimana prosedur ngelapak di TMII, yang penting take action saja! Agar tidak nol sama sekali pengetahuan tentang bagaimana medan yang akan kami hadapi, saya sempatkan untuk browsing beberapa pengalaman yang telah lebih dulu ngelapak. Dengan persiapan yang serba mendadak, alhasil kami berdua baru sampai di pintu gerbang pembayaran tiket 15 menit sebelum jam 7. Lumayan masih dapet harga minggu ria, Rp 5.000/orang. Jika telat sedikit sudah terkena harga normal Rp 9.000/orang. Mobil Rp 10.000. Motor Rp 6.000. Sengaja saya catat lengkap biar bisa dimanfaatkan sebagai info tambahan bagi siapa aja yang mau melapak di TMII :) Kali ini kami berangkat hanya berdua, karyawan tidak diajak. Lumayan untuk uji mental dan penghematan, jadi biaya masuk TMII cuma terkena Rp 20.000,- saja. Info yang pernah kami dapat, jika mau ngelapak di TMII waktu subuh harusnya sudah di lokasi. Oleh karenanya tidak heran saat kami tiba dilokasi deretan lapak-lapak sudah terisi penuh. Aktifitas jual beli sudah terlihat disana-sini. Agak nyengir juga sih, membandingkan dengan kondisi kami yang baru saja tiba. Kurang lebih pukul setengah delapan pagi kami baru tuntas rapi sana sini, setelah sempat kebingungan juga mau ngelapak dimana, akhirnya diputuskan memilih persis di depan anjungan Papua. Dibanding area lain, wilayah ini termasuk yang tidak terlalu ramai pejalan kaki, tapi karena diwilayah ini masih ada space kosong, dan sbagian besar lapakers di wilayah ini membawa mobil sebagai bagian dari display, akhirnya kami putuskan kami akan ngelapak disini juga. Setelah beberapa saat saya baru sadar, ternyata setiap lapak sudah diberi tanda pembatas dan masing2 ada nomornya, yang dicat dijalanan di muka lapak masing-masing. Sementara area yang kami tempati tidak ada, wahh berarti kami pelapak liar ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ... Dan konyolnya lagi kami ngelapak persis di depan kantor pengurus bazar "minggu ria" TMII ini. ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ... Bener-bener deh memalukan secara intlektual, tapi untunglah secara bisnis dimana hukum rimba juga berlaku bahwa siapa cepat dia dapat, akhirnya para pengurus pun mengizinkan. Mungkin mereka ga tega mengusir kami yang sudah menata produk Ecokiddy. Dan kami pun membayar kontribusi yg sama persis dengan lapak-lapak lainnya, Rp 20.000/hari. Bazaar ini yang kami tahu boleh berjalan hanya sampai dengan pukul 10.30 saja. Walaupun pada kenyataannya banyak juga yang melebihi batas waktu. Kami sendiri memilih usai tepat waktu, karena memang target kami lebih ke sosialisasi popok kain modern ini ke masyarakat luas. Lumayan brosur & kartu nama yang kami bawa banyak tersebar, dan kami pun banyak mendapat kesempatan memperkenalkan produk kami beserta manfaatnya. Salah satu pendorong kami ngelapak hari ini adalah berkenaan dengan peringatan hari bumi internasional yang jatuh hari ini (22 April). Kami berharap, ini adalah langkah kecil kami untuk menjadi #sobatBUMI. Sampai saat ini kami tidak menjual eceran produk Ecokiddy dan tidak pula menjual secara offline, tapi untuk moment hari bumi ini kayaknya pas yahh untuk buat pengecualian... :) Kami start pukul 7.30 dan memilih tutup pukul 10.30, atau dengan kata lain 3 jam kami ngelapak. Alhamdulillah omset yang didapat sudah lebih dari target Rp 500.000,-. Kami sengaja tidak pasang target besar karena persiapan dan strategi yang super minim. Apalagi niatnya memang sosialisasi, dan biar eksis :) ... Lumayan bangetlah hanya bermodal stok barang yang sudah ada di workshop dan uang 40ribu saja sudah dapet untung berganda (laba dan sosialisasi). Semoga ke depan nantinya ada kesempatan untuk ngelapak lagi... Selamat hari bumi :) *Erlin Karlina

