Tampilkan postingan dengan label pompa asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pompa asi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Medela Mini Electric Breastpump rusak? Tidak lagi...

Seperti disebutkan dalam tulisan bunda mengenai Pompa ASI Pilihan, bunda sesekali menemui kerusakan-kerusakan kecil selama menggunakan Breastpump Medela. Berdasarkan pengalaman bunda selama ini, biasanya kalau medela mogok kerja, masalahnya seputar 3 hal berikut :

1. Membran-nya melar atau retak/bolong.

2. Valve-nya pecah. Terutama dibagian tempat membran menempel.

3. Breastshield-nya pecah/retak.

Solusinya untuk ketiga masalah tersebut, biasanya bunda menggantinya dengan yang baru. Ini nih enaknya Medela, menjual sparepart secara terpisah. Khusus buat braeastshield kalo retaknya masih terjangkau oleh penggunaan lakban, masih bisa dipake. Lumayan masih bisa dijadikan cadangan. Intinya usahakan tidak ada udara dari luar yang masuk.

Nah, beberapa hari lalu, ketiga hal tersebut tidak terjadi pada Medela bunda, tapi koq tetep pompa ga bisa nyedot ya. Huhuhuuuu.... Sedih, apalagi sebentar lagi masuk kerja nih :(

Akhirnya browsing cari pasaran harga medela mini electric saat ini, sekaligus nyari tempat yang jual dengan best price (hihihi... teteeup ya bun). Lagi asyik browsing, kepikiran ada ga ya pengalaman yang pernah rusak juga pompanya dengan kasus serupa dengan bunda. Habis tiba-tiba sih rusaknya. Ternyata di suatu milis sudah pernah dibahas. Sebagian besar menyarankan untuk dibawa ke service center-nya Medela di Kelapa Gading (samping Lottemart Kelapa Gading). Ini alamat lengkap service centernya barang kali ada yang perlu (belum pernah coba menghubungi sih) :

MEDELA
Service Center
Phone : 021 - 9453 5569, 9459 5525
Jl. Kelapa nias XI, Kelapa Gading Permai
Jakarta Utara 14240

Tapi ada yang cerita, dengan kasus yang sama dengan bunda, katanya ditempat servicenya cuma ditangani beberapa menit, langsung oke lagi BP-nya. Disana cuma dicuci sebentar. Tapi bukan dicuci dengan dicelup secara keseluruhannya (hehehe... bisa kornslet ya). Pasti hanya bagian tertentu aja. Bunda nekat langsung nyobain sendiri, toh sudah rusak juga. Mencoba dengan sedikit meraba2 maksud/cerita pengalaman bunda yang pernah pergi ke SC Medela tersebut. Kira-kira seperti ini step by step-nya:
1. Cari wadah kecil untuk menampung air. kalo bisa ceper dan tidak tinggi pinggirannya. Bunda pake tutup-nya mangkok lulur.
2. Isi wadah kecil tadi dengan air.
3. Buka penutup mesin medela (penutup batere).
4. Celupkan bagian permukaan yang ada lingkaran hitamnya, dekat tempat lubang keluarnya hisapan mesin, ke dalam air. celup cukup hingga terkena permukaan air saja.
5. Nyalakan mesin (jangan lupa pasang kabel-nya ^^). Nanti akan ada air yang terhisap ke dalam mesin dan keluar melalui lubang kecil disamping tempat kabel berada. Ini nih yang dimaksud dicuci. Hidupkan mesin kira-kira 10-15 detik aja.
6. Lakukan pencucian beberapa kali (waktu itu bunda lakukan 3x)
7. Langsung dicoba untuk memerah ASI. Alhamdulillah sukses !!


Waktu itu senang bangeeeettt..... keinginan coba-cobanya membuahkan hasil. Ga perlu BP baru deh ^_^ (ini yang terpenting, hihihi...). Menurut cerita, teknisinya bilang kalau mesin berhenti menyedot dikarenakan adanya sumbatan ASI di dalam mesin. Sehingga pompa perlu dicuci. Dan disarankan untuk sesekali dicuci dan jangan memerah hingga botol penuh, sehingga menyebabkan ASI masuk ke dalam mesin. Catet ya bun... ^_^

Semoga bermanfaat

* Erlin Karlina

Kamis, 25 November 2010

Pompa ASI Pilihan

Sejak kelahiran Fathan, anak pertama kami, bunda amat sangat terbantu dengan yang namanya Breast Pump (BP) atau alat pompa ASI. Hal ini dikarenakan hingga saat ini pun ketika anak sudah 2, bunda belum bisa juga perah ASI secara manual dengan tangan. Apalagi sebagai ibu bekerja, alat pompa ASI pun benar-benar jadi andalan.

