Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Ceria Bersama Adik-Adik Yatim & Dhuafa



"Siapa yang tau apa itu TDA?", tanya kakak MC kepada para audience.
Hampir semua menjawab "Tangan Di Atas" dengan serentak. Ya, itulah jawaban adik-adik para peserta "Ceria Besama Anak-Anak Yatim & Dhuafa" yang diselenggarakan oleh komunitas TDA Bekasi hari Sabtu lalu (28/07/2012). Mereka menjawab serentak karena emang hal itu terpampang dengan jelas di Backdrop yang berada dipanggung.

Giliran ditanya, "siapa yang tau TDA itu komunitas apa?"
Ehmm, mulai degh mereka bingung. Ada yang bilang komunitas yang gemar berbagi, komunitas sedekah, dan ada juga yang bilang komunitas bersama menebar rahmat (ini adalah tagline TDA yang juga ada di backdrop tadi, hehee). Ternyata hampir semua anak-anak saat itu gak tau lhoo. Saat kak Enjang dalam sambutan sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa ini adalah komunitas "pengusaha", baru deghh mereka tau. Mereka sempet bingung juga sihh, apa hubungannya pengusaha dengan Tangan Di Atas yahhh? Hehee :))

Selain baru tau apa itu TDA, kira-kira apa aja yahh tanggapan adik-adik tersebut terhadap acara hari itu?
Sebagai catatan pengurus TDA, diakhir acara saya yang bertindak sebagai panitia sie acara sekaligus sebagai MC-nya menyebar kuesioner yang berkaitan dengan acara tersebut. Ingat, harus tercatat & terukur... ;)

Dari 16 kategori penilaian dengan point nilai TIDAK BAIK (TB), KURANG BAIK (KB), CUKUP BAIK (CB), BAIK (B), SANGAT BAIK (SB), dan SANGAT BAIK SEKALI (SBS), dongeng dari kak Awam menurut anak-anak tersebut adalah kategori (moment) yang nilainya paling tinggi. Yaitu 60% mengatakan Sangat Baik Sekali (SBS) dan 40% mengatakan Sangat Baik (SB).

Berikut ini adalah rekap hasil kuesioner yang diisi oleh beberapa peserta. Walau hanya "sample", kuesioner ini disebar ke tiap-tiap kontingen/yayasan yatim-dhuafa yang hadir.

*1. Penyambutan panitia (regristasi awal) » TB-0, KB-0, CB-0, B-5, SB-4, SBS-1.
*2. Nonton film » TB-0, KB-0, CB-2, B-6, SB-0, SBS-1.
*3. Jenis permainan (games) » TB-0, KB-0, CB-1, B-3, SB-5, SBS-1.
*4. Hadiah games (doorprize) » TB-0, KB-1, CB-2, B-3, SB-4, SBS-0.
*5. Fasilitas ruangan acara » TB-0, KB-0, CB-5, B-2, SB-2, SBS-1.
*6. Fasilitas tempat shalat » TB-0, KB-1, CB-2, B-4, SB-1, SBS-2.
*7. Alokasi waktu shalat Ashar » TB-0, KB-1, CB-2, B-4, SB-2, SBS-1.
*8. Alokasi waktu shalat Maghrib » TB-0, KB-0, CB-3, B-4, SB-2, SBS-1.
*9. Hiburan nasyid dari Adz-Dzikru (SMKN 1 Bekasi) » TB-0, KB-1, CB-2, B-2, SB-4, SBS-1.
*10. Hiburan sulap dari kak Rozi » TB-0, KB-0, CB-3, B-1, SB-5, SBS-1.
*11. Sharing bisnis dari pengusaha TDA » TB-0, KB-0, CB-2, B-5, SB-2, SBS-1.
*12. Dongeng dari kak Awam » TB-0, KB-0, CB-0, B-0, SB-4, SBS-6.
*13. Sajian makanan & minuman pembuka puasa » TB-0, KB-0, CB-2, B-3, SB-3, SBS-2.
*14. Sajian makan malam » TB-0, KB-0, CB-0, B-6, SB-2, SBS-2.
*15. Sajian paket bingkisan (santunan) » TB-0, KB-0, CB-0, B-5, SB-3, SBS-2.
*16. Teknis pemberian paket bingkisan » TB-0, KB-0, CB-0, B-4, SB-2, SBS-4.

Setelah direkap, ternyata baru ngehh ada beberapa kategori penilaian yang berhubungan dengan acara yang terlewat. Diantaranya: teknis distribusi konsumsi dari panitia ke seluruh peserta, hiburan musik religi dari mikdat (binaan kampung dongeng), MC dari kak dhewsi & kak yuserla ;), dan kategori lain-lainnya.

Semoga point-point kuesioner tersebut bisa menjadi catatan bagi pengurus TDA Bekasi, khususnya tuk penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
Tidak menutup kemungkinan, hal itu bisa juga sebagai catatan bagi rekan-rekan lainnya.

Nb. Selain "tercatat & terukur" versi kuesioner, jangan lupa disimak yang "tercatat" versi fotonya yahh. Langsung aja disimak foto-foto hasil karya kak Azis Faozar di link ini » http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3396129345378.2129327.1334047268&type=1&l=1eb629fdfc

Terimakasih para donatur yang telah menyisihkan dana & rezekinya.
Terimakasih para relawan (rekan2 TDA) yang telah menyisihkan waktu & tenaganya khususnya di hari-H kegiatan.
Semoga berkah tuk semua... Aamiin...

*Yusuf Erlangga

Selasa, 10 Juli 2012

Sehat Ceria bersama TDA Bekasi



Ahad 8 Juli 2012, sekitar 35 keluarga berkumpul di pendopo Walikota Bekasi. Ya, mereka berkumpul pagi itu dalam rangka mengikuti acara jalan sehat "Bisnis Jalan, Pengusaha Jalan-Jalan". Acara yg dimotori oleh komunitas TDA Bekasi ini ternyata tak hanya dihadiri oleh membernya saja, namun juga dihadiri oleh beberapa member Bloger Bekasi (BeBlog) dan anak-anak sekolah (SMK). Tak tanggung-tanggung, ketua BeBlog kebagian tugas sebagai eMCe acara, dan aku bangga bisa menjadi eMCe pendampingnya.

Sekitar 90 peserta yang hadir berkumpul melingkar tuk pemanasan. Tak hanya orang dewasa saja yang serius ikut pemanasan, tapi anak-anakpun ikutan juga. Ya, karena acara hari itu bukan hanya diperuntukan tuk membernya saja, namun pasangan (istri/suami) serta anak-anak diikut sertakan. Acara yang diselenggarakan dari member untuk member ini diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahim antar member. Tak ada yang merasa senior, semua sama berbaur. Bang Aji yang merupakan salah satu member baru di TDA Bekasi-pun tak segan-segan saat aku "tembak" tuk memimpin senam saat itu.

Jalan sehat melintasai jalan Ahmad Yani kota Bekasi dijalani oleh semua peserta. Rombongan membawa spanduk, yang berisi tentang kalimat-kalimat yang bertemakan tentang kewirausahaan. Tak ayal, warga di jalur Car Free Day itu ikut senyam-senyum saat membaca kata-kata pada spanduk yang dibawa rombongan ini. Diantaranya...
"Gelar Sarjana Penting, Gelar DAGANGAN Jauh Lebih Penting"
"Dagang Mulia, Hidup Taqwa, Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Masuk SURGA"
"Hari Boleh Libur, Semangat Jangan Kendur, Agar Usaha Terukur, Rajin-Rajin BERSYUKUR".