Senin, 26 Maret 2012

Menulis Pengalaman Bisnis



Mulanya saya ragu untuk memenuhi permintaan suami agar saya terlibat dalam pembuatan buku motivasi bisnis 30 mompreneur. Suami meyakini saya memiliki sedikit kemampuan menulis dan sedikit pengalaman sebagai mompreneur yang meski serba sedikit namun cukup layak dan dapat dibagikan kepada masyarakat luas. Suami amat antusias dengan ajakan oma Ning ini, terlebih disebut royalty buku diperuntukkan buat amal dan sedekah. Ya, oma Ning-lah yang memberi kesempatan kepada beberapa mompreneur yang tergabung dalam komunitas TDA untuk menuliskan pengalaman menjalankan bisnisnya masing-masing yang akan digabung dalam sebuah buku.

Usaha apa yang dimaksud? Saat ini dengan dukungan suami, saya tengah merintis usaha pembuatan popok kain modern yang sehat, hemat dan ramah bagi lingkungan. Produk kami ini bernama ecokiddy. Di masyarakat umum kini banyak nama yang digunakan untuk menyebut popok kain modern ini. Ada yang menyebutnya juga sebagai “popok cuci ulang”, atau ada yg merasa lebih pas menyebutnya dalam bahasa asing seperti “reusable diapers” atau “cloth diaper” (disingkat “clodi”).

Keraguan menulis yang muncul di benak saya ialah dikarenakan masih singkatnya usia usaha yang sedang yang saya rintis, sehingga masih sedikit asam garam yang saya dapati untuk dapat memotivasi orang lain dan ditambah lagi minimnya kemampuan saya dalam dunia tulis menulis. Namun pada akhirnya saya sambut permintaan tersebut dengan membesarkan hati sendiri, seandainya pengalaman saya memang kurang layak terbit, toh sudah ada tim editor dari penerbit yang akan menseleksi. hehe.. Dan seandainya ternyata saya masuk dalam jajaran 30 mompreneur ini, berarti hanya rasa syukur yang terhatur karena dapat memberi sesuatu yang bermakna bagi orang banyak. (hadits, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain).

*Erlin Karlina

Jumat, 06 Januari 2012

Shoutmix tidak lagi gratis, Idealisme vs Bisnis??



Sudah hampir 2 tahun ini ecokiddy.com menggunakan jasa Shoutmix agar dapat langsung chat dengan pengunjungnya, alhamdulillah selama ini lancar-lancar aja tanpa kendala. Fasilitasnya memuaskan dan yang terpenting adalah itu semua GRATIS (hampir semua orang pasti happy kalo dengar kata yang satu ini kan ^_^). Hal inilah penyebab terbesar hingga akhirnya per 1 Januari 2012, Shoutmix memutuskan untuk tidak memberikan layanan gratis lagi.

Kalo dari penjelasan sang pendiri, Snecx Tan, Shoutmix sudah bertahan selama 7 tahun sejak didirikan, termasuk dengan layanan gratisnya. Selama kurun waktu tersebut, rupanya banyak hal yang sudah dilalui Shoutmix. Dengan Versi pertama-nya, dalam usia 1 tahun Shoutmix hampir bangkrut (mungkin akibat sedikitnya jumlah pelanggan paket berbayar).

Sehingga setelah itu dilakukan perbaikan disana-sini, hingga muncul Versi kedua yang ternyata disukai banyak orang, jumlah pelanggan paket berbayar semakin banyak dan tentunya jumlah pelanggan paket gratisan apalagi... (pelanggan gratisan ini ya seperti ecokiddy.com, jadi malu... *blushing*).

Berkembang sedemikian pesat hingga dimunculkan Versi ketiga-nya dibulan November 2011, dan apa yang terjadi? semakin banyak orang yang menyukai Shoutmix, dalam 1 hari bisa ribuan orang mendaftar untuk mendapatkan si "buku tamu" ngetop ini, Snecx Tan mengklaim dalam sebulan ada 50 ribu orang mendaftar, fantastis juga ya... dan hal yang membuat Shoutmix syok adalah karena 99,93% pendaftar tersebut hanya memilih paket gratisan saja, dan yang lebih parah adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai pelanggan paket berbayar malah pindah ke paket gratisan, kebayang juga sihh perasaan si Mr. Tan ini. Padahal mungkin doi berharap dengan semakin banyak "happy user" maka akan semakin banyak "paying customers".

