Tampilkan postingan dengan label wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wajib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juli 2012

Pengusaha dan Asyiknya THR



Asyikkkk, Alhamdulillah bisa berkesempatan mengeluarkan THR!!!

Hari gini gak ngeluarin THR (tunjangan hari raya) tuk karyawan? Heheee, apa kata dunia... ^_^

Dapet THR dr perusahaan merupakan salah satu moment yang menyenangkan saat kita jadi "karyawan". Masa' seneng pas dapat THR doang sihhhh. Ngasih THR juga menyenangkan lhoo. Ayo-ayo makanya jadi pengusaha dong. Ayo-ayo makanya beri kesempatan or ajak orang lain tuk bekerja di usaha kita dong.

Aghh..., ternyata repot jadi pengusaha. Kudu ngasih THR ke karyawan toohh. Tetep jadi karyawan aja aghh. ;)
Aghh..., ternyata berbisnis kalo punya karyawan repot. Perlu menganggarkan THR tohh. Berbisnis sendiri aja aghh. ;)

Hehee, ayo-ayo jadi pengusaha & ajak orang tuk bekerja tuk usaha kita... Lalu rasakan deghh nikmatnya memberi THR. Nikmatnya berusaha keras agar THR tetep bisa dianggarkan & tepat pada waktunya.

Selamat ber-THR ya kawan-kawan... ^_^

Nb-1. THR berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1994 merupakan hal yang wajib dianggarkan bagi pengusaha setahun sekali. Besarnya minimal satu bulan gaji. Paling telat dibayarkan tujuh hari sebelum hari raya.

Nb-2. Tulisan ini terinspirasi dari iklan "Rumah Yatim" yang saya baca di koran Republika hari ini(03/08/2012). » "THR bisa jadi penolong Anda!"


*Yusuf Erlangga

Sabtu, 09 Januari 2010

SIUP, Wajib atau Tidak?

8Pernah dengar istilah SIUP?
Ya, kalo yg berkecimpung dalam dunia usaha pasti tau dong.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor: 36/M-DAG/PER/9/2007 pasal 1 ayat (4), Surat Izin Usaha Perdagangan yang selanjutnya disebut SIUP adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.

Sebagai legalitas usaha, berarti setiap usaha perdagangan wajib punya SIUP dong?
Ohhh, ternyata tidak.

Sesuai KepMen (keputusan menteri) yg sama, pada pasal 4 ayat (1); Ada tiga kelompok usaha yg tdk wajib memiliki SIUP (boleh punya, boleh juga tidak), yaitu:
a. Kantor cabang perusahaan atau Kantor perwakilan perusahaan.
b. Perusahaan kecil perorangan yg tdk berbentuk Badan Hukum atau Persekutuan, yg diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau anggota keluarga/kerabat terdekat.
c. Pedagang keliling, Pedagang asongan, Pedagang pinggir jalan atau Pedagang kaki lima.

Sumber:
Buku saku dng judul "Kebijakan Penerbitan SIUP" yang saya dapat pada stand Departemen Perdagangan dalam sebuah pameran "Franchise & Business Concept Expo" di Jakarta beberapa waktu yg lalu.

*Yusuf
Photobucket
 

Followers

Wirausaha Keluarga Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template