Setelah melewati perjalanan sekitar 2,5 km, rombonganpun tiba kembali di Pendopo. Disini seluruh peserta istirahat sambil menyantap sarapan yang sudah disediakan panitia. Sambil sarapan, pak Eko SHP sebagai eMCe memeriahkan suasana dengan mulai membagikan beberapa hadiah/doorprize. Tercatat ada 23 hadiah yang disiapkan baik tuk orang tua, maupun para anak-anak yang hadir.

Acara dilanjutkan oleh sambutan pak Barra sebagai Ketua TDA Bekasi. Disini pak Barra mengajak seluruh member tuk tak segan-segan aktif dalam kegiatan TDA. Karena TDA itu hadir dari member tuk member. Walau merasa member baru, gak usah sungkan tuk ikut aktif dalam kepanitiaan acara. Ya, karena ini bagian dari regenerasi.

Pak Badroni Yuzirman sebagai founder komunitas TDA ikut hadir di acara itu. Beliau bercerita awal mulanya berdiri TDA pada 2006 lalu. Saat itu, dihadirkan pula pak Hantiar sebagai salah satu saksi hidup saat itu. Ya, beliau merupakan salah satu member TDA yang berkesempatan mendapat sewa tempat gratis di Mangga Dua tuk berdagang yang diberikan oleh pak Haji Alay (penasehat TDA) saat awal berdirinya TDA 2006 lalu. Banyak kisah lucu & inspiratif dari kisah naik-turunnya usaha pak Roni & pak Hantiar tadi. Hal ini sangat menginspiratif bagi peserta yang hadir, karena sebagian besar peserta yang hadir adalah orang-orang yang baru mendengar kisah itu. Yaitu para member baru TDA, para member BeBlog, serta keluarga (istri/suami) yang turut hadir.

Anak-anak yang hadir, turut larut gembira. Ya, karena mereka menanti tuk mendapat hadiah. Pak Eko SHP sempat berbisik padaku, hadiahnya beri saja kepada anak-anak yang mau maju tuk dapat hadiah. Yang berani maju, beri aja hadiahnya. Eng ing engg, wowww ternyata diluar dugaan kita. Semua anak-anak maju kedepan. Alhasil giliran kita yang bingung, anak-anak yang maju ada sekitar 20an, sedangkan hadiahnya hanya ada 10, hehee. Ternyata anak-anak member TDA inisiatifnya tinggi dan berani tampil semua lhoo... Siapa dulu bapak-ibunya... :p
Alhamdulillah, kak Beky sebagai pembina TDA Kampus yang jauh-jauh datang dari Depok ke Bekasi dengan sangat terampil mengajak anak-anak bermain & belajar. Sehingga anak-anak pada saat itu gembira dan mendapat ilmu.

Setelah hadiah telah dibagiakan semua, para peserta berklumpul bersama tuk foto serta dilanjutkan bersalaman sebelum bubar pulang. Alhamdulillah, sehatnya dapat, ilmunya dapat, silaturahim/networkingnya dapat, anak-anakpun ikut gembira. Sampai jumpa diacara berikutnya... ^-^

Nb. foto bersama pak Eko SHP (http://eshape.wordpress.com)

*Yusuf Erlangga








Kamis, 19 April 2012

Anak Suka Memukul, Karena "Tak Sadar"



Apakah boleh anak saya kembali menonton film Ultraman?
Selama ini ia sudah tidak suka memukul-mukul lagi. Saat ia berjanji tidak akan suka mukul-mukul lagi dan izin tuk nonton film itu lagi, apakah sebagai orang tua perlu mengizinkannya?
Ya, itulah sebuah pertanyaan yang diutarakan oleh seorang ibu kepada ayah Edy di sebuah radio.

Ayah Edy sebagai praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning, dengan lembut namun tegas menjelaskan pertanyaan ibu tadi diacara talkshow yang diudarakan oleh radio Smart FM. Ayah Edy menjelaskan bahwa janji anak tersebut adalah diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan saat anak tersebut suka mukul-memukul adalah dalam keadaan dibawah alam sadar.

Ya, sayapun langsung teringat bahwa saat menonton TV siapapun manusia mengalami keadaan "dibawah alam sadar" yang paling maksimal. Jadi, tak heran jika banyak hal-hal yang kita tonton di TV itu akan sangat mudah terekan dalam otak kita. Jadi tak heran jugalah, jika anak yang suka menonton "adegan kekerasan" di TV akan sangat mudah mengikuti di kehidupan sehari-harinya.

Jadi, ikuti saja saran ayah Edy tadi. Sangat jelas dan tegas bahwa kita sebagai orang tua tidaklah perlu mengizinkan anak-anak tuk menonton film-film yang berisi adegan kekerasan. Ya, walaupun sianak sudah berjanji. Ingat, janjinya itu diutarakan dalam keadaan "sadar" lhoo. Sedangkan saat menonton akan ada proses "merekam", dan dilain waktu dalam keadaan "dibawah alam sadar" akan diikuti/dipraktekan.

So, solusinya gimana dong?
Dikit aja deghh nontonnya film Ultramannya... Sekali-kali aja deghh nonton film Power Rangernya... Sebentar aja deghh nonton film Kamen Ridernya...
TIDAK!!! Sekali jangan, tetap jangan...
Ganti aja dengan film-film lain yang lebih mendidik... Mudah khann??? Heheee...
Anak pertama kami yang berumur hampir empat tahun juga suka nonton film-film seperti itu lhooo. Setelah diberi pengertian dan juga ketegasan dari kami orang tuanya, Alhamdulillah, lambat laun ia mulai mengerti. Dan sudah mulai mau tidak menonton film-film seperti itu tadi. Hufhhhh, Alhamdulillah, senangnya.... ^_^

*Yusuf Erlangga

Jumat, 21 Oktober 2011

Sebab Bayi Tersenyum atau Tertawa



Melihat balita yang tertawa atau tersenyum membuat kita para orang tua pasti gembira bahkan akan ikut tersenyum juga. Hal inilah yang membuat saya penasaran, apa saja sihh yang biasanya membuat anak kami yang kecil itu tertawa atau sekedar tersenyum. Dan berikut ini adalah beberapa hal penyebab yang biasanya membuat anak-anak balita akan tertawa atau tersenyum:

1. Cii..Lukk..Baa..
Ini adalah hal yang paling sederhana yang hampir setiap bayi suka. Ya, layaknya mengagetkan & bermain petak umpet. Yaitu menyembunyikan wajah kita menggunakan tangan, atau dengan benda seperti selimut, bantal, dll.

2. Memainkan muka lucu
Bayi sangat suka melihat muka kita yang mendadak berubah menjadi lucu, bahkan terkadang bergaya memalukan karena bersikap konyol. Bahkan saat kita bersin, iapun bisa jadi tersenum.

3. Tiup bagian tubuhnya
Saat perut atau bagian tubuhnya seperti tangan/kaki kita tiup, ia akan geli dan akan tertawa. Tiupan angin yang menyentuh kulitnya itulah yang akan meresponnya.

4. Mainan bergerak & bersuara
Saat ada mainan yang bergerak didepannya ia akan senang, dan tak jarang langsung diambil tuk ia mainkan sambil ia tesenyum. Khususnya bila mainan tersebut mengeluarkan suara atau gerakan yang lucu.