Nah, disinilah mungkin pergelutan terjadi, memilih "business is business" atau memilih idealisme untuk menyenangkan banyak orang? Haha... sudah jelas ya kalo kita memang sedang berbicara bisnis... Snecx Tan sendiri sudah mengakui koq kalo Shoutmix tidak akan bertahan sebagai sebuah bisnis kalo tidak ada pelanggan berbayar... tapi apa daya pengen menyenangkan banyak orang dengan paket gratisan ini justru dinilai jadi penghalang buat Shoutmix menjadi lebih besar. Alhasil daripada merugi apalagi bangkrut, pelanggan gratisan didepak, hehe...

Atauu... ini sebenernya memang bagian dari business strategy dari Mr. Tan, kalau seandainya user sudah banyak, yaah tinggal disaring aja deh. Kemungkinan untuk meraih pelanggan yg sudah terlanjur jatuh hati dengan produk akan lebih mudah doong ;) Keliatannya enak banget ya, tapi yakin deh ini bukan hal yang mudah loh. Shoutmix dapat demikian pede-nya mengusir pelanggan gratisan, tentu punya produk yang luar biasa juga kan, yaahh bekal yang telah mereka kumpulkan selama 7 tahun ini, hasil riset sana-sini untuk terus mengembangkan produknya hingga sedemikian berkualitas...

Balik lagi ke masalah idealisme vs bisnis tadi, sayang ya kalo idealisme tidak bisa disatukan dengan bisnis, buktinya pada Versi keduanya, Shoutmix bisa koq... (tetep ya cari celah gratisan :p). Berarti idealisme memang sudah dikalahkan ya ckckck... ^_^

*Erlin Karlina
SambilMereviewIdealismeEcokiddy

Selasa, 27 Desember 2011

Raup Laba dengan Meniru Packaging Produk Ngetop

Baca judul tulisan saya kali ini, sempat geli sendiri karena kalo diperhatikan koq mirip judul headline tabloid-tabloid wirausaha ya? sedikit provokatif, hehe...

Ini bermula gara-gara melihat botol saos sambal yang biasa menemani kalo ada gorengan di rumah, setelah ditilik-tilik koq beda dari biasanya ya penampilannya, teryata memang benar, biasanya dirumah pake merk AB*, lah ini koq merek AK* ??? Ternyata waktu beli di swalayan memang salah ambil, sepintasan memang mirip sih, baik logo, ukuran maupun desain botolnya.

Nah, hal seperti ini bisa jadi termasuk dalam strategi bisnis. Siapa sangka bisa jadi penjualan jadi meningkat, gara-gara banyak pembeli yang "siwer". Tapi ga asyik banget ya? Dijamin nilai brand produk pengekor tersebut dimata pembeli adalah tetap minus. Padahal dari segi rasanya ga kalah enak lho, sayang ya. Ini foto botol saos sambal tersebut:


Beda banget sama packaging yang inovatif, seperti dibawah ini :

Desain packaging diatas asli inovatif banget, hasil karya Youngdo Kim. Bener-bener out of the box. Ide awalnya adalah untuk menghemat plastik dan ramah lingkungan. Tidak perlu membuang percuma bungkus kemasan seperti biasanya, kemasan tersebut bisa dipakai sebagai sedotan untuk menikmati kopi.

Cukup membuka kemasan tersebut, dan kopi yang berada didalamnya akan tertuang ke dalam segelas air. Lalu gunakan kemasan yang sama sebagai alat untuk mengaduk kopi dan sedotan. Kemasan multifungsi untuk menghemat pengeluaran. Info ini dikutip dari blackxperience.com.

Packaging (kopi) seperti ini tidak sekedar mendapat nilai plus dari pembelinya tapi juga telah memberi sesuatu yang berharga bagi lingkungan. Semoga makin banyak di muka bumi ini yang memperhatikan hal-hal seperti tersebut. Aamiin.

*Erlin Karlina
(SambilMikirInovasiPackagingYangKreatifBuatEcokiddy)

Rabu, 16 November 2011

Goitgoit : Aplikasi Simpel dan Praktis buat Online Seller



"...........Dear goitgoit team,

Kurang lebih jam 1 hari ini, saya terima email penawaran aplikasi goitgoit...