Mulanya BP yang bunda beli adalah merk Medela tipe Harmony. Setelah searching informasi sana-sini tipe dan merk ini termasuk yang paling direkomendasikan. Sebelum Fathan lahir, pompa ASI ini sudah ditangan. Sangat membantu sekali saat Fathan lahir. Karena fathan langsung dirawat di Perina Room, sementara bunda belum bisa jalan pasca kelahiran, otomatis ASI belum bisa diberikan secara langsung. Pompa inilah yang membantu, sehingga ASI segar dapat segera didistribusikan. (Loh... kayak ransum aja nih ^^)

Medela Harmony

Alhamdulillah, pompa jenis ini termasuk dapat dihandalkan. Sekali pompa bisa penuh botol berkapasitas 150 ml ini. Untuk hari-hari pertama memang tidak banyak hasilnya, tetapi lama-lama mengikuti kebutuhan anak juga. Sesuai prinsip produksi ASI yang berdasarkan demand. Nyaman digunakan, harga menengah, makanya langsung jadi pilihan. Kelemahannya : pegel banget, karena gerakan tangan harus seperti memeras (ada yang bilang juga seperti menembak). Semakin cepat dan lama memompa, semakin banyak hasil yang diperoleh. Nah, kalo sudah pegal, hasil jadi ga maksimal. Selain itu kedua tangan harus fokus dialat pompa juga, sehingga tidak dapat melakukan aktifitas lainnya.

Beberapa waktu setelah masuk kerja, akhirnya muncul keinginan untuk mengganti dengan tipe electric untuk mempercepat proses pemerahan. Tapi harganya itu buuun.... 2x lipat Harmony. Pas jalan-jalan ke Babyshop, iseng nanya electric breastpump dan ditawari merk IQ-Baby. Harganya dibawah Medela Harmony. Ragu juga sih, sama kualitas n harganya saat itu. Tapi karena terbuai sama testimoni n tawaran si Koko, akhirnya beli juga ^_^

IQ Baby

Sampai dirumah langsung dicobain... Memang benar kata orang, ada rupa ada harga. Masih lebih enak pake Medela Harmony. Pernah lihat beberapa review orang di internet, ada sih yang bilang puas dan nyaman pake merk ini, murah pula untuk ukuran electric. Beda-beda ya tiap orang... Akhirnya langsung diniatkan untuk beli Medela Mini Electric aja, ini nih penampakannya :

Medela Mini Electric

Sama, sampai dirumah langsung dicoba. Dan hasilnya.... MEMUASKAN!
Wah, kalo tau seperti ini nikmatnya. Dari awal harusnya investasi ke jenis ini aja. Nyaman banget dipake, hisapan mesinnya lembut, hasil yang diperoleh banyak dan super cepat. Saat mompa dikantor pun jadi lebih singkat waktu yang diperlukan. Satu lagi yang menyenangkan, dengan Mini Electric ini satu tangan lainnya bisa bebas beraktivitas. Very Recommended!!

Tentang keawetannya, jangan ditanya. Fathan lulus ASI hingga "S2" dibantu dengan alat ini. Sekarang saat adiknya hadir, yang berarti pompa ini sudah berumur 2 tahun, medela masih dapat digunakan dengan baik. Wah, kayak marketingnya Medela aja nih jadinya. Biar objektif, kekurangan tipe ini adalah dari suaranya yang agak berisik, tapi ga ada apa-apanyalah dibanding manfaatnya. Selain itu, sesekali memang suka ada kerusakan kecil, tetapi tenang... semua ada sparepartnya. Setelah ini deh, bunda akan tulis pengalaman mengatasi kerusakan-kerusakan kecil medela.

* Erlin Karlina
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template