5. Suara musik & lagu
Tak jarang saat sekecil mendengar sebuah lagu, tubuhnya akan bergoyang sambil ia tersenyum. Sebagian balita bahkan memiliki lagu favorit yang jika ia tiba-tiba mendengarnya (dari TV/Radio), otomatis akan tersenyum.

6. Melihat anggota keluarga
Biasanya ada orang-orang tertentu yang jika ia melihatnya, ia akan tersenyum. Orang yang dimaksud, bisa omnya, neneknya, kakaknya, atau tetangga. Biasanya orang yang dimaksud tersebut ada dalam memori sianak yang pernah membuatnya tertawa.

7. Melihat binatang
Selain mainan, binatang dapat membuatnya tersenyum. Tak harus binatang peliharaan yang lucu, binatang yang sering ada dirumah seperti semut, kecoa, cicak, dll pun dapat membuatnya tersenyum.

8. Suara mulut
Suara dengan karakter tertentu yang kita buat dari mulut kita dapat membuatnya tertawa. Seperti menirukan suara-suara hewan atau suara alat musik. Bahkan suara semburan mulut kitapun bisa. Dan tak jarang sikecil akan menirukan suara kita.

9. Dikelitikin
Dikelitikin ini adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan agar sikecil tersenyum atau tertawa. Tentu dengan disesuaikan dengan kondisi sikecil dan dibarengi pula dengan gerakan atau suara-suara lucu.

Itulah beberapa poin yang biasanya dapat membuat anak kami tertawa atau tersenyum, tentu juga pada anak-anak balita pada umunya.

*Yusuf Erlangga

Senin, 10 Oktober 2011

Manfaat Anak Bermain



Tidak bisa dipungkiri, bermain adalah fitrahnya dari anak-anak. Dan ternyata bermain itu memiliki banyak manfaat lhooo. Ya, berikut ini adalah aneka manfaat dari bermain bagi anak-anak yang dirangkum dari berbagai sumber dan pernah dipublish dalam akun twitter @ecokiddy dengan handstag #ManfaatAnakBermain:

- melatih fungsi fisik anak
- menumbuhkan daya saing dan kemampuan bersaing secara sehat
- penting untuk pengembangan daya kreatifitas anak
- belajar mengembangkan keterampilan bergaul atau keterampilan bersosialisasi
- belajar memahami keinginan orang lain dan belajar juga menaati peraturan yang ada di lingkungan sekitar
- menciptakan suatu keadaan di mana anak belajar menerima kekalahan tanpa merasa kalah atau tanpa merasa bersalah
- dapat menghilangkan stres anak, yaitu melepaskan ketegangan pada anak dengan sehat
- sangat penting bagi pertumbuhan intelektual anak
- belajar untuk memecahkan masalah seefisien dan secepat mungkin
- latihan merangsang anak untuk berpikir secara tepat dan cermat
- latihan melatih konsentrasi berpikir dan bertindak bagi anak
- melatih kemampuan bekerjasama dalam tim atau kelompok
- mengajarkan anak berempati dan belajar mengatur emosinya
- melatih tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga
- anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain
- melatih belajar logika berpikir dan bertindak
- belajar memahami dunia dengan meniru dan mencoba segala macam interaksi yang kompleks
- menguatkan rasa percaya diri yang berefek tuk masa yang akan datang pula
belajar mandiri dan bertanggung jawab
- permainan luar tidak hanya sehat tetapi juga memberi kesempatan penting untuk menjelajahi dunia

Wowww, ternyata #ManfaatAnakBermain itu ada banyak yahhh. Tapi ingat ya ayah bunda, walau #ManfaatAnakBermain itu ada banyak, aktivitasnya tetap harus dikontrol lhhhoo...

*Yusuf Erlangga

Jumat, 20 Mei 2011

Tips Agar Bayi Tidur Nyenyak


Tak seperti orang dewasa, bayi butuh belasan jam per hari tuk tidur. Nyaris dlm sehari, mayoritas aktivitas bayi adalah tidur. Bayi baru lahir butuh waktu 16-18 jam per hari untuk tidur. Bayi usia setahun 14-16 jam, di atas usia setahun 10-12 jam. Tentu saja si kecil tak tidur terus sepanjang belasan jam. Dalam sehari, ia bisa 5-6 kali bangun (dan tidur lagi).

Aktivitas tidur ini memang sangat penting bagi tumbuh kembangnya, apalagi jika bayi bisa tidur nyenyak. Berikut beberapa tips agar bayi dapat tidur nyenyak:
- Sebaiknya tempat tidur bayi mempunyai dinding tertutup dan tak diletakkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin.
- Gunakan bantal yg pas shg nyaman tuk lehernya. Jika terlalu tinggi / rendah, leher bayi akan terbebani oleh kepalanya sendiri.
- Gunakan kasur yang rata dan agak kencang. Hal tsb bagus untuk pembentukan otot-otot dan tulang belakang si bayi.
- Seprei harus ditarik kencang di bawah kasur, sehingga tak mudah kusut kala bayi bergerak-gerak.
- Jauhkan benda seperti boneka dan selimut dari wajah bayi karena bisa saja napas bayi terganggu oleh benda-benda tersebut.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman & aman bagi bayi, termasuk pakaian, suhu ruangan, ketenangan, kebersihan, pencahayaan.
- Selimut jangan terlalu tebal & berat. Hawa yang terlalu panas malah membuat bayi sulit bernapas.
- Cermati suhu kamar, apakah dalam kondisi dingin atau panas. Usahakan dalam kondisi hangat bagi bayi.
- Jika udara dingin, pakaikan selimut bayi. Jika udara panas, pakaikan baju bayi yang lebih tipis dan mudah menyerap keringat.

Ingat, tidur yang nyenyak (berkualitas) akan mempengaruhi perkembangan positif bagi si bayi lhoo...
@ecokiddy #tips #tidur

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 16 April 2011

Menjadi Supermom Pilihan melalui Ecokiddy


Hingga saat ini Saya yakin betul bahwa supermom itu jutaan jumlahnya, bahkan saya yakin semua ibu adalah supermom bagi anak-anaknya. Namun Majalah DUIT telah menyaring sekian banyak supermom sedemikian rupa hingga akhirnya menobatkan 25 Supermom Indonesia versi mereka pada Desember 2010 lalu. Hal tersebut sekaligus sebagai apresiasi mereka dalam menyambut Hari Ibu. Hal yang mengejutkan adalah saya dan Ecokiddy terpilih diantara 25 nama supermom Indonesia yang layak diangkat ceritanya.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya dan Ecokiddy untuk tampil di media cetak nasional. Merupakan kesempatan yang langka bagi produk popok kain modern yang keberadaannya hingga kini masih belum familiar di masyarakat umum. Semoga hal ini dapat memberikan sedikit inspirasi bagi supermom lainnya :)

*Erlin Karlina

Senin, 11 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Manfaat ASI #6

Sambungan dari kisah sebelumnya
#5 Perkembangan Sibaby dan Aqiqah

Dihari pertama (25/09) sibaby menikmati ASI dari sang bunda (tepat dihari ketujuh kelahirannya), ia hanya mendapatkan asupan ASI 5cc per 3 jam sekali itupun menggunakan selang yang masuk lewat mulutnya dan langsung menuju lambungnya. Ternyata menurut perawat disana, idealnya baby yang baru lahir itu akan minta minum (ASI) setiap 3 jam sekali. Dan setiap minumnya itu, ia akan menikmati ASI sebanyak 50-60cc. Lhooo kalau begitu kenapa sibaby hanya mendapat 5cc saja? Iya, karena setelah berpuasa tuk minum secara langsung (sebelumnya hanya lewat infus), maka sibaby dilatih minum dikit demi sedikit. Dan setiap harinya akan terus ditambah, hingga 50-60cc dan infusnya benar-benar dihentikan.