Maaf awalnya saya pikir ini cuma email spam aja, tapi karena menawarkan aplikasi yang bbrp bulan terakhir ini sedang kami cari2, langsung deh meluncur ke lokasi. Alhasil 2 jam terakhir ini saya "ubek-ubek" apa dan siapa sih goitgoit ini :)

My first impression : kerreeeen !

So, saya berterima kasih kepada tim goitgoit yang sdh memperkenalkan aplikasi ini, produk luar negeri yang serupa pernah saya liat dan coba juga, bagus banget dan mahaaal... alhamdulillah sekarang sdh ada produk dalam negeri yang siap menyaingi, sippp deh (tapi jangan mahal2 yahh ^_^)

Sementara ini ada 2 masukan/harapan dari saya setelah coba sana sini, untuk jumlah diskon yang diberikan tidak bisa format desimal ya? saya tidak bisa memberi diskon 22,5% untuk penjualan satu item produk. Semoga ke depan bisa ya... trus untuk beberapa form isian saat mengetik isiannya saya tidak dapat mengeditnya dengan menggunakan tombol backspace, bisa diedit setelah diblok dulu seluruh isian ketikan sebelumnya dan ditimpa dengan ketikan yang benar (hehe.. smoga dapat dipahami bahasa saya ^_^)

Ok sementara itu dulu, sekali lagi ... terima kasih.

Aplikasi ini bermanfaat sekali, semoga dapat terus dikembangkan, Jazakallah khairan katsiir...

Wassalam

Erlin..........."


*************************************************************************************

Hehehe... tiba-tiba langsung email pribadi di posting ke MP setelah sekian lama bertapa dari dunia perblogan (a.k.a perMPan).

Kutipan email diatas baru saja saya kirim ke tim goitgoit.com yang baru siang ini mengirimkan email penawaran aplikasi goitgoit. Menurut tim supportnya, aplikasi ini memang dirancang khusus untuk online seller, meski tidak menutup kemungkinan bagi offline seller untuk menggunakannya.

Fitur yang ditawarkan didalam goitgoit ini, antara lain:
- supplier management
- receive management
- item management
- purchase management
- payment management
- expense management
- sales transaction management
- online system integration
- smart report
- customer management
- employee management

Wah sipp banget nih kalau semua fitur ini berfungsi sebagaimana mestinya, karena beberapa bulan terakhir ini memang sedang berburu aplikasi yang cocok buat Ecokiddy. Mulai pusing ngatur keuangan n stok barang Ecokiddy euy... (hehehe... jadi ketauan deh).

Aplikasi ini ternyata masih dalam tahap pengembangan, semoga kedepannya bisa bertambah bagus lagi dan semoga semakin bermanfaat untuk orang banyak. Jadi jika sahabat sekalian ada yang butuh aplikasi yang bisa membantu mengatur penjualan, pembelian, stok barang, dll. Ga ada salahnya mencoba aplikasi ini dulu ke http://goitgoit.com/, mumpung masih gratis ^_^

*Erlin Karlina

Kamis, 25 November 2010

Pompa ASI Pilihan

Sejak kelahiran Fathan, anak pertama kami, bunda amat sangat terbantu dengan yang namanya Breast Pump (BP) atau alat pompa ASI. Hal ini dikarenakan hingga saat ini pun ketika anak sudah 2, bunda belum bisa juga perah ASI secara manual dengan tangan. Apalagi sebagai ibu bekerja, alat pompa ASI pun benar-benar jadi andalan.

Mulanya BP yang bunda beli adalah merk Medela tipe Harmony. Setelah searching informasi sana-sini tipe dan merk ini termasuk yang paling direkomendasikan. Sebelum Fathan lahir, pompa ASI ini sudah ditangan. Sangat membantu sekali saat Fathan lahir. Karena fathan langsung dirawat di Perina Room, sementara bunda belum bisa jalan pasca kelahiran, otomatis ASI belum bisa diberikan secara langsung. Pompa inilah yang membantu, sehingga ASI segar dapat segera didistribusikan. (Loh... kayak ransum aja nih ^^)

Medela Harmony

Alhamdulillah, pompa jenis ini termasuk dapat dihandalkan. Sekali pompa bisa penuh botol berkapasitas 150 ml ini. Untuk hari-hari pertama memang tidak banyak hasilnya, tetapi lama-lama mengikuti kebutuhan anak juga. Sesuai prinsip produksi ASI yang berdasarkan demand. Nyaman digunakan, harga menengah, makanya langsung jadi pilihan. Kelemahannya : pegel banget, karena gerakan tangan harus seperti memeras (ada yang bilang juga seperti menembak). Semakin cepat dan lama memompa, semakin banyak hasil yang diperoleh. Nah, kalo sudah pegal, hasil jadi ga maksimal. Selain itu kedua tangan harus fokus dialat pompa juga, sehingga tidak dapat melakukan aktifitas lainnya.

Beberapa waktu setelah masuk kerja, akhirnya muncul keinginan untuk mengganti dengan tipe electric untuk mempercepat proses pemerahan. Tapi harganya itu buuun.... 2x lipat Harmony. Pas jalan-jalan ke Babyshop, iseng nanya electric breastpump dan ditawari merk IQ-Baby. Harganya dibawah Medela Harmony. Ragu juga sih, sama kualitas n harganya saat itu. Tapi karena terbuai sama testimoni n tawaran si Koko, akhirnya beli juga ^_^

IQ Baby

Sampai dirumah langsung dicobain... Memang benar kata orang, ada rupa ada harga. Masih lebih enak pake Medela Harmony. Pernah lihat beberapa review orang di internet, ada sih yang bilang puas dan nyaman pake merk ini, murah pula untuk ukuran electric. Beda-beda ya tiap orang... Akhirnya langsung diniatkan untuk beli Medela Mini Electric aja, ini nih penampakannya :

Medela Mini Electric

Sama, sampai dirumah langsung dicoba. Dan hasilnya.... MEMUASKAN!
Wah, kalo tau seperti ini nikmatnya. Dari awal harusnya investasi ke jenis ini aja. Nyaman banget dipake, hisapan mesinnya lembut, hasil yang diperoleh banyak dan super cepat. Saat mompa dikantor pun jadi lebih singkat waktu yang diperlukan. Satu lagi yang menyenangkan, dengan Mini Electric ini satu tangan lainnya bisa bebas beraktivitas. Very Recommended!!

Tentang keawetannya, jangan ditanya. Fathan lulus ASI hingga "S2" dibantu dengan alat ini. Sekarang saat adiknya hadir, yang berarti pompa ini sudah berumur 2 tahun, medela masih dapat digunakan dengan baik. Wah, kayak marketingnya Medela aja nih jadinya. Biar objektif, kekurangan tipe ini adalah dari suaranya yang agak berisik, tapi ga ada apa-apanyalah dibanding manfaatnya. Selain itu, sesekali memang suka ada kerusakan kecil, tetapi tenang... semua ada sparepartnya. Setelah ini deh, bunda akan tulis pengalaman mengatasi kerusakan-kerusakan kecil medela.

* Erlin Karlina

Senin, 08 November 2010

Ecokiddy Kampanye di Radio


Setelah hampir 4 bulan usaha kami yang bernama "ecokiddy" hadir di tengah masyarakat Indonesia, hari Selasa tanggal 2 November 2010 yang lalu tiba kesempatan bagi kami untuk lebih memperkenalkan produk Ecokiddy melalui media radio. Ecokiddy memperoleh kehormatan untuk menjadi pengisi acara kewirausahaan yang rutin diadakan oleh Radio Gaya Bekasi 93,6 FM. Acara yang biasa mengundang narasumber dari anggota komunitas bisnis TDA (Tangan Di Atas) ini memberikan tempat kepada Ecokiddy Production untuk memperkenalkan cloth diapers atau popok kain modern cuci ulang kepada masyarakat umum. Acara ini tidak hanya memberikan peluang kepada Ecokiddy untuk memperkenalkan produk modern cloth diapers yang kami miliki, tetapi juga memberikan peluang bagi kami untuk menunjukkan adanya peluang usaha dibalik bisnis ini.

Alhamdulillah, animo pendengar Radio Gaya sangat baik selama acara berlangsung. Dari awal hingga akhir acara, ada saja pendengar yang memberikan responnya, baik melalui telepon langsung maupun melalui SMS. Ada yang menanyakan mengenai produk, ada pula yang menanyakan tentang kemitraan dalam usaha ini. Dan menurut mas Yudha sang penyiar acara itu, tema pada hari itu sangat menarik. Kenapa menarik? Ya, menurut beliau produk yang kami bawakan saat itu merupakan produk yang unik. Terlebih lagi produk kami itu menurutnya sangat berarti bagi masyarakat umum karena merupakan produk yang hemat dan ramah lingkungan.