Tepat seharian sibaby menikmati ASI pertamanya (8 x 5cc), Alhamdulillah pernapasan sibaby semakin membaik. Yang sebelumnya masih menggunakan selang oksigen dihidungnya, pada hari itu sudah mulai dilepas. Berarti pernapasannya sudah full tanpa alat bantu. Dan ASInya pun terus diberikan dan terus ditambah. Dan pada esok harinya, kadar bilirubinnya sudah kembali normal sehingga penyinarannyapun dihentikan.

Tepat 3 hari setelah ASI pertamanya tadi, perkembangan sibaby semakin meningkat. Setelah mendapat perawatan ekstra di ruang NICU selama 7 hari, akhirnya sibaby sudah dapat pindah perawatan di ruang Perina. Yang selama ini menggunakan inkubator tertutup, sehari di ruang Perina sibaby sudah dicoba menggunakan inkubator yang semi terbuka. Yaitu tempat tidurnya bayi yang memiliki mengatur suhu, namun ada bagian yang terbuka sehingga bercampur dengan suhu kamar.

Tepat dihari kesepuluh kelahirannya (29/09), hasil kultur-nya dinyatakan negatif. Sehingga dipastikan tidak ada bakteri, dll dalam tubuh sibaby. Sehingga infus (makanan) serta antibiotik yang selama ini tersambung melalui selang ditubuh sibaby sudah dapat dilepas. Dan pada hari itu sang bunda sudah dapat menggendong sibaby tuk pertama kalinya.

Sehari setelah itu (30/09), sibaby sudah dapat dipindah ke box baby terbuka walau masih diruang Perina. Dan sang bunda sudah dapat memberikan ASI secara langsung kepada sibaby. Lhoo koq baru sekarang ya? Iya, karena pada hari sebelumnya sibaby sudah bisa minum ASI 50-60cc per 3 jam. Sehingga latihan minum yang secara bertahap pasca berpuasa selama 1 minggu sudah dinyatakan lulus. Dan pada hari itulah sibaby sudah dapat secara leluasa minum ASI secara langsung (02/10).

Tepat sehari setelah kontak langsung antara sang bunda dan sibaby saat memberi ASI, sang dokter sudah menyatakan bahwa pada hari kemudiannya itu (03/10) sibaby sudah dinyatakan sehat dan dapat diizinkan untuk kembali pulang kerumah. Alhamdulillah...

Tamat (kisah #1 s/d #6)

*Yusuf Erlangga

Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan Sibaby dan Hikmah Aqiqah #5

Sambungan dari kisah sebelumnya
#4 Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet

Besok adalah tepat hari ke-tujuh kelahiran sibaby. Wahhh, hari ini (24/09) berarti harus mencari kambing tuk aqiqah niyyy. Alhamdulillah, walau dalam kondisi sibaby yang masih belum sehat, kami masih diberi kekuatan tuk mempersiapkan aqiqah anak kami tersebut. Dengan kemudahan yang ada, kita tinggal menghubungi usaha aqiqah yang cukup banyak diperkotaan seperti di Bekasi tempat tinggal kami.

Sikecil kan masih belom pulang dari RS, kenapa buru-buru sihhh? Tanya beberapa orang kepada kami. Emang sih Aqiqah itu hukumnya sunah. Dan ada beberapa pendapat, bahwa pelaksanaannya bisa dihari ke-7, ke-14, atau ke-21. Jadi kenapa harus buru-buru katanya. Namun kami berusaha untuk bisa melaksanakannya sesuai Hadist Nabi yang kami pahami.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya."
[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasai 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]


Berbekal ilmu itulah kami harus mempersiapkan Aqiqah bagi sibaby. Karena saya sempat teringat perkataan seorang Ibu yang menegor anaknya yang baru aja melahirkan bayi. Saat itu si anak yang baru melahirkan tersebut tidak menyegerakan tuk melaksanakan Aqiqah. Walau akhirnya dilaksanakan aqiqah juga sebulan kemudiannya. Saat itu ia beralasan sedang tidak punya uang. Padahal kata sang ibu tadi, gak punya uang gimana? Handphone aja dua. Kemana-mana pake mobil. Masak tuk membeli kambing aja tidak mampu. Kalau emang niat, beberapa harta benda miliknya kan bisa dijual dulu.
Wuihhh, bener juga tuhhh si Ibu. Oleh sebab itu, saya berusaha tuk tidak menunda-nunda walau kondisinya sesempit apapun.

Tepat pada hari ke-tujuh itu 2 ekor kambing yang sudah dipotong dan dimasak kami distribusikan ke beberapa tetangga serta yayasan panti yatim piatu dekat tempat tinggal kami. Pada hari itu pula, Hanan Zaidan resmi dilaunching sebagai nama putra kedua kami.

Dan saat kembali ke Rumah Sakit pada hari itu, kami mendapat kabar gembira bahwa baby Hanan sudah dilepas ventilatornya. Sehingga napasnya sudah tanpa bantuan mesin lagi. Karena kondisi sudah cukup membaik, kamipun berkesempatan untuk mencukur rambut baby Hanan. Karena kondisi tidak memungkinkan, alhasil hanya sebagian rambut saja yang dapat tercukur.

Selain sudah dilepas ventilatornya, dan pada malam itu sibaby sudah diizinkan tuk mencoba minum ASI. Subhanallah, tepat dihari ketujuh ini sibaby sudah mulai minum setelah sebelumnya harus berpuasa. Karena masih belajar, minum ASInya masih menggunakan selang yang langsung masuk kebagian lambungnya dan susunya hanya diberikan 5cc per 3 jam.

Ya, hari ini adalah titik balik perkembangan kesehatan yang positif bagi sibaby. Dan kami meyakini ini sebagai tanda kebesaran Allah pada hambanya. Setelah Aqiqah dilaksanakan, pada hari itu juga "perkembangan" sibaby semakin baik. Wallahu'alam...

*Yusuf Erlangga

Sibaby, Ventilator dan Sinar Ultra Violet #4

Sambungan dari kisah sebelumnya
#3 Sibaby dan Ruang NICU

Setelah 3 hari dirawat pasca persalinan, Alhamdulillah pada siang itu (22/09) sang bunda sudah diizinkan untuk pulang dari RSIA Anna Bekasi. Ada persaan sedih saat itu, karena bayi yang telah dinanti selama 9 bulan lebih dikandungan tidak dapat ikut serta siang itu. Untuk mengurangi rasa sedih itu, saya mengajak sang bunda menuju RS Hermina Bekasi tuk menemui sibaby yang sehari sebelumnya telah dialih rawat ke ruang NICU rumah sakit itu.

Alih-alih agar senang, justru diruang NICU itu saya melihat sang bunda yang semakin sedih karena melihat kondisi sibaby secara jelas didepan matanya. Sibaby yang ada didalam inkubator itu harus menerima suntikan infus sebagai pengganti makannya (saat itu masih puasa) dan dimulutnya terdapat selang yang terhubung dengan ventilator (mesin bantu pernapasan). Ohya, saat itu adalah tuk pertama kalinya sang bunda dapat melihat dengan jelas sibaby dari dekat.

Perawatan khusus terus dijalankan, sibaby pernapasannya full menggunakan mesin. Kondisi belum membaik, justru pada pagi keesokan harinya (23/09) didapati kadar bilirubinnya diatas normal, yaitu 19 (kalo gak salah normalnya sekitar 12,5). Alhasil harus dilakukan penyinaran. Bahkan setelah seharian mendapatkan penyinaran, justru pada keesokan harinya (24/09) kadar bilirubinnya malah meningkat menjadi 20,4. Wahhh, bahaya itu kata sang perawat. Karena jika sudah melebihi angka 21 biasanya harus ada darah sibaby yang harus dikeluarkan (tranfusi tukar darah). Sehingga diputuskan untuk melakukan penyinaran double.

Pada hari itu Alhamdulillah pernapasan sibaby sudah ada kemajuan. Walau masih harus menggunakan ventilator, namun sang dokter sudah mencoba beberapa kali tuk melepas mesin itu. Jadi saat itu pernapasannya setengah dibantu dengan mesin, setengahnya lagi alami (walau masih ditambah dengan selang oksigen dihidungnya). Sang dokter menyatakan bahwa sibaby dasarnya memiliki "fisik" yang kuat, sehingga perkembangannya cukup membahagiakan. Terbukti, saat di inkubator tersebut, sibaby sering kali atau bahkan banyak bergerak. Agar tidak mengganggu alat-alat yang menempel ditubuhnya (infus, ventilator, dll), terpaksa tangan dan kaki sibaby harus diikat tuk mengurangi pergerakan.

*Yusuf Erlangga

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sibaby dan Ruang NICU #3

Sambungan dari kisah sebelumnya
#2 Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina

Setelah 2 x 24 jam kondisi tidak membaik, dokter yang menangani anak kami (dr Ngakan Putu) menyarankan untuk konsul ke salah satu dokter ahli perinatologi, yaitu yang ahli menangani anak-anak berumur dibawah 1 bulan. Akhirnya pada Selasa siang (21/09) sibaby jalan-jalan menggunakan ambulan menemui dr Idham Amir (dokter sub spesialis) yang ada di RS Hermina Bekasi. Saat konsul tersebut, sang dokter menyatakan kondisi sibaby cukup sangat tidak baik alias "berat". Sesak napasnya cukup berat. Setelah mengisi jawaban rujukan dengan mengisi kondisi sibaby terkini beserta saran-saran tindakan, akhirnya kami (saya dan sibaby) kembali lagi ke RS Anna Bekasi. Menunggu beberapa jam, ternyata kondisi sibaby juga belum membaik. Sekitar jam 7 malam itu, sibaby diputuskan oleh dr Ngakan Putu (dokter yang di RS Anna Bekasi) untuk dilakukan alih rawat ke RS Hermina Bekasi dan agar ditangani langsung oleh dr Idham Amir tadi.

Sesampai di RS Hermina Bekasi malam itu, sibaby langsung mendapat penanganan awal di ruang IGD. Setelah sejam lebih di ruang IGD itu, kondisi sibaby semakin mengkhawatirkan, sehingga harus dilanjutkan untuk masuk ke ruang NICU (ruang perawatan khusus, levelnya diatas ruang perina karena lebih lengkap peralatannya). Sekali lagi alhamdulillah saya masih bisa terus mengikuti perkembangannya dengan melihat langsung proses penanganannya baik saat di IGD maupun saat di NICU.
huhfhhhh, sedih niyyy kalo mengingat saat-saat proses penanganannya... :((

Karena kondisinya semakin kurang baik, akhirnya malam itu sibaby diputuskan untuk menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan). Setelah sebelumnya hanya menggunakan selang oksigen. Jadi saat itu napasnya full dibantu oleh "mesin", sekali lagi saya melihat proses pemakaian alat tersebut yang dilakukan oleh 5 orang perawat. huhhfff, jd sedih lagi niyyy mengingatnya :((

Wowww, harus diruang NICU yahh? Kenapa gak diruang Perina aja ya? Bedanya apa sihh???
Intinya sihhh hampir sama, yaitu dimana ruang tersebut adalah tempat dimana bayi-bayi yang berusia sampai dengan 1 bulan perlu mendapat perawatan khusus. Ruang NICU yang artinya Neonatal Intensive Care Unit atau yang sering disebut juga dengan ICU-nya untuk bayi memiliki alat-alat yang lebih lengkap. Selain itu, diruangan ini perawat yang jaga disana selalu standby dengan selalu mengisi status perkembangan sibaby yang perlu diisi setiap beberapa menit sekali (tergantung kasusnya). Dan perlu diketahui, ternyata tidak semua Rumah Sakit memiliki ruangan ini bahkan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sekaligus.

*Yusuf Erlangga

Jumat, 08 Oktober 2010

Kelahiran Sibaby dan Ruang Perina #2

Lanjutan dari kisah sebelumnya
#1 Persalinan Bunda dan CTG

Setelah menunggu hampir 15 jam di RS, "pembukaan sepuluh" akhirnya datang juga. Proses persalinan siap dimulai. Dengan waktu 1 jam lebih, Alhamdulillah jam 22:12 seorang bayi laki-laki lahir kedunia. Proses kelahirannya normal spontan (tanpa alat bantu vakum/dll, apalagi operasi cesar). Alhamdulillah saya berkesempatan "nonton" proses persalinan tersebut. Sesaat dilahirkan tersebut, ternyata kondisi sibaby kurang baik (setelah dicek langsung oleh dokter anak yang standby di ruang persalinan). Sibaby tidak langsung menangis, ternyata sibaby agak banyak menghirup air ketuban. Dan yang jadi agak sedikit masalahnya air ketuban tersebut sudah berwarna agak hijau. Secara fisik, dari luar juga terlihat napasnya agak berat (terlihat gerakan didadanya yang seperti sesak napas).

Pertolongan pertama langsung dilakukan. Dilakukan penyedotan menggunakan selang melalui hidung dan mulut (klo gak salah yang saya liat), sibaby dibolak-balik, ditepok-tepok, digosok-gosok, dll (maap kalo agak lebay, tapi itulah pertolongan pertama). Setelah dilakukan bersih-bersih dan cek fisik diruang persalinan itu, akhirnya sibaby selanjutnya harus di rawat diruang perina (ruang perawatan khsusus), kalo normal biasanya hanya dibawa ke ruang perawatan bayi biasa.

Karena kondisi belum membaik (nafasnya masih agak berat), pada pagi harinya (20/09) dilakukanlah cek lab dan rotgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya cairan yang cukup banyak di sekitar paru-paru sibaby. Hal itulah yang menyebabkan napas sibaby menjadi agak berat. Perawatan di ruang perina dilanjutkan. Sibaby diharuskan puasa (karena jika minum ASI, ditakutkan akan mengganggu pernapasannya, bisa keselek, dan justru "berbahaya" baginya). Makannya lewat infus, hidungnya pake selang oksigen, dll. hikhikksss, sedih melihatnya... :((

Selama itulah sang baby mendapat perawatan khusus di ruang Perina. Apa sih ruang Perina itu???
Ruang Perina atau yang juga sering disebut dengan ruang Perinatologi adalah sebuah unit pelayanan khusus bagi bayi-bayi baru lahir yang mempunyai masalah atau sakit sampai usia satu bulan. Seperti telah diketahui bersama, bahwa keadaan bayi baru lahir itu dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu sejak didalam kandungan bundanya, selama proses persalinan, ataupun setelah kelahiran. Beberapa masalah bisa terjadi pada bayi baru lahir, sehingga memerlukan penanganan dan perawatan khusus agar bayi dapat diselamatkan dan mempunyai kualitas hidup yang baik dikemudian harinya.