Tak lupa kami memberikan hadiah berupa produk-produk Ecokiddy kepada tiga pendengar yang memberikan pertanyaan terbaik. Pada saat itu terpilih Ibu Nining, Bapak Ardi, dan Ibu Ida sebagai pemenangnya.

Rasa bahagia pun menyelimuti kami, memperoleh kesempatan lebih luas dalam mengkampanyekan pemakaian popok cuci ulang yang sehat, hemat dan ramah lingkungan ini. Melalui media radio ini, kami benar-benar mendapat kesempatan istimewa. Istimewa bukan karena kami dapat "berjualan" disana, namun istimewa karena kami berkesempatan mengkampanyekan ke banyak orang akan hematnya penggunaan popok kain modern ini, sekaligus mengkampanyekan betapa berartinya pemakaian popok kain ini bagi lingkungan sebagaimana misi usaha kami. Mudah-mudahan usaha kami dalam memberikan sedikit edukasi ke lebih banyak orang dari ilmu dan pengetahuan kami yang sedikit ini memperoleh hasil dan manfaat. Amin...

*Erlin Karlina

Rabu, 14 Juli 2010

Ecokiddy, diapers yang bisa dicuci : akhirnya diluncurkan juga ...



Akhirnya setelah sekian waktu tertunda untuk melakukan persiapan disana-sini, tepat tanggal 10 Juli 2010 kemarin kami luncurkan satu lagi produk dalam negeri, Ecokiddy Modern Cloth Diapers. Popok yang di desain khusus agar pemakaian popok kain tradisional (popok dgn selembar kain plus tali disampingnya) yang sudah dikenal umum menjadi lebih mudah dan praktis bagi semua orang. Info lebih lengkap silahkan kunjungi web resminya di www.ecokiddy.com

Seiring dengan itu kami adakan pula lomba foto bagi batita sebagai ajang memperkenalkan produk kami ke masyarakat umum. Lomba ini akan berlangsung dalam dua periode, periode pertama adalah periode pengiriman foto, sementara periode kedua adalah periode polling. Lomba foto ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Agustus 2010. Info lebih lengkap silahkan klik DISINI.

Sebelumnya kami pun telah mengadakan soft-launching dengan mengikuti business expo pada Festival Wirausaha Bekasi yang diadakan oleh kominitas TDA (Tangan Di Atas) pada bulan Juni 2010 di Bekasi Square, Kota Bekasi. Melalui kegiatan tsb yg berlangsung hanya dua hari, lebih dari dua puluh calon mitra terjaring untuk bekerjasama dengan kami. Oleh karenanya, kami semakin optimis dengan produk yang kami tawarkan dan masih membuka selebar-lebarnya peluang usaha ini bagi masyarakat luas. Dengan memasarkan produk ini, selain mendapat keuntungan secara materi secara tidak langsung kita telah ikut mengkampanyekan penggunaan Modern Cloth Diapers yg lebih sehat, lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan.

*Erlin Karlina

Selasa, 01 Juni 2010

Pelatihan Membuat Mie

Tepat hari minggu kemarin, 30 Mei 2010, keluarga kecil kami mendapatkan satu pengalaman unik kembali. Ini untuk pertama kalinya kami sekeluarga bareng-bareng ikut pelatihan. Asyik kan... :) Asyiknya lagi pelatihannya tsb adalah pelatihan membuat MIE... yang artinya alamat bisa nyicipin hasil karya nih diakhir pelatihan (hehehe... ketauan deh, itu harapan suami lho :) teteup bumil ga mau ngaku).

Awalnya dikabari suami kalo Mie Sehati mau ngadain pelatihan membuat mie, semula belum tertarik... tapi setelah dipikir2 anakku 'kan termasuk raja-nya mie, baru kepikiran harus kudu mesti ikut pelatihan ini. Siapa tau bisa diaplikasikan di rumah n bisa say good by sama mie instan kesayangannya...