Lalu, kasus apa saja yang biasa ditangani di ruang Perina itu?
Yaitu bayi baru lahir dengan risiko tinggi, misalnya bayi dengan gawat napas, lahir prematur, berat lahir amat sangat rendah, infeksi berat, kelainan bawaan (jantung, dll), termasuk yang memerlukan tindakan pembedahan. Karena kondisi seperti itulah, sehingga di ruang perina memiliki alat-alat yang lebih lengkap dari pada ruang perawatan bayi normal.

*Yusuf Erlangga

Persalinan Bunda dan CTG #1

Setelah ditunggu-tunggu, alhamdulillah istriku mulai mules-mules tanda kontraksi menuju persalinan di Sabtu malam (18/09). Dan sebenarnya, pada sore itu sudah tampak ada tanda-tanda flek. Hari Ahad pagi kami meluncur ke RSIA Anna Bekasi tempat selama ini kami kontrol kehamilan serta rencana kami untuk proses persalinan. Sekitar jam 7 pagi dilakukan proses observasi untuk mengecek kondisi sang bunda dan si baby yang ada diperutnya. Melalui alat CTG, ternyata mules-mules (kontraksi)nya sudah bagus (salah satu tandanya yaitu dalam interval 10 menit ada mules 3 kali). Masih melalui alat tersebut diketahui kondisi bayi ada yang kurang normal (gak tau persis apanya, kemungkinan sihh denyut jantungnya), sehingga sang bunda selama menunggu persalinan menggunakan oksigen tambahan dengan harapan berpengaruh bagi sibaby. Ohya, pada observasi awal ini ternyata sang bunda sudah masuk "pembukaan dua". Setelah itulah sang dokter menyatakan bahwa sang bunda siap untuk bersalin hari itu juga, dan saya langsung diarahkan tuk melakukan pendaftaran administrasi di Rumah Sakit itu.

Beberapa jam kemudian, dilakukan observasi kedua masih menggunakan alat CTG. Dan pada kali itu sudah ada sedikit kemajuan, namun blom begitu sempurna (normal). Alhasil, sang bunda mendapatkan oksigen tambahan lagi sampai pembukaannya sempurna. Setelah beberapa jam menggunakan oksigen tambahan pasca observasi yang kedua itu, dilakukan cek CTG lagi. Alhamdulillah, kondisi janin maupun kontraksi sang bunda sudah baik.

Wowww, berarti dilakukan obsevasi menggunakan alat CTG hingga tiga kali tuhh. Emang CTG itu apa yahhh??? Setelah tanya sana sini dan searching sana sini, akhirnya saya jadi tau apa itu CTG nihhh.
CTG yang berarti CARDIOTOCOGRAPHY adalah suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim yaitu dengan cara merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim. Cara penggunaan alat CTG yaitu dengan cara menempelkan dua komponen alat pada perut bunda. Komponen yang satu untuk mendeteksi denyut jantung janin, dan yang satu lagi untuk mendeteksi kontraksi bunda. Alat ini ditempelkan dibagian perut bunda selama kurang lebih 10-15 menit. Lebih lengkapnya bisa di cek di wikipedia yahhh.

*Yusuf Erlangga

Minggu, 12 September 2010

TDA Bekasi, "Ceria Bersama Anak-Anak"

Komunitas Bisnis gak harus melulu ngomongin bisnis.

Itulah yang saya alami semenjak bergabung dengan sebuah komunitas bisnis yang bernama TDA (Tangan Di Atas) khususnya yang ada di wilayah Bekasi (red. TDA Bekasi). Berawal dengan bergabung di milisnya, selanjutnya saya mulai mengikuti beberapa kegiatan offlinenya. Komunitas yang berisi dari kumpulan para pengusaha maupun calon pengusaha ini, pada Ramadhan tahun ini (1431 H) mengadakan kegiatan yang sangat menakjubkan. Yaitu sebuah acara yang gak berhubungan dengan bisnis seperti seminar, talkshow, maupun workshop layaknya sebuah komunitas bisnis, namun acara yang diberi tema "Ceria Bersama Anak-Anak" adalah sebuah ajang silaturahim bagi sesama membernya sekaligus moment untuk berbagi dengan anak-anak yatim yang dirangkai dalam sebuah acara buka puasa bersama (ifthor jama'i).

Walau saya termasuk penghuni baru di komunitas ini, Alhamdulillah saya berkesempatan tuk ikut-ikutan membantu diacara tersebut. Inilah salah satu kehebatan dari komunitas ini, tidak ada pembeda antara sesepuh dengan new member, semua jadi satu layaknya keluarga. Dalam kegiatan ini saya kebagian amanah sebagai pembawa acara alias eMCe, sekaligus harus siap mengisi acara dengan games (lomba-lomba) serta permainan hikmah alias hiburan sulap.

Sesuai dengan surat undangan yang disebar, tepat pukul 14:00 tamu undangan mulai berdatangan. Anak-anak yatim dari beberapa yayasan mulai duduk rapih di dalam ruangan yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung Islamic Centre Bekasi. Sambil menunggu undangan lainnya, panitia telah menyediakan sebuah film kartun yang dapat ditonton disebuah layar lebar didepan ruangan. Anak-anak tampak ceria menonton tanpa harus bosan menunggu acara resmi dibuka. Salut, ini merupakan cara briliant yang diambil panitia untuk mengisi waktu kosong sebelum acara dimulai.

Sekitar pukul 14:30, pak Yodhi Ahyad sebagai stage manager dalam kegiatan ini memberi kode kepadaku melalui HT (Handy Talky) bahwa saatnya eMCe masuk. Bersama kak Bacha, sayapun masuk kedepan panggung sebagai duet eMCe. Dimulai dengan bersama membaca basmallah, acarapun mulai berjalan dipandu oleh kak Yusuf dan kak Bacha. Cieee, kakak... Maklum, karena audiens utamanya adalah anak-anak, saya yang sudah tidak muda lagi ini jadi ikutan dipanggil dengan sebutan kak Yusuf deghhh. Pada umumnya sebuah kegiatan, biasanya dimulai dengan sambutan Ketua Panitia, dan sambutan lainnya. Namun dalam acara yang dihadiri 500 anak lebih ini justru dimulai dengan nonton film serta rangkaian permainan dan kuis yang tak luput dengan aneka hadiah. Untuk memeriahkan acara tersebut, sayapun kebagian memandu sebuah permainan hikmah alias sulap. Sambil belajar bahasa Inggris dengan berinteraksi dengan audiens, sayapun memainkan sebuah permainan angka-angka prediksi dengan tema persahabatan.

Saat adzan Ashar berkumandang, acara dihentikan sejenak untuk sama-sama melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang ada dilingkungan tersebut. Setelah itulah acara resmi dibuka dengan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia (Dewanto Purnomo) serta ketua TDA Bekasi (Erry Priyambodo). Walau judulnya sambutan, namun anak-anak sangat antusias memperhatikannya. Ya, karena pak Erry memberikan beberapa hadiah dengan mengajukan pertanyaan tuk anak-anak.

Keceriaan anak-anak berlanjut dengan tampilnya Kiki Pildacil yang sangat menawan memberi tausiyah. Kiki yang saat ini baru kelas 6 SD dan tinggal di Bandung, sangat piawai menyampaikan pesan-pesan moral yang sangat mengena bagi anak-anak yang hadir maupun para orangtua pendamping. Tausiyah semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang sangat dekat dengan dunia anak saat ini. Kiki yang merupakan salah satu peserta lomba PILDACIL yang ditayangkan disalah satu TV swasata beberapa tahun lalu masih sangat aktif memberi tausiyah dibeberapa acara termasuk di kegiatan TDA Bekasi ini. Walau ia sering keliling memberi tausiyah diberbagai tempat, ternyata iapun berprestasi pula disekolahnya.

Setelah tampilnya Kiki dipanggung utama, berikutnya giliran kak Bimo yang hadir tuk membawakan dongeng islami yang sarat makna. Kak Bimo yang memegang dua rekor MURI sebagai pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak & audiens terbanyak, jauh-jauh datang dari Jogja ke Bekasi hanya untuk berbagi keceriaan dengan anak-anak yang hadir. Sebelum kisahnya dimulai, kak Bimo menirukan aneka ragam suara baik hewan, alat transportasi, hingga berbagai tokoh kartun yang pernah ada. Sontak anak-anak ceria dan bertepuk tangan sembari menebak suara apa yang baru diperagakan oleh kak Bimo. Selain dengan suaranya yang unik, kak Bimo tak jarang juga memperagakan aneka mimik muka dan gerak tubuh yang menawan. Jangankan anak-anak, orang tua yang hadirpun terpingkal-pingkal tertawa melihat setiap adegan dari kak Bimo tersebut. Disela-sela mendongeng, kak Bimo tak segan-segan memberi hadiah sehingga menambah keceriaan anak-anak.

Setelah kak Bimo mengakhiri dongengnya, giliran anak-anak ceria menyambut adzan Maghrib berkumandang yang dilanjutkan dengan menikmati aneka hidangan berbuka puasa mulai kolak hingga makanan berat serta ice cream aneka rasa yang sangat digemari anak-anak. Sebelum acara ditutup dengan shalat Maghrib berjamaah, panitia memberi santunan baik untuk anak-anak maupun untuk yayasan yang mengelola panti sebagai tempat tinggalnya anak-anak tersebut.

Jam 18:30 para undanganpun mulai meninggalkan ruangan dengan muka ceria. Selain anak-anak, para pengurus yayasan yang mendampingi serta para panitiapun terlihat ceria karena anak-anak yang hadir tersebut senang dan gembira. Ya, anak-anak yatim gak melulu membutuhkan santunan dalam bentuk materi, namun merekapun butuh hiburan.

Foto-foto: Eko SHP dan Ari Oni

*Yusuf Erlangga

Minggu, 29 Agustus 2010

Edukasi Adegan Kekerasan Di Televisi



Saat melihat beberapa "adegan kekerasan" di Televisi, secara otomatis sebagian besar orang tua meminta chanel TV itu diganti atau langsung mengganti sendiri dengan cepat menggunakan remote TV. Lhooo koq bisa? Iya karena kebetulan saat menonton TV, saat itu sedang ada anaknya (anak yg masih kecil) yang juga sedang menonton TV. Lhoo koq begitu sih??? Iya, karena sang orang tua tidak ingin sang buah hatinya melihat, lalu mengetahuinya, bahkan sampai meniru "adegan kekerasan" itu.

"Adegan kekerasan" itu apa aja sihh???
Saat di TV ada berita tentang seorang pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh massa, ada adegan tembak-tembakan antara polisi dan penjahat dalam sebuah film laga, ada adegan seseorang yg sedang dipukul dan ditendang dalam sebuah sinetron, ada sebuah pertunjukan ketahanan fisik (spt debus, sulap, dll) di sebuah acara TV Show, atau ada juga siaran olah raga adu fisik seperti tinju, gulat, dll.
Sesaat melihat adegan itulah, sang ibu cepat2 mengganti chanelnya.

Apakah hal tersebut sudah tepat? Ya, niatnya sudah benar. Tapi masih banyak yang keliru, yaitu sebagaian besar sang orang tua cepat-cepat mengganti chanel TVnya dengan maksud si anak tidak melihat. Namun sayangnya tanpa terlebih dulu memberi tahu apa yang tadi telah terjadi. Lalu, gimana dong baiknya?

Disinilah saatnya kita sebagai orang tua, memberi edukasi tentang apa yang telah terjadi didunia nyata (walau hanya dilihat dari TV).
Pada contoh kasus pencuri yang dipukuli massa tadi kita bisa banyak memberi edukasi. Sang anak bisa dijelaskan tentang dilarangnya mencuri, yaitu sesuai ajaran Agama, dapat merugikan orang lain (korban merugi hartanya yang dicuri), serta juga membahayakan bagi yang mencuri itu sendiri (dipukuli massa saat tertangkap). Disinilah pembelajaran moral dan akhlaq bagi anak dilakukan.

Tapi ingat, setiap "adegan kekerasan" di TV itu harus ada kita sebagai orang tua yang harus sigap dan cerdas memberi edukasi kepada anak-anak itu.

*Yusuf Erlangga

Rabu, 30 Juni 2010

Baik Buruknya Anak Tergantung "Cetakan"nya

Baik buruk prilaku seorang anak tergantung "cetakan" yg disediakan oleh orang tuanya, begitulah apa yg dikatakan oleh Mario Teguh menjawab pertanyaan seorang penonton dlm sebuah acara di televisi swasta. Ia mencontohkan buah melon akan berbentuk kotak jika saat buah itu masih kecil (bibit) diletakan dlm sebuah wadah kotak, maka saat membesar buah melon itu akan mensesaki wadah kotak dan saat dibuka dari wadahnya maka buah melon tsb tdk berbentuk bulat, namun akan berbentuk kotak.


Jadi teringat dengan fathan anak kami yg saat ini usianya belum genap dua tahun namun kosakata yg keluar dr mulutnya makin beragam. Saat pekan lalu kami pergi ke Blok A Tanah Abang, disetiap tanjakan menuju tempat parkir kami mengajarkannya tuk ber-takbir. Alhasil setiap kami mengajaknya tuk bertakbir, iapun mengikutinya dengan semangat bahkan ikut2an takbir sambil mengepal telapak tangan dgn (ghiroh) semangat tinggi.


Dan dilain kesempatan, kami mendengar ia yg hobi bermain bola berteriak "gilaaaa" sesaat setelah ia menendang bola. Waduh, dapat dari mana nihhh kata "gila" tersebut??? Usut punya usut, ternyata ia meniru sebuah iklan provider Handphone dg tema "gila bola".

Emang benar yahh, baik buruk anak kita tergantung "cetakan" yg ada disekitarnya tuhhh.
Wallahu'alam.