Berangkat deh kita pagi-pagi ke lokasi di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, setelah sebelumnya kontak pak Eko eSHaPe dulu sang owner Mie Sehati. Izin untuk daftar dadakan, Alhamdulillah masih bisa ikutan... Ga lama sampai disana acara masak memasak pun dimulai... Satu persatu langkah membuat mie dijelaskan dengan gamblang oleh Bu Yeni, istri Pak Eko. Dengan peserta terbatas, leluasa sekali untuk bertanya jika tidak paham. Materi pun sudah disiapkan dalam bentuk lembaran modul. Wah semangat nih mau praktek di rumah. Padahal Mie Sehati mengadakan pelatihan mie ini juga dalam rangka memotivasi peserta untuk melihatnya sebagai peluang usaha. Hebat n salut buat Pak Eko n Bu Yeni, berbagi ilmu trus euy... Subhanallah, shodaqoh jariyah juga nih - ilmu yang bermanfaat... ^_^

Wah, pokoknya beruntung sekali-lah ikutan pelatihan ini, yang pengen ikutan pelatihan ini, Mie Sehati ngadain rutin 2 minggu sekali lho. Kunjungi ajak web-nya ya, plus bisa lihat foto kami sekeluarga di urutan pertama yang lagi serius ngikutin pelatihan hehehe... *keluarga narsis mode on


*Erlin Karlina
-kembali menulis dengan sedikit paksaan suami 'n terlanjur hutang janji :) -




Sedikit laporan pandangan mata...
Gerai Mie Sehati

Fathan pun antusias banget... ^_^

Bu Yeni menjelaskan...

Adonan Mie Hijau-nya digiling

Minggu, 04 April 2010

I'm Back !!

Arghhh.... alhamdulillah akhirnya.... I'm back!!
Setelah sekian waktu ku tak sudi berlama2 menyentuh blog, email, facebook, dan kawan-kawannya...
Setelah sekian waktu kubiarkan suamiku berjuang sendiri menghidupkan blog kami ini...
Setelah sekian waktu ku izinkan diriku untuk inkonsisten dengan tekadku ku sendiri...

Akhirnya balik lagi nih nulis... ^_^
Pergi beberapa waktu lamanya, baliknya bawa kabar gembira koq.
Alhamdulillah, insyaAllah fathan akan punya adik. Yup, kehamilan kedua nih. Minggu ini insyaAllah sudah 16 minggu menurut dokter. Ngidamnya ternyata emoh nge-blog ^_^. Sekedar blog-walking aja jarang bangetss... Padahal kalo dilihat dari tulisan terakhir, niatnya mo rajin nulis, sampe-sampe buat blog juga di blogspot ini (sebelumnya hanya ada di multiply). Hehehe... jadi malu *_*

Tapi... ada senangnya, bahan buat isi blog nambah nih... bakalan rajin nulis seputar kehamilan kayaknya.... ^_^v


*Erlin Karlina

Selasa, 02 Februari 2010

Pelajaran Baru dari Catering Mini Soto Kudus Pak Sholeh


Alhamdulillah tambah satu lagi pengalaman kami, Ahad kemaren ada pesenan mini catering soto kudus pak sholeh. Lumayan buat nambah-nambah pengalaman. Acaranya unik, arisan keluarga tapi diadakan diluar rumah, tepatnya di sekolah alam SANI di daerah Jati Asih Bekasi.

Konsepnya boleh juga. Tempat asyik ditambah konsumsi siap jadi. Pelayanan makanan dah jadi bonus dari catering. Ga perlu repot2 bawa or bungkus, ga pake nyuci2, semua tinggal dateng ke lokasi. (hehehe... tetep promosi.. :p)

Bisa ditiru deh kapan2 pas ada acara keluarga sendiri, jadi pengen ngikutin pakai sekolah alam itu. Selain dapetin suasana alam yang lebih kental, ada plusnya lagi anak-anak bisa nyobain naik kuda peliharaan sekolah tersebut. Senang banget mereka, serasa di puncak... Sayang kamera yang dah dibawa, lupa difungsikan :( jadi ga ada dokumentasinya deh...

Catatan penting bagi usaha kami pada kesempatan kali itu adalah jangan coba sekali-kali menerima order kalo waktu persiapannya terbatas. hehehe.. Bener-bener kepepet kemaren, karena sehari sebelumnya kita sekeluarga ada acara keluarga diluar kota. Berhubung acara tersebut berakhir sabtu siang kita sanggupi order catering tersebut. Alhasil meski tepat waktu n sesuai pesanan, kita semua harus kerja bakti n berusaha sprint dengan waktu. phuaah... (*ngelap keringat mode on) Akhirnya selesai juga tugas hari itu. Alhamdulillah semua selesai dengan mulus.

Maklum personil Warung Soto Pak Sholeh sebagian besar adalah anggota keluarga yang ikut juga dalam acara keluarga tempo hari. hehehe... Inilah lika-likunya punya usaha keluarga yang masih dipegang sendiri, pas ada acara keluarga harus rela milih salah satu, order bisnis apa acara keluarga??? Ya jalanin aja dulu...InsyaAllah kalo usaha dah gede ga ribet kaya gini lagi. Amiiin.

*Erlin Karlina

Mau Menuai Hasil Wirausaha? Tunggu 10 Tahun lagi!!


Maksud judul diatas apa ya??? ^_^

Alhamdulillah ahad kemarin ada seorang sahabat yang cukup senior (seorang ibu dengan 4 putra) datang bersilaturahim ke rumah kami. Banyak juga yang kami perbincangkan dalam kunjungan beliau tersebut. Selain dalam rangka menawarkan beberapa paket buku untuk anak yang sangat bagus isinya dan juga harganya :P, kami banyak berbincang mengenai dunia usaha.

Saya masih terbayang sekali wajah penyesalannya ketika ia menceritakan bahwa dulu ia sempat menolak berwirausaha. Saat itu, ketika belum lama menikah ia ditawari oleh keluarganya untuk membangun sebuah usaha. Rupanya keluarga besar beliau memang sudah banyak terjun di dunia wirausaha. Saat itu, beliau ditawarkan untuk membangun sebuah optik oleh ayahnya. Ya optik, karena beliau lulusan akademi optik dan sang ayah pun memiliki sebuah optik. Jadi sangat wajar jika penawaran itu datang.

Namun dengan alasan tidak mau "kenal uang" terlalu jauh ia putuskan menolak tawaran itu. Ia tidak mau hanyut dalam materi jika berjalan di dunia wirausaha, sebagaimana atmosfer yang ia rasakan dalam keluarga besarnya. Baginya, keluarganya saat itu memandang hidup ini hanya dagang, dagang, dan dagang...itu saja. Hingga dibenaknya muncul kekhawatiran akan nasib pendidikan putra-putrinya, curahan kasih sayang kepada mereka, dan lain sebagainya, apabila beliau ikut berwirausaha. Beliau tidak mau itu terjadi.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, ketika tuntutan hidup semakin besar dan ketika anak-anak mulai besar, beliau pun berpikir ulang, beliau kini melihat bahwa dunia wirausaha dapat dijadikan pegangan. Beliau pun aktif mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Dari pelatihan-pelatihan itulah beliau mendapat banyak informasi dan pengalaman yang dapat dipetik hikmahnya.

Sebuah catatan yang beliau sampaikan kepada saya sebagai hasil mengikuti berbagai pelatihan itu adalah mengenai konsistensi dalam menjalankan usaha. Sebuah usaha (apapun jenis usaha yang kita bangun) baru dapat dikatakan teruji apabila telah melewati kurun waktu lima tahun. Disanalah halang rintangan akan terus menghadang. Dan tambahnya lagi, sebuah usaha barulah dapat dipetik hasilnya, apabila telah berjalan selama 10 tahun dengan konsisten, apapun jenis usahanya.

Dari catatan tersebut itulah beliau menyesal, seandainya saja ketika baru menikah dulu beliau sigap menerima tawaran ayahnya untuk berwirausaha, maka saat ini tentunya beliau tinggal menuai keberhasilan dari usahanya itu. Tepat disaat anak-anak sudah memerlukan dukungan materi lebih, terutama dalam hal pendidikannya. Beliau sadari betul, kekhawatiran yang muncul dulu ketika ditawarkan menjalankan usaha sesungguhnya dapat diatasi dengan cerdas.

Saya pun hanya termangu mendengar pemaparannya. Ada sedikit rasa syukur dihati ini, mengingat suami sejak awal pernikahan kami senantiasa terus memotivasi agar tidak ragu untuk terjun ke dunia wirausaha. Bukan sekedar agar menghasilkan materi lebih, tetapi juga agar dapat berkontribusi lebih dalam membangun ekonomi ummat ini. Wah kalo yang terakhir ini pemaparannya bisa panjang nih, intinya yuk berwirausaha... jangan sampai menyesal 10 tahun kemudian ^_^

*Erlin Karlina
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template