*Yusuf Erlangga

Selasa, 27 April 2010

Menanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini ala Keluarga Tionghoa


Membaca tulisan pak Roniyuzirman seorang founder komunitas TDA di blog pribadinya dgn judul ”Cara Sederhana Menjadi Kaya ala Tionghoa” mengingatkanku mengenai sebuah kisah beberapa bulan yg lalu. Kisah yg dimaksud ini merupakan sebuah kisah yg diceritakan oleh seorang ibu kepadaku. Siapakah ibu tsb? Lalu apakah kisah yg dimaksud? Dan apa hubungannya dg tulisannya pak Roniyuzirman?

Ibu yg dimaksud diatas adalah ibu dari rekan saya yg merupakan seorang entrepreneur sbg penjual alat2 sulap. Lalu kisah yg dimaksud adalah pengalamannya berhubungan dengan seorang anak kecil (usia Sekolah Dasar) yg sering datang ke toko alat sulap itu. Sedangkan hubungan dengan cerita sebelumnya adalah ternyata anak kecil yg dimaksud adalah seorang keturunan Tionghoa. Jadi kira2 begitulah kisah & hubungannya...

Lalu apa yg menarik???
Kisah menarik yg pertama adalah ternyata anak kecil yg sering datang ketoko alat sulap itu ternyata ia membeli bukan hanya sekedar untuk mainan tuk dirinya saja, namun untuk dijual kembali kpd teman2nya.
Menarik yg kedua adalah sang ibu dari anak tersebut tak segan2 menemani saat anaknya sedang belanja barang2 yg dimaksud. Terkadang diantar dgn mobil bersama supir keluarga, atau siibu mengantarnya dengan motor, bahkan pernah sesekali menemaninya dgn menggunakan kendaraan umum.
Menarik yg ketiga adalah diketahui dari pembicaraan dg sang ibu, ternyata ayah dari anak kecil tsb adalah seorang pimpinan (direktur) perusahaan asing yg cukup besar di Indonesia. Berarti mereka termasuk keluarga ekonomi menengah atas, namun tak malu jika anaknya jadi pedagang kecil2an spt itu.

Masih dikisahkan oleh sang ibu dari rekan saya tadi, ia benar2 salut atas pendidikan masalah dagang (red. bisnis) pada anak2 di keluarga Tionghoa.
Sebagian besar anak2 sepulang sekolah malah bermain dirumah maupun diluar bersama teman2nnya, namun sianak tadi malah meluangkan waktunya tuk keperluan jualan.
Sebagian besar orang tua banyak yg khawatir jika anaknya jualan maka akan mengganggu pelajaran disekolahnya, namun si orang tua tadi justru malah mendukungnya dgn tetap membimbingnya.

Ehmm, apakah seperti ini yg dimaksud orang2 dgn menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini yahhh??? Ehmmm, boleh juga nihh saya contoh tuk anak2 kami kelak.

*Yusuf Erlangga

Minggu, 04 April 2010

I'm Back !!

Arghhh.... alhamdulillah akhirnya.... I'm back!!
Setelah sekian waktu ku tak sudi berlama2 menyentuh blog, email, facebook, dan kawan-kawannya...
Setelah sekian waktu kubiarkan suamiku berjuang sendiri menghidupkan blog kami ini...
Setelah sekian waktu ku izinkan diriku untuk inkonsisten dengan tekadku ku sendiri...

Akhirnya balik lagi nih nulis... ^_^
Pergi beberapa waktu lamanya, baliknya bawa kabar gembira koq.
Alhamdulillah, insyaAllah fathan akan punya adik. Yup, kehamilan kedua nih. Minggu ini insyaAllah sudah 16 minggu menurut dokter. Ngidamnya ternyata emoh nge-blog ^_^. Sekedar blog-walking aja jarang bangetss... Padahal kalo dilihat dari tulisan terakhir, niatnya mo rajin nulis, sampe-sampe buat blog juga di blogspot ini (sebelumnya hanya ada di multiply). Hehehe... jadi malu *_*

Tapi... ada senangnya, bahan buat isi blog nambah nih... bakalan rajin nulis seputar kehamilan kayaknya.... ^_^v


*Erlin Karlina

Kamis, 11 Maret 2010

Tips. "Bisikan Positif" Yang Mengarahkan Anak Menjadi Tokoh Besar


Akan menjadi apakah anak kita kelak jika ia sudah dewasa?
Pertanyaan tersebut mirip seperti pertanyaan yang sering ditanyakan kepada anak2 kecil disekolahan. Apakah cita2mu jika sudah besar?

Apakah sebagai orang tua, kita juga punya hak tuk mengarahkan cita2 anak kita? Atau jangan2 malah sebuah kewajiban bagi orang tua yang bertanggung jawab dan sayang pada anaknya yaaa???

Pertanyaan2 tersebut mengingatkanku pada sebuah tulisan dalam buku berjudul "100 Ide Cemerlang Dalam Mendidik Anak" karya Iman Al-Mahdawi yang telah diterjemahkan di Indonesia oleh Nashirul Haq, Lc. Salah satu point dalam buku itu menceritakan kisah bagaimana orang tua dapat membuat anaknya menjadi tokoh besar.

Dalam point ke 37 dari 100 ide cemerlang, tercantum sebuah ide yaitu: Bisikanlah hal-hal positif kepada dirinya. Dalam ide tersebut, setiap orang tua diharapkan untuk terus berusaha agar selalu memberikan pendapat untuk masa depan anaknya. Teruslah mengatakan padanya (anak) bahwa kita yakin bahwa dirinya memiliki masa depan yang cerah, tentunya dengan tetap mengarahkan pada tujuannya tersebut. Memberi pandangan dan arahan kepada anak memiliki dampak yang mendalam bagi masa depannya.

Dalam buku tersebut digambarkan bahwa banyak tokoh atau ulama terdahulu dan sekarang memiliki ibu yang sangat berperan bagi dirinya. Sebagai contohnya, Syekh As-Sudais, seorang imam Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, dia memiliki ibu yang selalu berkata padanya saat ia kecil: "Kelak jika besar nanti kamu akan menjadi seorang imam Masjid besar". Dalam buku itu juga digambarkan bahwa DR. Ahmad Zuwail, seorang ilmuwan Mesir yang mendapat penghargaan nobel dibidang kimia, ia memiliki orang tua yang menuliskan sebuah papan nama "DR. Ahmad Zuwail" yang ditempelkan di depan pintu kamarnya ketika ia masih kecil.

Ehmmm Subhanallah, jadi akan menjadi tokoh besar seperti apakah anak kita kelak? Berarti tergantung "bisikan positif" apa yang kita berikan saat ia masih kecil nihh....

*Yusuf Erlangga

Rabu, 24 Februari 2010

Mengenal Gaya Belajar Anak Melalui Analisa Sidik Jari

Berawal disuatu hari saat istri membaca sebuah iklan di tabloit keluarga, istriku mengajak agar kita mengikuti sebuah seminar yang ada diiklan tabloit itu. Seminar apakah itu? Ternyata antusias istriku itu berkaitan dengan pola pendidikan bagi anak kami, luar biasa kalo demi anak pasti naluri seorang ibu muncul duluan deghh...

Karena kami belum tentu bisa ikutan seminar itu, iklan tersebut saya scan & saya posting di blog ini itung2 sebagai sharing informasi ya... Semoga bermanfaat tuk keluarga ya... Berikut informasinya:



(Kalo kurang jelas, gambarnya diklik aja ya agar tampak lebih besar!)

*Yusuf
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template